cerita sex tante di perkosa rame rame

8472 views

Setelah lulus dari sekolah tinggi, saya mencoba untuk bermigrasi ke Jakarta. Saya berasal dari keluarga yang tergolong miskin. Di desa tua saya bekerja sebagai buruh tani. Saya adalah anak pertama dan memiliki dua adik perempuan, yang nota bene masih di sekolah.

Aku harus ke Jakarta hanya berbekal ijazah sekolah tinggi. Dalam perjalanan ke Jakarta, aku selalu membayangkan akan gagal. Apa yang akan terjadi padaku bahwa ini anak desa bersenjata dengan hanya ijazah sekolah tinggi akan berspekulasi tentang sebuah kota liar seperti Jakarta. Selain berbekal ijazah yang hampir sia-sia, aku memiliki keterampilan hanya sebagai driver angkutan umum. Saya bisa mengendarai mobil, karena aku di rumah, sepulang sekolah selalu mendorong pamannya ke transportasi umum yang menarik.

Saya menjadi pembantu, sopir pamannya. Tiga tahun pengalaman menjadi awak angkot, saya membekal cukup dengan keterampilan setir. Paman yang melatih saya untuk menjadi pengemudi yang handal, baik dan benar dalam menjalankan kendaraan di jalan raya. Saya selalu menjunjung tinggi paman pesan, bahwa: berkendara di jalan harus dengan sopan dan berusaha untuk bersabar dan untuk menghasilkan. Pesan ini tetap teguh di tangan saya.

Di Jakarta saya naik di rumah sepupu, yang kebetulan juga bekerja sebagai buruh pabrik di daerah Pulogadung. Kami menempati rumah petak sangat kecil dan sangat sangat sederhana. Jenis yang lebih sederhana dari rumah RSS (Rumah Keras selonjor). Selain niat saya untuk bekerja, saya juga berniat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dua bulan saya menganggur di Jakrta. Lamar sana-sini, jawabannya selalu klise, "tidak ada kekosongan".

Pada suatu malam, malam minggu itu, ketika aku melamun, mendengar orang menyapa dari luar. Aku membuka pintu, ternyata pak RT datang. Pak RT meminta agar saya menolak untuk menjadi sopir pribadi dari keluarga kaya. Keluarga adalah pemilik perusahaan tempat Pak RT bekerja sebagai staf di cabang-cabang perusahaan. Sepontan saya setuju. Hari berikutnya kami menetapkan kekawasan elite di Jakarta. Ketika memasuki halaman rumah yang besar seperti istana, hatiku berdebar tak karuan. Setelah kami duduk oleh seorang pembantu muda di ruang tamu yang megah, segera muncul seorang wanita yang tampaknya muda. Kami salut padanya. Dia tersenyum sekali ramah dan Mari kita duduk, karena ketika dia datang, saya dan Pak RT sepontan berdiri memberi hormat "Selamat pagi". Pak RT selamat datang kembali ke kantor oleh wanita itu, dan semua mata pelajaran yang megah itu hanya saya dan wanita dia.

1 (100)

"Hak Anda ingin menjadi sopir pribadi saya?" Dia bertanya sambil melemparkan senyum ceria ramah. "Ya Bu, saya siap untuk menjadi nyonya driver" jawab saya. "Jangan panggil Ibu, panggil saja ibu saya, Ibu Maya" katanya baik-baik saja. Aku mengangguk setuju. "Kau masih di perguruan tinggi?" "Tidak nyonya eh ... Mom?" Jawab saya. "Saya hanya lulus dari sekolah tinggi, tapi saya alami sebagai sopir memiliki tiga telinga "kataku.

