cerita sex tante di perkosa anak muda

5324 views

Kejadian ini terjadi waktu yang lama, tapi saya akan berbagi untuk pembaca semua, karena bagi saya ini adalah pengalaman pertama saya yang saya pikir benar-benar menarik.

Tebal angin dingin berawan mulai meniup, saya terus mengemudi mobil saya di jalan raya agak tenang, saya baru saja mengunjungi salah satu nasabahku tempat agak jauh dari kota, aku harus melewati jalan raya yang sepi dan jauh dari perumahan penduduk.Tiba tiba-tiba Saya merasa ban mobil saya kempes, maka saya menoba berhenti dan diperiksa, ternyata ban belakang sebelah kiri kempes. "papa g ah yakin aku masih bisa naik di kota" pikirku.

Dan ketika saya membuka pintu mobil saya, saya tidak bisa nya.Astaga terbuka aku menutup pintu mobil saya dan kunci mobil masih mengantung di dalam, haaa ... dasar sial. Saya mencoba untuk menemukan Hpku, Oh tidak ..! Hp dan juga tas saya di dalam mobil.

Hujan mulai saya bsah kuyup dalam hujan, di mana keterlambatan jam, tempat yang tenang seperti kek weeeeeeh ini .... merayap rasanya.Setelah 20 menit berlalu aku melihat lampu dari mobil, saya melambaikan tangan saya melambai.
Mobil itu berhenti dan ternyata pengendaranya adalah anak-anak muda, tampaknya seperti siswa SMA.

"eehhhmmm .... mungkin bertanya g dik, pinjem Hp nya melakukan panggilan ke rumah, hanya sesaat, saya kunci Tombol mobil di dalam mobil, dan aku berada di tas juga" kataku, menggigil menahan dingin.

1 (146)

"bibi mbak..eh waduh masuk mobil hanya sekali, biarkan g dingin" kata salah satu entri darimereka.Aku kemobil, karena dingin.

"oh ya maaf mobilnya begitu basah" kataku. ternyata ada tiga orang di dalam mobil masih remaja SMA berseragam, mobil terasa benar-benar mencium bau rokok, dan karena mereka Abis minum minumannya.

"Ah g bibi apa-apa, itu HP, sebut pertama kali menulis" kata pemuda itu, menyerahkan HP.

Banyak kali saya mencoba menelepon G ada yang menjawab, tidak biasanya di rumah sepi pada jam ini, saya menggerutu.
"G ada angkat ya tante?" ia meminta agar ke depan.
"Ya, g tahu di mana mereka" Aku mulai gelisah.
"Jika demikian kita anter aja bibi, rumahnya dimana" jawab pemuda di depan.
"wah dek agak jauh, di Jln kartini" jawabku
"GPP paling bibi juga 30 menit segera," jawabnya lagi
"ya, terima kasih deh g pikiran nanti jika saya mengubah uang bensin nya ya," kataku lagi

Mobil melaju, agak perlahan karena hujan lebat sekali, aku mendapatkan dingin karena pakaian saya memakai sekali.Saya basah mencoba gosok menggosok telapak tanganku, untuk mengurangi ras dingin.

"Riki off donk jaket lo, kasih ke bibi membiarkan g dingin, lo mah dah liat sehingga di diemin aja" kata pemuda mengendarai mobil. kemudian pemuda yang duduk di kursi depan melepas jaketnya dan memberikannya kepada saya.

"kenalin nama bibi bibi berikutnya tuh Dendi, ini juga Riki, dan gw Angga" kata tine memperkenalkan diri.
"bibi masih dingin ya, saya memeluk bibi akan membiarkan sedikit kehangatan, sedikit" Dendi bertanya tiba-tiba. Aku tidak menjawab karena tubuh saya Ko Ko menggigil, aku hanya membiarkan Dendi memelukku.aku mulai merasa hangat di tubuh saya. Aku memejamkan mata.

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu merayap ke payudara saya, saya membiarkan dia, aku pura pura tidak merasakan apa-apa, saya mulai merasakan napas Dendi Dendi pengobatan takteratur.perlahan membangkitkan gairah, aku geser tubuhku sedikit sehingga Dendi bisa leluasa bermain-main di payudara saya .
Dendi menngecup telinga, aliran sesaat getar nafsu, yang secepatkilat menyebar ke seluruh tubuh saya.

