cerita sex nikmat nya tubuhnya

1710 views

Suatu hari pada awal bulan Februari 2004, saya sudah merasa agak akrab dengan apa yang disebut kota Surabaya karena saya sudah dua bulan di Surabaya. Aku emang agak lambat untuk mengenali lingkungan karena saya lebih suka berada di kamar sendirian.

Suatu sore ketika saya masih di Delta plaza untuk membeli beberapa kebutuhan sehari-hari saya dan kebutuhan mandi. Pada saat aku memasuki plaza itu dengan santai karena aku tidak terburu-buru, dan aku memasuki salah satu supermarket di sana dan memilih kebutuhan barang, dan setelah selesai aku pergi ke kasir dan antri ada .. dan emang antrian agak panjang untuk Sabtu malam,

Karena agak bosan antri maka saya melihat kanan depan dan belakang kiri seperti desa. Ketika kuperhatiin di depan saya ternyata seorang ibu yang membawa banyak belanjaan di keranjang belanja, dan tampaknya dia agak keberatan. Ketika kuperhatiin lanjut ternyata dia cukup menarik meskipun dia agak lebih berat. Dari dia saya memperkirakan sekitar usia 35 tahun, tinggi sekitar 158 dan beratnya sekitar 65 kg. Payudara Kuperhatiin sekitar 34C wah? Benar-benar besar? Sampai membayangkan pikiran-pikiran kotor di otak saya yang weve ngeres. Posisi dia berdiri sedikit menyamping sehingga saya bisa puas melihat dari samping dan ketika dia mengunjungi saya (mungkin merasa di perhatiin) dan bentrok dengan mata saya dan dia tersenyum padaku sampai aku agak malu karena tertangkap menatap semua detail yang.

1 (191)

Pada pergantian wanita di depan saya ketika dia mengangkat barang-barang belanjaannya dan salah satu bahan makanan turun secara otomatis aku menangkapnya dan ternyata dia juga mencoba untuk merebut barang sehingga bahkan jika barang diadakan di cek oleh saya ternyata terpegang juga dengan tangan sehingga kita seolah-olah memegang tangan.

"Maaf Mbak," kataku agak malu karena tangannya menyentuh halus dan hangat itu.
"Nah Dik baik-baik saja, terima kasih telah membantu saya menangkap belanjaan yang jatuh" katanya, tersenyum.

Kemudian ia melanjutkan aktivitasnya dengan kasir, setelah semua dia pergi keluar dan berbalik kepada saya sambil mengangguk padaku dan bibir tersenuym manis. , Dan aku mengangguk, tersenyum.

Setelah selesai berbelanja maka saya santai sedikit cara menuju pintu keluar, ternyata pada wanita lobi masih di lobi dan di samping banyak bahan makanan, maka saya lewat di depannya dengan cueknya dan pura-pura tidak mengenalinya.

"Ech, Dik" katanya, setelah saya.
"Ya Bu, apa Ech .. .. Ini Mbak yang yaa" kataku.
"Ya adik, adik tidak ingin ya Bantu Dik" tanyanya.
"Jika saya bisa membantu ya senang saya Bantuan Mbak. Och ya, nama saya Dony .." kataku sambil bertanya.
"Saya Ida," katanya sambil mengulurkan tangannya.
"Apa yang bisa saya Bantu Mbak" tanyaku.
"Itu, ya hal yang benar banyak jadi bingung dia ke mobil Mbak, jadi jika Anda dapat meminta bantuan ama Dik Dony buat bantuin Mbak Mbak angkat barang-barang ke dalam mobil. Bahkan kemudian, jika pikiran bisbol Dik Dony "kata wanita itu sambil tersenyum tapi matanya petisi penuh.
"Oh, jadi, jika hanya jadi pula mudah karena barang-barang saya hanya sedikit sehingga enggak masalah jika hanya Bantu Mbak" kataku Suster Ida mendekati bahan makanan.
"Terima kasih sebelumnya tahu Dik Dony, Mbak telah merepotkan" kata Suster Ida agak kurang enak.
"Baseball baik-baik saja ya selalu. O .. Ya .. Mobil Mbak di sebelah mana" tanyaku.
"Ada" kata Suster Ida sambil menunjuk mobil Suzuki Baleno metalik warna hitam.

Kemudian kami pergi keluar untuk mendapatkan ke mobil dan aku mengakat barang kelontong mabk Ida, cukup berat pula, tapi demi Mbak menarik ini saya ingin. Setelah meletakkan semua belanjaan Ms Ida kemudian saya meninggalkan untuk pergi.