Wanita itu menatapku dalam-dalam. Dia melihat mata saya sampai saya selesai pula slah perilaku. Aku melihat dari atas sampai bawah. "Kamu masih muda, tampan, tampaknya sopan, mengapa ingin menjadi sopir?" Dia bertanya. "Saya butuh uang untuk kuliah Bu" jawabku. "Yah, saya setuju, Anda menjadi sopir saya, tetapi emosi siap setiap saat. Bagaimana, oke?" "Saya siap Mommy." Jawabku. "Anda harus siap setiap pagi di rumah ini pukul enam, lalu antar saya ke tempat saya Fitness, setelah itu antara saya ke salon, belanja, atau di mana saja saya suka. Kemudian setelah sore, Anda bisa pulang, seberapa siap?" "Saya siap Bu" jawabku. "Oh..ya, siapa namamu?" Dia bertanya, memegang tangannya. Sepontan saya menyapa dan memegang telapak tangannya, kami berjabat tangan. "Saya Leman Bu, panggil aku Leman" jawabku. "Sebuah nama yang bagus ya? Leman tahu apa artinya?" Tanyanya sebagai lelucon. "Tidak Bu" jawabku. "Leman itu berarti Man Ideal" katanya, tersenyum dan menatap mataku. Aku tersenyum dan tersipu. lagi ia menatapku. Saya tidak berpikir jika aku akan mendapatkan majikan sebagai ramah dan santai Ibu Maya se. Aku mencoba juga untuk bercanda, kuberanita diri untuk bertanya padanya. "Maaf ibu. Jika nama ibu Maya, apa artinya Bu?" "O..ooo, Maya berarti bayangan, bisa juga berarti sebuah fantasi, itu bisa menjadi sesuatu yang tak terlihat, tapi ada.Seperti serta ambisi Anda yang Anda anggap mustahil ternyata suatu hari nanti Anda dapat mencapai, baik ,,, khayalan bahwa kamu akan sesuiatu ilusi, mengerti, kan? "Dia berkata, serius. Aku hanya mengklik hanya mengangguk sadar, pemahaman diri, seperti sok pintar.

Jika melihat, Ibu Maya tubuh seksi, tubuhnya trlampau tidak tinggi, tapi padat berisi, ramping, pinggulnya seperti gitar Spanyol. Ynag lebih, gila, pantat seksi dan payudara wah ... wah ... wah ... Aku melihat dia grogi.

Rumah itu, hanya tinggal Ibu Maya, suaminya, dan dua anak perempuan, yaitu Mira sebagai anak kedua, dan Yanti si bungsu yang masih duduk di bangku SMP kelas tiga, yang pertama sekolah mode putriny di Perancis. Pembantu hanya satu, yaitu Bi Irah, tetapi juga luar biasa seksi, janda pula!

Ibu Maya memberi gaji bulanan sangat besar, dan jika difikir-pikir, mustahil sama sekali. Setelah satu tahu aku bekerja, telah dua kali menaikkan agjiku, dia mengaku puas dengan disiplin kerja saya. Gaji pertama saja, lebih dari cukup untuk membayar kuliah. Saya mengambil kursus di sore hingga malam disebuah Swasta University. Untuk satu bulan saja, saya bisa membayar biaya kuliah empat semster, penyewa aneh ... .sekaligus enak ... tenan .... !!! rezeki dasar, tidak akan di mana larinya.

Tahun kedua saya bekerja, keakraban dengan Ibu Maya semakin terasa. Setelah kembali kebugaran, ia meminta jalan-jalan pertama. Konyol, dia selalu duduk di depan, di samping saya, sampai kadang-kadang aku begitu canggung mengemudi, eh ... lama lama biasa.

Pada satu hari setelah kembali dari Fitnes, Ibu Maya minta diatar keluar kota. Seperti biasa dia pindah duduk di sebelah. Ia merasa tidak nyaman duduk di samping kepribadian pengemudi. Ketika menjalankan kendaraan kami di jalan raya Jagorawi, tiba-tiba Ibu menyusuh maya nemepi singkat. Aku menepi dan mematikan mesin mobil BMW. Hatiku berdebar, jangan sampai ada kesalahan yang saya lakukan.