"oh..ssshhhh ..... aaahhh" aku mendesah,
"bibi ... aahhh ... kau cantik" desah Dendi, sambil perlahan-lahan mulai mencapai bibirku, kami berciuman, lidah Dendi ronngga bermain-main di mulut saya, tangan saya mulai aktif dan menyentuh dan membelai apapun yang saya bisa membujuk dari tubuh Dendi.Aku benar-benar lupa di dalam mobil jika ada JV lain.
dan tanpa saya mengetahui saya merasa belaian yang membelai yang lain di pahaku, sementara masih bermain tangan payudara Dendi, dan bibir masih melumat bibirku.

"AHK ... aahhh ... aaaaahhh ...." aku menjerit yang membelai belaian ketika menyentuh sesuatu yang paling sensitif. Riki tanpa menyadari penampilannya telah berubah tempat, Riki terus mengelus dan mulai melepas celana saya, saya benar-benar mendukung derai perasaan ekstrim.

"ooohhhh .... terusin ... oh well ... aaahhh" Di mana saya mendesah ketika Riki membelai membelai vagina saya dan kadang-kadang menyentuh clitku dengan ibu jarinya.
Pakaian meucuti Dendi, melepas bra saya, saya benar-benar tidak bisa menolak kesenangan itu. Dendi hancur, mengisap dan menyedot puting saya bergantian. dan Riki mulai menjilati bibir vagina. sunnguh kenikmatan yang luar biasa menyerang aku dari bwah dan atas.

1 (144)

"... Nikmat sekali bibi payudara tante" kata Dendi.
"isep Den..terusin Den ... aaah" ceracauku.
"Oooohhh .... Ki aahhh ... masukkan jarinya ... terus ki ki ki ... Buka lidah Anda masukkan Ki ... Oooohh" Saya mendapatkan tumpangan pantatku gila.Aku mengangkat tangan sambil menekan Kepala Riki menjilati sibuk pangkal paha.
"aaaahhh ... Tante tante vagina lezat ... Riki mencintai" kata Riki
"oh ya ... Anda masak jahat disuruh mengendarai mobil sementara aku ****** saya ngaceng kek gini" celoteh Angga.

"Den ... tante buka ya" kataku, meraih seleting celana Dendi. Pasarah Dendi saja. Benjolan keras di belakang CD biru yang membuat saya tidak tahan untuk segera menikmati. Dendi bangkit dan melepas celana dan CD-nya. Riki mengikuti Dendi hal yang dilakukan, maka saya duduk di antara mereka, kedua payudaranya hancur bergantian, sementara aku melebarkan kaki saya, kiri ke Riki dan tangan kanan pada paha Dendi, jelas memekku basah ditempeli dengan jelas nya.
sementara kedua tangan sibuk bermain titit Dendi dan Riki.

Tangan Dendi merayap ke bawah dan menyentuh vagina saya, saya MENGELIAT ketika Riki mulai menyodok lubang jari vagina saya. maka saya mengubah posisi saya, dengan membelakangi Riki dan mengoral titit Dendi. tapi kemudian Riki pantat menarik dan mengangkatnya, sehingga posisi saya setengah menungging.

"Aaahh ... bibi ... bibi isep ... Oooohhh nikmat" celoteh Dendi
"isep ****** gw tante .... oooohhhh ... terusin tante .... isep ..." Dendi MENGELIAT karuan ketika buah Jakar saya isep dan saya mencoba untuk menempatkan semua kemulutku.
Aku terus bermain ****** Dendi, nusukkan menusuk ujung lidah saya ke dalam lubang kecil.

Sementara itu, Riki memberiku sensasi yang luar biasa, ketika lidah Dendi menyapu anusku, memainkan lidahnya di anusku. Tine tiba-tiba aja mengejutkan kita semua.
"Dah ... mengubah gw neh sampai Anda mengundurkan diri semua" kata Angga sambil membuka pintu mobil, tanpa saya sadari ternyata kita sudah di tine ganransi mobil. kemudian Dendi bawah diikuti oleh Riki, mereka berdua bergegas kembali cepat memakai celana mereka.
tanduk menarik memakai jaket saya untuk kembali, dan menarik tangan saya keluar dari mobil, dengan kemeja terbuka dan bra off, Rok berantakan, Angga menariku ke rumahnya, aku mengikutinya.

"gilirannya, lo harus muasin aku, sudah gw dah ngaceng negliat perilaku Anda" Angga mengatakan bahwa ia mendorong saya jatuh ke sofa, lalu tiba-tiba dia membuka celananya sendiri dan menyodorkan nya ****** yang telah mengeras ke dalam mulut saya .
"Biarkan isep bich ... huh ... c'mon!" Angga sekitar diisi mulutku dengan penisnya.

