cerita sex tane merry menggoda kontolku part 3

856 views

Aku sudah melepaskan saya memakai pakaian longgar ... dan sekarang kita sedang melihat gaun yang sama, saya terus menjilat dan menghisap alat kelamin Dino penuh semangat dan mendesah dan erangan yang tak tertahankan keluar dari mulut anak itu.
"Ahhh..tante ... lezat ... .aduh ... .hhh"
"Ssshhh ... .aaaahhh ... Bibi ... Aduh."

1 (82)
Dibatang berdenyut alat kelamin itu semakin sulit dan saya tahu bahwa pemuda tidak tahan dimulai, dengan kepala di saya gerakan tangan mulut kemaluanitu dan kocokan tangan hanya meremas bola-nya ....
"Tanteeee ... ..ahhh..oohhh ... .ssssshhhhh" agak berteriak pemuda, dan semburan kuat dari lubang dikepala kemaluan di bagian belakang lidah saya hampir tersedak saya dan diisi mulutku dengan cairan kental dan panas tanpa berpikir menelan habis ...., Tapi semburan itu tidak hanya sekali, beberapa kali dalam jumlah yang cukup, dan menelan kecepatan saya tidak sebanding dengan semburan kecepatan .., sebagian keluar dari sisi mulut saya ... tapi Saya taatp tidak melepaskan jepitan bibirku di kepala alat kelamin suami saya keponakan untuk berhenti, maka saya lidahkua membersihkannya, lalu menatapnya sambil tersenyum.

"Bagus ...?" Saya bertanya ...?
Dia hanya mengangguk dan mengusap kepalanya.

"Belok ..." bisikku, dan sekarang aku telentang di sofa.
Aku bertanya Dino payudara mengisap puting dan lidah bergerak sesuai dengan perintah saya. Saya tahu bahwa pemuda itu masih 'hijau' maka saya membawanya 'untuk mengeksplorasi tubuh saya dengan lidahnya dan mengajarkannya bagaimana ia harus menggunakan lidahnya ketika mulut mencapai selangkangan

"Ya..disitu ... ahhh ... ..di semut adalah semut klitoris Din ... bibi ... ahhhh, ya masukan lidah Anda ... ohhh ...." Tapi irama tidak konstan, dan pecahnya perhatian antara menikmati dan mengatakan kepada saya sulit untuk mencapai puncak mendambakan.

Belum lima menit Dino menjilat saya melihat apakah kemaluannya telah mengeras lagi ... anak-anak dasar ...............................

Saya mengirim Dino telentang dan dengan posisi di atas saya mengarahkan kemaluannya memasuki pangkal paha sudah sangat basah ...... .dengan aku perlahan menurunkan pinggul saya dan kepala kemaluan besar, jauh lebih besar daripada milik suami saya mulai menembus .. . .cukup lama aku berjuang agar kemaluan dapat menembus pangkal paha yang cukup sempit untuk dia dan akhirnya setelah hampir semua set saya mulai bergerak, kadang-kadang pinggul saya maju mundur ... berputar dan naik turun.

1 (84)

Dino cukup kreatif .... Tangannya juga bekerja diremas-remas dan sesekali mengangkat kepalanya untuk mencium dan menghisap puting payudara saya.

"Shh ... ah .. Dino ... .batangmua besar..aduh..enak ...." Aku mulai meracau dan gerakan lokal dalam irama, aku merasa gelombang kenikmatan mulai menerjang dan naik ... naik .. . dan AAAhhhhhhhhhhh ...... ..dengan setengah berteriak aku orgasmeku mencapai orgasme yang sangat kuat sudah betahun tahun tidak pernah bisa diberikan suami saya.

Saya runtuh dada pemuda itu dan bibirku mencari bibir, kami berciuman untuk waktu yang lama.

Saya tahu bahwa Dino masih belum 'keluar' lagi ... tapi aku terlalu lelah untuk berada di atas .. maka saya melepaskan diri..menyuruhnya atas dan sekarang dengan saya di bawah kakiu terbuka lebar dengan salah satu keprihatinan saya sofa kesenderan dan dino mudah kali ini memasuki saya.

Pergerakan orang muda secara teratur dan merasa bagaimana alat kelamin besar menusuk dan bagian mengexplorasi di pangkal paha sampai ke bagian yang belum tersentuh oleh suami tersenah saya dan gelinjang dan merasa tak tertahankan nikmta membuat gelombang kembali menerjang ke arah orgasme.

1 (83)

Dino telah mempercepat gerakannya dan aku mencoba untuk mengimbangi gerakan dengan bergoyang pinggul dan akhirnya tempat terkendali "Tante..Dino keluar ......"
"Keluarin Din ......" dan aku mencubit pinggang pemuda dengan kedua kaki kutautkan sehingga ayam dimakamkan lebih dalam dan akhirnya dengan erangan keras bersama dengan orgasmeku, aku merasa cairan hangat menyemprot jauh di dalam ..
Erangan, erangan dan nafas memburu kami terdengar kamar dikeheningan jelas dan akhirnya kami berdua berpelukan erat lemas.

"Din ...., maafin Tante ya ...., Tante membuatmu melakukan ini, lupa bahwa Bibi tua" kataku
"Tante ...., Dino selalu mengagumi Bibi ... Bibi adalah wanita dino paling indah tahu ... dan sama sekali tidak bibi tua ..." katanya, mencium bibirku.
"Tapi ini tidak bisa menjadi kebiasaan Din ...., Ketika Oom tahu ......... .." Aku tidak melanjutkan.
"Dino tahu, ....... Bibi ... jangan khawatir"

Sore itu kami banyak bicara - percakapan dan tidak merasa perlu untuk memakai pakaian kami, dan sebelum matahari terbenam tiba kita menyelesaikan permainan untuk ketiga kalinya, kali ini ia memasuki kemaluannya di posisi belakang dan menyelesaikan misionaris posisi ... kembali rahim menerima percikan sperma selang hangat dan memberi saya kesenangan yang telah hampir terlupakan.

08:00 anak - anak saya dan suami pulang dan malam itu aku tidur sangat nyenyak.

author