"Man,?, Anda sudah punya pacar?" Tanyanya. "Tidak Miss" jawabku singkat. "Hanya belum keluar?" "Tidak BU, eh ... jika pacar menghancurkan sih pernah Bu, pertama di desa ketika SMP" "Berapa kali Anda berkencan Man? Sering atau hanya untuk bersenang-senang?" Tanyanya lagi. Aku berhenti sejenak, saya membuang mata depan. Tanganku masih memegang setir. Aku menarik napas dalam-dalam. "Saya belum pernah pacaran serius Bu, hanya cinta yang terbatas untuk anak-anak yang transisi" kataku setelah. "Baik ... baik ... jika demikian, Anda seorang anak yang baik dan jujur" katanya dengan tepuk puas bahuku. Saya bingung, mengapa Ibu Maya Rada pertanyaan aneh? terlalu pribadi lagi? jika saya ingin pertandingan dengan salah satu putrinya? ach ... .enggak mungkin mustahil, di mana ia mungkin memiliki sebuah desa suram anak mertua saya ?!

Setelah itu kami pergi di puncak, bahkan untuk jalan-jalan hanya berkeliling saja di kota Sukabumi. Aku bertanya-tanya bin mengejutkan, Ibu Maya mengapa jalan-jalan hanya berkeliling kota saja di Sukabumi, dan bahkan lebih terkejut, Bu Maya hanya memakai celana training bentuk Kebugaran dan kemeja sport. Setelah makan di sebuah restoran kecil di bagian atas, itu sudah gelap dan kami kembali perjalanan ke Jakarta. Di tengah perjalanan di jalan gelap, Bu Maya minta untu berbelok ke suatu tempat. Saya pikir hanya apa yang ia memerintahkan. Aku tidak tahu daerah, saya tahu hanya perkebunan yang luas dan sepi dan gelap. Di tengah taman bu Maya minta berhenti kaku dan mematikan mesin. Aku masih tidak mengerti perilaku Ibu Maya. Tiba-tiba tangan Bu Maya lengaku menarik. "Cobalah untuk meletakkan kepala Anda di pangkuan Man saya?" Ia bertanya, saya pikir, karena mereka tidak mengerti. Astaga ... Setelah saya meletakkan kepala saya di pangkuan Ibu Maya dengan keadaan kepala menghadap ke atas, kaki mencuat keluar dari pintu, Ibu Maya ketas menarik kemeja. Wow ... samar-samar melihat payudaranya yang besar dan gemuk. Payudara dibawa ke wajahku. Lalu ia berkata: "Man Kiss Kiss ... mengisap, bermain bayi ...?" Dia bertanya. Baru saya mengerti, Bu Maya mengajak saya ke tempat ini hanya untuk melampiaskan nafsunya. Sebagai pria normal, hanya diketahui saya bereaksi, kedewasaan hidup dan bergairah. Yang menolak untuk diajak kencan dengan wanita cantik seperti Ibu Maya dna seksi.

1 (98)