Aku menghisap, tine ****** bermain dengan lidah saya, kadang-kadang saya menjabat tangan saya. lidah saya berbalik buah zakarnya.
"oooh yeah ... sayangi ... ... lo emang isep cerdik ... aahhh ... aaahhh"
'****** Mengerikan Ngga Anda ... Aku benar-benar seperti "Saya mengumam menikmati ****** tine.
"... Senjata diperbolehkan ya aku isep ****** lo ampe keluar?" Godaku
"Ya sayang .... aahhh .... isep sayang ... Oooohhh .... baik jadi ... begitu sayang terus ... terusin .." tanduk meracau menikmati seponganku.

Aku merasakan kedutan di batang Angga, yang saya tahu dia akan segera menyemburkan pejuhnya, aku sengaja mempermainkan Angga, dengan menghentikan aktifitasku, saya dihapus dari mulut saya ******.

1 (143)

"Sayang mengapa berhenti ... biarkan donk isep keluar lagi ... dah neh ... biarkan donk" rayu Angga ****** menyodorkan ke mulut saya. Aku tersenyum sambil berdiri.
"He he he ... nanti donk ya Senjata ... aku haus ... diminta untuk meminumnya?" Godaku.
"g harus datang pada ... isepin pertama ampe keluar silahkan donk sayang ... ayao .." kata tine ia mengelus elus pantatku.
"Kalo bisa lo lo buktiin kepada saya jika saya bisa muasin .... Aku ingin kau ampe keluar isep telah" menantang
"Wanita Basic .... di sini saya puasin lo minta bagaimana ya?" angga marah mendengar tantangan. kemudian tiba-tiba ia membawa saya ke meja makan. Angga menciumku kasar, itu yang membuat saya lebih semangat terbakar, ciuman tine semakin sengit, dari leher saya ke telingaku kemudian ditargetkan, kasar Tine pengupasan pakaian jadi aku telanjang.

dalam tampilan sepintas saya melihat Riki dan Dendi yang ternyata telah melihat saya saat masturbasi. Angga untuk mencium payudara saya, memutar memutar puting saya dengan dia untuk kuliah, semnetara tine tangan ke bawah paha saya, membelai sentuhan dan mulai meraba vagina sudah basah. Saya meluruskan kaki saya sehingga tine bisa leluasa memainkan vagina basah.

tine memasukkan jari-jarinya ke dalam memeku mencoba mencari G spot dan mengocok dengan gerakan cepat.

"Oh ya ... baik ... yaaah ... terus senjata ... terus" ceracauku
"lo seperti ya ... lezat vagina lo kalo gw beginikan hah"
"Ya sayang ... oooohhh..nikmat ngga..terusin nya tidak ... tetap senjata"
"Katakanlah apain gw lo mo ... mo ... mo gw gw isepin entot lo vagina ini ya" kata tine menyeret memekku dengan jarinya. maka tanduk mengangkat saya jadi saya duduk di meja makan, kemudian Angga mulai memekku menggisap dengan lidahnya.
"Katakanlah bich..enak g gw giniin ... huh ... vagina lo lo basah..memek've sudah gatal, kan?"
"Senjata iay ... memk aku sudah melihat ke depan lo g senjata entot..ayo memasukkan senjata ... Saya mohon"
Aku mengerang memohon untuk segera mengentotku tanduk.
"hhmmm ... lo pus lezat ... ooohhh ... Saya suka" angga celoteh
'Ooohhh .... nggak ... tidak klitoris aaaahhh .... menggigit saya ngga ... Ya jadi ... ooohhh "
"Lo seperti dikasarin juga ... heh .... saya akan entot lo ... lo ampe puas"
"... Biarkan senjata senjata senjata masukkan ... aku sudah-g tahan" rintihku, sambil terus meremas meremas tanduk rambut, tanduk tampaknya sengaja bermain dengan semangat, dia terus mengisap dan jari menusuk menusuk memeku memekku.

Riki dan Dendi mendekati saya dan tanduk, yang kemudaian Dendi segera meraih payudaraku, sementara Riki melumat bibirku, experince benar-benar luar biasa bahwa saya tidak pernah merasa, dalam serangan dari segala arah membuat saya semkain tak bisa menahan mengerikan bahwa kenikmatan nya.
"Aaahhhkkk .... ooohhh .... aku ... ak ... aku ke..keluar nggaaaaaa .... aaah ... aaahhh" aku menjerit kepalaku menekan tine, saya mengalami orgasme yang sangat besar.

