cerita sex Kisah cinta tante yang butuh sex

2562 views

cerita sex Kisah cinta tante yang butuh sex

cerita sex  Ini adalah kisah tentang seorang pria yang awalnya sangat mengidolakan bibi muda yang menjadi pelanggan di air isi ulang, tapi untuk beberapa alasan, keberuntungan datang kepada saya. bak ketiban durian runtuh. Bibi pembawa tepat ngerespon.

Beberapa bulan terakhir saya sering kehilangan bibi dina, dia adalah salah satu dari kadar air dari langganan hidup diulang di perumahan sebelah perumahan saya. Ya, saya lakukan pengusaha depot air minum isi ulang, usia saya 34 tahun, dan bibi Dina adalah seorang ibu dari seorang anak yang usianya mungkin sekitar usia saya. Untuk menanyakan usia yang tepat, saya enggan untuk melakukannya, karena saya tahu masalah usia adalah masalah sensitif bagi seorang wanita, terutama bagi wanita yang sudah menikah dan punya bayi. Nostalgia dimulai ketika suatu pagi aku pergi untuk air, kemudian aku melihat wanita ini untuk memandu langkah saya menuju dapur hanya menggunakan celana kedalaman (celana selutut transparan tipis-pembaca mungkin tahu bentuk dan nama celana ini), sebagai hasilnya dari celana dalamnya dan pantatnya bentuk yang terlihat jelas di depan saya. "Ah ... pagi sudah mengganggu libidoku memang dalam keadaan yang sebenarnya lebih tinggi ketika di pagi hari ..." Aku berkata pada diri sendiri. "Pak naikin !!!" perintah mengganggu pikiran saya. "Apa yang ingin dinaikin bu ???" Saya menjawab spontan konyol karena terkontaminasi pikiran kotor pada saat itu. "Ya ... naikin ke atuh galon dispenser, emang sih ingin dinaikin ???" katanya dengan sedikit senyum di bibirnya gemuk. Itulah awal saya telah kerinduan untuk membalas dendam. Jujur saya akui kerinduan ini bukan kerinduan cinta, melainkan kerinduan nafsu. Sejak peristiwa pagi itu, saya sering membayangkan hubungan dengan dia, dan setiap kali saya memberikan air ke rumahnya, jangan mencuri mataku pandang pada bagian-bagian tertentu dari tubuhnya. Payudaranya tidak terlalu besar, bulat tantangan dari balik pakaian yang dikenakannya, pinggul lebar menambah keindahan betuk pantatnya yang terlihat tebal dan berisi, kulit punggung tangan hanya murni putih, apa lagi selangkangannya, saya pikir bahkan lebih. Aku begitu terobsesi dengan dia, ke titik bahwa resume saya berlatih mantra saya dapatkan dari browsing internet. "Ingsun niat untuk mengirim mimpen tujuh pelayaran ning hatine bibi Dina binti fulan ... blablabla ...." Saya membaca sebelum tidur sebanyak tiga kali sambil membayangkan wajah dan jeruk nya bantal 3 kali juga, dan aku sering menemukan dia pergi basah setelah malam saya membaca mantra. Saya tidak tahu pasti apakah itu karena kehabisan kamar mandi mimpi basah bercinta dengan saya atau karena sesuatu yang lain.

1 (318)