Aku memegang Ibu Maya payudara montok, puting dan kuisap kujilati-hisap. Ibu Maya ter terlihat napas terengah-engah tak karuan, menandakan nafsu biarahinya sedang naik. Aku mengisap dan menjilati payudaranya. Lalu bu Maya meminta saya untuk bangun untuk sementara waktu. Dia menarik ke bawah kaki celana pelatihan atas ke bawah. Bagian bawah tubuh Bu Maya tampak telanjang. Remang oleh cahaya bulan di kegelapan. "Lick Man jilatlah, aku ingin sekali, sayang menjilat" Pinta Bu Maya jadi aku menjilati vaginanya. Oh ... .memek sangat besar, menjendol seperti kura-kura. Rupanya dia nafsu, seperti payudara tegak puting. Aku pergi bersama, sebagaimana telah terhipnotis. Ibu Maya vagina harum sekali, mungkin sementara di sebuah restoran sebelum ia membersihkan seks dan memberikan wewangian. Karena ia mendapat ke toilet untuk waktu yang lama lumayang. Mungkin ada dia dibersihkan. Dia harus tolilet membawa tas pribadinya. Dan di sana juga ia sedang mempersiapkan untuk menghancurkan saya. Kujilati liang kemaluan, tapi Ibu Maya tidak puas. Membawa saya keluar dari mobil dan mengikutinya. Ibu Maya membuka bagasi dan mengambil karpet kecil dan jenis kain membentang di atas rumput. Dia berbaring di kain dan meregangkan kaki itu. "Ayo manusia, melakukannya, hanya ada dua dari kami di sini, jangan buang kesempatan Man ini, aku mencintaimu Man" katanya setengah berbisik, Aku tidak menjawab, aku hanya melakukan apa yang ia katakan, dan berbicara sedikit lebih banyak pekerjaan . Saya membuka semua pakaian saya, maka tubuh saya ditumpangkan Ibu Maya. Dia memelukku, alat dirogohnya seks saya dan dimasukkan ke dalam vagina. Kami hubungan seksual di tengah taman yang gelap di atmosfer malam remang-remang oleh sinar bintang di langit. Aku menggenjot vagina Bu Maya sekuat mungkin. "Jangan pergi keluar dulua ya? Saya tidak puas" katanya lembut. Aku berkata apa-apa, saya masih melakukan adegan mengocok dengan gerakan masuk dan keluar dari lubang penis vagina Bu Maya. Nikmat vagina, saya pikir. Ibu Maya pindah posisi, dia berada di atas, dan tidak bermain game, goyangnyanya.

"Tetekku Man Squeeze, memeras ketat ... siapa kau?" Dia bertanya. Aku meremasnya. "Cium bibirku Man..cium? Aku mencium bibir indah dan lidah kuisap dalam, nikmat sekali, sesekali dia mengerang kenikmatan." Sekarang isap tetekku, terus ... terus ... ..Oh ... .Ohhhh. .. ..M sebuah ... Leman ... Ohhh ... aku keluar Man ... .aku kalah "Dia mencubit pinggul saya, tawa sesekali genit." Kamu curang ... .aku kalah "katanya . "Sekarang Anda Gilirang Man ... .keluarkan sebanyak mungkin benar? "Kata Dia." Saya sudah keluar dari tadi Bu, tapi saya tetap bertahan, takut Ibu marah nanti, "jawab saya." Oh ya? ... Gila..kuat sehingga Anda? "Balas Mrs. Maya sambul mencubit pipiku.

"Mengapa Anda ingin bermain di tempat yang begitu gelap?" "Aku mencintai alam bebas, di tempat terbuka saya bersemangat sekali. Kami akan lebih sering menemukan tempat seperti di luar ruangan. Minggu depan kita naik kapal pesiar, kami bermain di sebuah kapal pesiar di tengah ombak bergulir. Atau kita bermain di sungai kesepian, ah ... sampai ke mana Anda ingin ya Man? "