Tine berdiri dan menarik tangan saya, saya mengikutinya, diikuti Dendi dan Riki, Angga membawaku ke ruang tamu, lalu mulai mencumbuku Antlers kembali, kali ini Angga menyuruhku duduk di sofa, dan dengan semangat yang meletus letup angga mencium bibirku.
angga kemudian berputar saya, kaki saya sementara kepala saya menggelantuh sofa disandaran ke lantai, kemudian Dendi kakuku untuk membuatnya lebih menarik naik.
kemudain tine mengangkangi kepala dan mulai menyodok nyodokkan ****** nya mulut saya, sementara Riki dan Dendi secara bergantian menghisap hisap memekku,

"ooohh .... yah bayi menghisapnya ... menghisap ... terus bibi ... Oooohhh" tanduk menikmati permainan lidah Lucu, saya sendiri merasa senang yangluar biasa di mana ketika saya merasa jari Dendi dan Riki bermain clitku.
lima menit kemudian tine menarik saya dan meminta saya berbaring di sofa, dan mulai masuk ****** adalah tanduk nya.

"aaahhh .... tine ... senjata ... lezat sayang lezat ... Aku entot senjata" celotehku
"tante tante memek lezat .... bibi sempit ... rasanya ****** tine kek di lipo suction"
"Aku entot senjata ... terus senjata menyodok senjata istana"
"... Aku mo keluar bibi bibi ... Saya sudah tahan g-.... Aaahh ... aaahhh ... bibi yang baik"
"Tidak ada senjata ... bibi masih mencintaimu ****** senjata ... senjata aaahhh ... jangan keluarin digunakan" aku memohon, tapi nya pejuh muncrat pemicu tine.
"aaaaahhhhhhhh Aaaaaahhhh ......... ........ ... hh aa aaah ..." mengerang angga
"bibi maaf ... Antlers kuat g nahan bibi ... sudah telah neraka tante" kata tine
Saya merasa kecewa karena memekku masih ingin merasakan sodokan sodokan ****** tanduk besar dan panjang.

"Dendi biarkan donk sayang ... apaan saya ... vagina bibi masih ingin ****** lagi ayo ..." Aku berkata kepada Dendi yang Sebaiknya coli sendiri. Dendi kemudian mendekati saya dan mulai memasukkan ukuran penisnya, tidak seberapa besar. sementara Riki meminta mengoralnya.
"oh ya ... ooohhh .... baik ... baik ... entot tante Den ... Yaah ... terus Den" ocehku
"goyang bibi bibi bibi ... baik sehingga ... oooohhhh ... nikmat tante..enak"
"Ki lo ... ****** mengerikan .... bibi mencintai"

1 (142)

maka saya melepas isepanku di ****** Riki ..dan meminta Dendi berhenti, aku berganti posisi, saya meminta Riki duduk di sofa dan kemudian saya naik dan mengguncang-nya dari atas, saya meminta Dendi semnetara memasukkan ** ** ** untuk anusku.
"aahkk ... perlahan Den ... bibi belum soal nya" kataku saat Dendi bermain biliar menulis kepada anusku. setelah berulang kali gagal menembus anusku ahirnya masuk juga.
"aaahhh ... oooohhh..tante peret sekali ... lebih sempit" kata Dendi.
"ooohhh .... tante tante vagina lezat"
"Ayo sayang tubuh bibi ... menikmati ... biarkan ... aahhh ... nikmatin sampai Anda puas" racauku
"ooohhh bibi keluar Dendi mo ... yah serempak tante"
"tunggu ... biarkan berbarengan den ma Riki" pintaku
tiga menit kemudian Riki meminta ayunannya lebih cepat
"Mari bibi goyang ... ya ... jadi ... terus tante ... terus"
"aaaahhhhhh ....... ahhk ... aaahkk ... aaaahhhh" kami bertiga pergi keluar bersama-sama, kaki saya gemetar kesenangan, sementara Dendi mencabut penisnya dan merosot di sofa, aku memeluk semnetara Riki.

Kami melakukannya lagi, mereka mengentotku bergantian, payudara lengket lengket karena mereka pejuh, sekujurtubuhku terasa seperti kontak dengan lem yang lengket di mana-mana, tidak merasa waktu menunjukan pukul 11:00, maka saya bergegas mandi dan diminta untuk membawa saya pulang tanduk. dalam perjalanan pulang, aku merasakan kepuasan yang tak terbatas, itu lezat terlalu ML dengan anak-anak. mereka lebih rakus lebih mengerikan.

Recent search terms:

  • perdiksi tante di perkosa
  • tante diperkosa
  • prediksi tante di perkosa
author