1 (190)

"Terima kasih, Anda tahu Dik Dony, telah bantuin Mbak. O .. Ya. Dik Dony rumah tempat" tanya Suster Ida.
"Rumah saya di Jl. M" kataku beberapa saat Ms Ida tampak bahwa tubuh seksi itu.
"Kemudian kami bersama-sama menulis kembali, karena rumah di perumahan Mbak G sehingga dekat dengan" mengundang Suster Ida.
"Saya tidak perlu mengundang Mbak Mbak ntar ngrepotin" kataku lembut.
"Tidak ngrepotin benar, Mbak senang ketika Dik Dony inginkan dengan ama nih jadi karena ada pembicaraan untuk waktu mengemudi" katanya, meminta saya ke dalam mobil.

Lalu aku pergi dan setelah jalan kami mengobrol banyak, ternyata Suster Ida sudah punya suami dan anak laki-laki berusia 4 tahun. Dia mengatakan kepada saya bahwa suaminya adalah seorang pelaut sehingga kembalinya 6 bulan dan kadang-kadang bahkan setahun sekali, dan ia tinggal di rumah dengan anak dan pembantunya.

"Mampir ke rumah dulu ya Dik Dony Mbak, Mbak anterin kemudian biarkan Dik Dony ketika saya membawa pulang barang" kata Suster Ida dan aku hanya mengangguk.

Saat memasuki gerbang rumahnya dan melihat sebuah rumah yang sangat mewah. Dan aku akan membawa barang-barang Mbak Ida ke rumahnya, maka saya dapat duduk di ruang tamu.

"Dik Dony mau minum apa?" Tanya Suster Ida.
"Saya tidak perlu ya, lagian aku kembali sebentar lagi" jawabku.
"Minum deh sementara kita chatting, telah lama Mbak tidak ada teman untuk chatting. Apakah Anda ingin susu dingin" tanya Suster Ida.
"Mei" Aku hanya menjawab.
"Sambil menunggu minuman Dik Dony menonton pertama kali menulis" kata Suster Ida, mengambil remote TV dan menyerahkannya kepada saya dan kemudian ia pergi ke belakang untuk mengambil minuman untuk saya.

Ketika TV kuhidupkan otomatis berubah menjadi dvd dan film ternyata film semi-porno. Saya menulis keren untuk menonton, bisbol menyadari adalah Ms Ida lagi mengambil minum, dan saya menyerap film semi-porno.

"Suka menonton gituan ya Dik," kata Suster Ida sudah di belakang saya tiba-tiba.

Saya terkejut dan malu, lalu kumatiin TV. Saya melihat Suster Ida telah berubah pakaiannya, sekarang mabk Ida mengenakan celana pendek dan Anda dapat melihat. Sehingga terlihat paha putih mulus dan ia tidak mengenakan bra sehingga putingnya terlihat menjulang di belakangnya Anda dapat melihatnya.

"Ech, enggak harus di matiin, Dik Dony telah melakukan memalukan untuk menonton gituan. Mbak juga suka menonton film pula gituan begitu baik kita ngobrol sambil nonton bareng" kata Suster Ida.

Kemudian kuhidupkan TV lagi dan kami mengobrol sambil menonton film, ketika ternyata napas kuperhatiin Ms Ida tidak muncul secara teratur, tampaknya Ms Ida sudah memegang hornynya. Dan Ms Ida merapat ketubuhku sambil tangannya meremas tanganku. Kemudian ia mencoba menciumku dan aku mencoba untuk menghindari.

"Tidak ada Mbak" kataku.
"Kenapa Dik, apa Mbak sudah terlalu tua sehingga tidak menarik lagi bagi Dony Dik" kata Suster Ida.
"Tidak begitu Mbak, Mbak masih cantik dan seksi, yang orang itu seh tertarik ama enggak Mbak. Mbak Tapi Anda punya seorang suami dan kemudian ketika di lihat pembantu ama enggak baik benar Mbak, " Saya membalas.
"Ah .. Mbak suami sudah 8 bulan tidak kembali begitu kesepian Mbak, Dik Dony ingin nolong buat ilangin kesepian Mbak Mbak. Mbak, sementara pembantu di lantai atas anak-anak bermain ama Mbak "kata Suster Ida.

Tanpa menjawab membayar Mbak Ida dengan lembut mencium dan t

1 (189)angan saya mulai bermain di belakang pakaian yang Suster Ida bisa menyerahkan meremas lembut Mbak Ida payudara besar dan seksi. Nafas Ms Ida semakin tidak seragam dan mulutnya mulai mendesis ketika lidahku sudah bermain di leher dan telinga Suster Ida.