Tapi yang pasti, karena saya amalkan membacanya, itu menjadi salah satu alasan untuk berlama-lama dengan saya daripada hanya air ngantar "Cepat sih, pertama kopi atuh." Salah satu contoh alasan dengan aksen daerah tebal, atau "Pak bantuan ini benerin dulu dong!" "Silakan pasangin gas semua ya pak!" Dan pertanyaan kalimat pendek bersifat pribadi, dan yang paling berkesan adalah matanya yang mengisyaratkan rasa yang mendalam. Akibatnya saya sekarang dan bibi dina semakin dekat, tidak lagi terbatas pada hubungan penjual dan pembeli, sering di sela-sela hubungan bisnis, kami puas dengan setiap ventilasi, atau hanya obrolan singkat penuh. Berisi, karena dari obrolan yang akhirnya saya tahu kalau sebenarnya dia tidak mencintai suaminya, dari obrolan yang akhirnya saya mengenal dia, dan dia melakukan sebaliknya. Kemarin pagi seperti biasanya ngantar air ke rumahnya, tapi kali ini saya tidak menunggu dia untuk keluar pertama yang menemani saya membawa galon dari pintu depan ke dapur seperti biasa hari ini, kemarin pagi, saya langsung ke dalamnya karena saya melihat pintu depan tidak terbuka lebar seperti pagi biasanya, bagaimanapun, saya telah terbiasa dengan rumah ini dan penghuninya. Aku berhenti di shock dan baru saja dilempar satu galon air di tangan saya karena mereka mendengar jeritan perempuan di sudut ruang tamu rumah ini. Memekik wajah perempuan itu akrab bagi saya, tapi sepotong daging kembar tergantung di dadanya yang membuat saya kagum tak berkedip dibuat. Benar-benar aku kagum pada orang asing payudara pada tubuh wanita yang tidak asing bagi saya. Payudaranya tidak besar memang, tapi mengandung putaran padat, ukuran 32. Pada akhir payudaranya tampaknya tongkat puting kemerahan besar. "Maa ... maaf bibi dina ..." kataku gugup ketika mataku dari dia. Dia menjawab dengan santai, "ya sudah, engga apa-apa, sayanya juga menanggung abisnya, Anda sudah melihat. "Dia berkata sambil bergerak kakinya gerakan dengan tujuan memperbaiki celana posisi yang ia kenakan baru. Selangkangan benar-benar putih, paha tebal berisi, ohhh ... daging .seonggok di celana dalamnya di balik itu, jadi tebal yang tercetak jelas di celana hitam. Perlahan-lahan aku merasakan bangun selangkangan menggeliat dari tidur. "Hey ... sudah ada atuh terusin ke dapur, bukan menatap begitu." Dia mengatakan saat ia mencoba untuk menghubungkan bra warna hitam. "Ta .... "Saya belum selesai bicara, ia menyela," sudah engga apa-apa, orang-orang baru yang sama kaya tahu aja, ga pada bantuan, saya bisa memakai pakaian mereka sendiri dan polos kelelahan setiap mandi. Didispenser gallon've diletakkan di sana, bahkan jika secara bertahap sayanya nanti jadi malu. "Tanpa menunggu instruksi dua kali, segera aku berlari ke arah dapur dengan maksud untuk segera kembali ke ruang tamu untuk menonton pemandangan indah dari tubuh padat kecil sekaligus bibi saya berlangganan dina sekarang. Tapi sayangnya, kini telah berubah Wanita duduk di kursi, menggosok rambut dengan handuk. Mataku, terus mencari sepotong daging yang kini tertutup dengan u bisa melihat celana pendek merah dan hitam. "Setelah basah mandi dina bibi?" godaku sambil ass memrebahkan di kursi ia diduduki. "Tau nih, semalem abis sama pria impian buruk, tapi sayangnya tidak pada suami saya." "Dia berkata cinta engga, tapi suaminya tidak ngarepin mimpi yang sama?" jawabku spontan. Dia hanya menyeringai genit saat ia mencubit pinggang dan lulus kiri ke ruangan. Di saat seperti ini, adalah waktu yang tepat untuk terus menggoda dan merayu dengan tujuan bisa menikmati tubuhnya yang telah bayangan-membayangkan saya. Tapi keberanian lenyap sejak saya menikah dengan seorang gadis berjilbab yang saleh dua tahun lalu. Bahkan, selama bujang pertama saya jadi ahli menggoda dan merayu wanita untuk menundukkan lutut ke dalam pelukanku. Pada saat seperti ini bisa saja saya ikuti dia ke ruangan, terus dia dan memeluknya, membelai tubuh mulus dan akhirnya bercinta itu. Selain itu, sepertinya lampu hijau telah gilirannya saat ia membuka dirinya untuk masuk nikmatiku. Bahkan, pernah suatu waktu ketika kami berdua di dapur berukuran 1x2,5 m Hanya ketika saya ingin mengangkat galon ke dispenser, dan dia sedang mencuci piring, dan sayangnya harus melewati tubuh dengan merapat karena sempit dan Dapur penuh sesak dengan furnitur. Pada saat itu, pangkal paha menyenggol pantatnya bergoyang seirama dengan gerakan piring mencuci tangan. Saya tidak melangkah maju menuju dispenser, karena aku merasa ia menggesek-gesekan pantat ke selangkangan dan berkata, "sempiiiit atuhhh ... .but lumayan ya ???" Memang, kemarin pagi keberanian untuk menaklukkan wanita hilang, tapi di rumah hanya ada kami berdua, anak-anak sekolah, pekerjaan, dan bibi dina sudah menunggu di ruang sana, mungkin ............ ...... Jadi cerita kami, mudah-mudahan menghibur dan menjadi pelajaran bagi kita semua.

Recent search terms:

  • cerita cinta tante
author