Menyelesaikan permainan, setelah kami membersihkan alat vital hanya dengan tisue kertas dan air yang kami ambil dari jiregen di bagasi mobil, kami istirahat. Ibu Maya sekarang tidur di pangkuanku. Kami mengobrol panjang lebar, ngalor ngidul. Setelah istirahat panjang, penis saya berdiri lagi, dan dirasakan oleh kepala Bu sentuhan maya batang kejantanannya. Tidak banyak komentar dibuka celana saya, dan saya sudah telanjang dalam sekejap. Membawa saya untuk tidur dengan kaki terjulur, dan Ibu Maya membuka celana training tanpa celana. Bu-ngocok Maya mengocok penisku, diurutnya gerakan tukang pijat tubuh pasien pjit seperti. Ibu Maya gerakan pijat tangan atas dan ke bawah. Karuan saja penisku semakin besar dan besar. Mengisap penisku sudah ereksi besar, memainkan lidah Ibu Maya di ujung penisku. Setelah itu, Ibu Maya payudara besar paste pada penisku. Dijepitkannya ayam payudara besar ke dalamnya, kemudian kocok seperti gerakan mengocok. "Giaman Man? Enah arogan?" "Ini Ibu yang baik, Anda tahu peringatan menyemprotkan kemudian Bu" jawabku .. "Tidak apa, mari kita menghapusnya, kemudian kujilati pejuhmu, saya ingin sih?". Ibu Maya masih rajin bekerja dengan rajin, dia berusaha untuk memuaskan saya. Tak lama kemudian, Bu Maya naik ke posisi atas dan ingin menduduki penisku, tapi masuk lubang vaginanya penisku. Terguncang terus ... sampai aku merasa nikat yang luar biasa. Tiba Wall St Inn Ibu Maya berhenti, berhenti bekerja, maka berjata: "? Jangan Yes Man Anda pasti ketagihan" Aku hanya berkata-kata. dan ternyata Ohh ... .memek Bu Maya bisa melakukan empot-empot, menyedot-Nyedot dan mengklik penis urut-urutan berasal dari kepala ke batang bawah, Oh ... .nikmat sekali, yang namanya empot ayam, keahlian luar biasa Bu Maya di bidang seks. "Lezat Syang?" Dia bertanya. Sebelum aku bisa menjawab, baik ... .aku keluar, air tumpah cum menetes ditenga kemaluan Bu liang Maya.

1 (97)

"Itulah Man nama empot-empot, itulah yang senam seks, berarti saya berhasil l; atihan seks senam selama ini" katanya bangga. "Sekarang Anda puasin aku ya?" Kata Mama sambil mengambil posisi nungging Maya. Saya pasang kembali penis saya masih tegak ke dalam vagina bu Maya, genjot saya terus. "Itu orang ... yang di sayang ya..teruskan ...? Oh ... .enak sekali Anda dick ... ..oh ... .terus sayang?" Mrs. Maya Pinta. Aku masih memuaskan Bu Maya, aku tidak ingin kehilangan, anyway lubang vaginanya kujilati, rektum dan seluruh tubuh. Ternyata Ibu Maya orgasme setelah saya menjlati seluruh tubuh. "Kau Man sangat cerdas? Mana Anda belajar?" "Tidak Bu, refleks" jawab saya.

Sebelum kami pergi, Bu Maya masih sempat meminta adegan lagi. Tapi kali ini hanya sedikit penurunan celana mereka kursus pelatihan nya. begitu pula aku, hanya bagian pembukaan penis saja. Ibu Maya meminta saya untuk melakukannya di dalam mobil, tapi ruang sempit. Payang dengan kesulitan dan akhirnya toh kita juga mengambil posisi berdiri dengan tubuh Bu Maya beristirahat di dalam mobil sambil mengklik angkat sedikit kaki kanannya.

Sejak saat itu pada malam pertama kami, saya dan Ibu Maya sering bepergian keluar kota, ke pulau seribu, ke pantai, ke semak-semak di sebuah desa terpencil, baik pula dia mencari tempat-tempat yang aneh. Aku tidak menyadari bahwa aku benar-benar menjadi gigolo Ibu Maya. Dan beliaupun lebih sayang dengan saya, aliran uang terus kocekku, tanpa pernah pengisian saya. Dia setuju untuk membayar kuliah sampai lulus, selama aku tetap selalu besama Bu indah Maya.

Recent search terms:

  • cerita perkosa tante
  • cerita tante diperkosa
  • cerita tante di perkosa
  • Lonte bugil jepang(5000)
  • cerita ngentot rame rame
  • cerita ngentot tante rame rame
  • cerita dewasa perkosa tante
  • Cerita seks tante diperkosa
  • cerita seks tante di perkosa
  • cerita seks perkosa tante
author