"Kami ke ruang yuk Mbak" kata Suster Ida.

Kemudian kami berjalan ke ruang Ms Ida. Sesampainya di ruang Suster Ida, Ida Mbak langsung pada saya dan mencium saya, dan saya tidak akan kehilangan sigapnya. Aku mencium Suster Ida seluhur leher dan telinga, dan jangan lupa bermain lidahku di leher dan telinga sementara meremas tangan saya, membelai payudara Suster Ida dan mendapatkan bawah.

Lalu aku membuka baju Suster Ida, wah .. ternyata tubuhnya sangat seksi dengan sepasang payudara besar berukuran 34C dan masih ketat dan tidak muncul bahwa Ms. Ida tidak pernah melahirkan seorang anak. Payudaranya yang mengangkat ke atas dengan sepasang puting yang berwarna merah gelap. Kemudian Suster Ida kuciumin payudara, puting dan bit-kuisap gigitan kecil sehingga Ibu Ida mengluh dan mendesis menahan kesenangan kesenangan yang saya berikan.

Kemudian setelah puas dengan payuadaranya kemudian membuka celana pendek Ms. Ida, dan muncul lebah kecil yang indah dan ditumbuhi bulu hitam dan halus. Lembah ciuman Ms Ida kaget, saya tidak peduli, maka clit kujilati kemerahan hitam. Ibu Ida menjerit menahan kesenangan dan segera semen Ms Ida membanjiri keuluar dari saluran vagina. Ibu Ida merosot.

"Apa yang kamu lakukan sayang. Suami Mbak Mbak pernah diperlakukan seperti ini. Dik Dony luar biasa emang" kata Suster Ida.

Lalu aku pergi ke kegitatan lidahku di sekitar leher dan telinga sedangkan kedua tangan berada di kedua payudara Mbak Ida sangat seksi. Ibu Ida-geliatkan mulai menggeliat tubuhnya untuk kesenangan menahan tertahankan baginya. Suster Ida mengerutkan kening tangan sampai bajuku dan kemudian membuka celana saya jadi saya hanya hanya mengenakan pakaian dalam. Mr P ku yang sudah tegang mencuat dari celana saya karena emang penis saya ketika dia tegang selalu mencuat dari balik pakaian celana saya tidak cocok untuk menampung besar dan panjang penis saya. Ibu Ida menatap penis saya mencuat dari balik celana saya dan kemudian dia membuka celana saya sehingga kepercayaan rudal di Anda ngacung di depan mata yang melihatnya Mbak Ida difilmkan.

1 (188)

"Wow .. benar-benar besar benar-benar Dik Dony, Mbak suami baru saja ini enggak besar dan jauh lebih kceil" kata Suster Ida, membelai Mr P saya.

Kemudian lidah saya sudah bermain di payudara dan Mbak Mbak Ida Ida menjerit keenakan dan getaran tangan untuk mengocok rudalku. Lalu aku mulai mengalihkan perhatian ke Ibu Ida dan kujilati Vagina Vagina sehingga Mbak Mbak Ida Ida seperti kejang menerima lidah serangan saya pada vaginanya. Aku meletakkan lidah saya ke dalam vagina Mbak Ida sudah banjir kembali.

"Ini donk sayang, tidak menyiksa Mbak. Cepat masuk Anda Sayang" kata Suster Ida memohoin karena tidak tahan menahan rangsangan memberikan.

Tanpa perintah dua kali kemudian kuarahkan rudahku ke dalam vagina Suster Ida, itu tidak bisa, maka saya menggesek-gesekan kepala rudalku untuk penetrasi yang bisa masuk ke liang kemaluan rudalku Suster Ida. Setelah saya merasa cukup penetrasi kemudian rudalku kumasukan ke liang senggamanya. Kepala Rudalku telah pergi ke dalam lubang vaginanya ketika saya mencoba untuk membuat semuanya masuk ternta tidak bisa masuk karena vagina sangat sempit untuk Ms Ida rudalku berukuran 17 cm dan diameter 4 cm.

Kemudian kukeluar masukkan perlahan ke [ala rudalku dan kemudian menekan rudalku agak paksa yang menggali ke dalam vaginanya Suster Ida. Suster Ida terlihat meringis wajah saya jadi tidak tega maka saya berhenti dan gerakan rudalku mulutku beraksi lagi di sekitar dada sehingga Mbak Mbak Ida mendesah Ida diilhamkan keras. Kemudian saya mencoba untuk memasukkan rudalku dan mampu untuk masuk Ā¾ bagian dan kemudian kugerakan keluar dan ternyata mebuat Suster Ida bingung dan berteriak nikamat mulut dan menggeleng kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil tangannya mencengkeram tepi kasur.

Kemudian ketekan rudalku sulit menghilang ke dalam vaginanya Suster Ida dan menyentuh dinding rahim Suster Ida. Kemudian gerakan saya masuk dan keluar dari vaginanya Suster Ida, Mbak Ida-teaik berteriak keras ketika gerakan-grwakkan saya rudalku dengan cepat dan segera aku merasa ada penjepit keras dari vagina Mbak Mbak Ida Ida dan tubuh kaku dan terasalah semburan hangat di rudalku kepala Suster vaginanya Ida. Ibu Ida merosot setelah menikmati orgasme. Tanpa rudalku ditarik keluar dari vagina Ms Ida kemudian pelutk saya Mbak Ida tubuh gemuk dan mencium keningnya.

"Hebat Anda Saudara, saya baru-baru menikmati kesenangan yang luar biasa" Suster Ida sambil menatapku dengan kagum, karena saya belum keringat sedikitpun.

Setelah saya merasa Mbak Ida sudah agak pulih napas dan kemudian genjot lagi rudalku di vagina Ms Ida. Dan itu melewati babak delapan dengan berbagai gaya yang kami lakukan.

"Mengapa tidak keluar terlalu sayang, sudah lemas ya Mbak, Mbak silakan donk bisbol sudah kuat neh" kata Suster Ida meminta untuk mengakhiri permainan saya.

Tanpa menjawab genjot saya lagi rudalku ke dalam vaginanya Suster Ida, Mbak Ida hanya bisa menjerit keenakan hanya menggelengkan kepala mereka sdudah tubuh gerakkannya lemas begitu terbatas.

"Mbak akan keluar lagi ya sayang" kata Suster Ida.
"Mbak yuk serempak. Dony juga telah keluar ya. Keluarin di mana" tanyaku sambil menahan napas karena harus menahan seluruh cairanku mengalir menuju rudalku.
"Dalam kursus" kata Suster Ida, gemetar pantatnya

Kemudian saya genjot keluar rudalku cepat.

1 (187)

"Oughh .. sayang cepat Mbak sudah keluar. Ya" Suster Ida mengatakan sementara tubuhnya menegang orgasme siap adalah untuk sembilannya.

Lalu aku merasa menyempit kanal vaginanya dan menjepit rudalku sehingga tak tertahankan mengalir keluar seluruh cairan tubuh saya dari vagina ke Suster Ida.

"Ouaghh .." Suster Ida berteriak keras, saya merasa ada kepala semprot rudalku hangat dari vagina sehingga liang Mbak Mbak Ida Ida semen banjir dengan kami berdua.

Setelah waktu yang lama dan kemudian ditarik keluar dari rudalku vaginanya Suster Ida. Kemudian Suster Ida kepeluk tubuh dan mencium keningnya, lalu aku berbaring di samping Ms Ida untuk mengatur napas tidak teratur.

Setelah mandi bersama-sama (satu putaran lebih di kamar mandi) dan kami berpakaian dan menuju ke ruang tamu.

"Anda hanya memanggil Mbak Mbak bernama bisbol anyways kita usia jauh berbeda dari" kata Suster Ida, mencium pipiku.
"Ya Mbak. Saya 25 tahun nih" kataku.
"Kamu besok, besok masih ingin bermain ama aku" kata Suster Ida mulai biar lebih akrab.
"Tentu saja, sayang. Siapa yang tidak ingin ama tubuh seksi dan wajah yang manis seperti ini. Emang Ida tidak ketauan takut" kataku.
"Nah donk. Orang benar-benar selain itu, anak saya sepi tidur disni di kamarnya sendiri jadi ada apa-apa di kamar saya enggak benar akan ketauan" kata Ida sambil mengedipkan mata.
"Oke. Lalu aku kembali ke kostku yaa pertama" kataku sambil berdiri.
"Tunggu sebentar. Aku akan berjalan pulang" Suster Ida sambil pergi untuk mendapatkan kunci untuk mobilnya.

Itu sampai sekarang saya hampir setiap malam di rumah Mbak Mbak Ida Ida memuaskan nafsu makan untuk waktu yang lama tidak disalurkan. Saya akan sejauh bahwa hampir tidak punya waktu untuk mengunjungi pacarku.

author