cerita sex ngeseks sama dosen cantik

2285 views

Cerita dimulai pada waktu itu saya lagi di semester keenam belajar di salah satu universitas swasta di Bandung. Cerita kemudian aku lagi putus dengan pacar saya dan dia tidak tahu dirinya sendiri, mencintai bertindak, akhirnya keluar dari kisah cinta saya hanya 2 tahun. Pada waktu itu saya tinggal lima dengan teman kuliah, juga, kami tinggal di rumah atau leasing rumah selama lima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Pada awalnya saya berkata kepada adik saya, "Sudah, saya membagi rumah atau kos di tempat", tapi itu begitu sayangnya saudara saya untuk saya, jadi saya tidak diizinkan untuk membagi rumah. Kami juga tinggal di rumah dengan saudara saya tiga teman-teman perempuan.

Ada satu di antara mereka telah menjadi dosen tapi di universitas lain, nama Ibu Vivin. Kita semua dipanggil ibunya menyarankan usia 40 tahun tapi belum menikah. Vivin ibu bertanya, "Hei, kau terlambat pula sering melamun pula, apa ngelamunin yok? Jangan-jangan ngelamunin yang .."
"Itulah yang jadi Ibu?" Saya bertanya.

Memang, dalam kesehari-harian, ibu Vivin tahu karena saya sering curhat ke dia karena saya pikir dia sudah tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,
"Kau tahu masalah yang saya hadapi? Sekarang aku hanya rusak pada pacar saya," kataku.
"Oh .. jadi ceritanya, pantesan aja aja dari minggu lalu murung dan sering ngalamun sendiri", kata Ibu Vivin.
Aku begitu dekat dengan Ibu Vivin sampai suatu waktu saya mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Pada saat itu segala sesuatu tepatnya sore di perguruan tinggi, saya sakit kepala akan saya melewatkan keluar dari perguruan tinggi. Sore itu tepat pukul 11:00 ketika aku bangun, eh agak heran mengapa masih ada orang di rumah, biasanya ketika di siang hari terbuka seperti ini sudah di ada satu di rumah tapi mengapa hari ini saya pikir ada ya teman-teman di rumah. Aku pergi ke dapur.

1 (159)

"Ibu Vivin Eh, tidak mengajarkan Mom?" Saya bertanya.
"Anda benar-benar tidak kuliah?" Dia bertanya.
"Ibu sakit Out," kataku.
"Apa yang sakit?" Menggoda Ibu Vivin.
"Ah .. Ibu Vivin bisa saja", kataku.
"Ini telah dimakan belum?" Dia bertanya.
"Tidak Bu," kataku.
"Ini hanya semua ibu yang sama Masakin Anda ya", katanya.
Dengan cekatan ibu Vivin memasak, kami segera makan bersama sambil mengobrol di sekitar ke titik yang kita bahas cerita agak seksis. Saya pikir Anda tidak suka nama Vivin cerita seks, eh tau-taunya dia menjawab dengan cerita yang panas lagi. Kami sudah semakin jauh ngomongnya. Pada saat itu saya sedang berbicara tentang wanita yang sudah lama tidak merasakan hubungan dengan jenis lain.
"Apa yang ada sehingga keinginan untuk itu?" Saya bertanya.
"Enak aja, emangnya nafsu berkenalan dengan usia sehingga", katanya.
"Oh, kalau begitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan spesies lain," kataku.
"Jadi pasti dong", katanya.

"Lanjutkan dengan siapa ibu untuk itu, ibu yang belum menikah", dengan lezat saya nyeletuk.
"Saya melakukan pula," kataku lagi dengan sedikit dingin sementara aku menatap wajahnya. Vivin agak pudar ibu merah tahu apa yang terjadi keberanian semakin booming dan yang tahu kapan awal saya mulai memegang tangannya. Dengan sedikit gugup ibu Vivin kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu dia sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.
"Oke, maaf ya Bu, aku sudah terlalu lancang untuk Ibu Vivin", kataku.
"Tidak, aku benar-benar salah untuk memulai dengan meladenimu membicarakannya", katanya.
Dengan sedikit kegembiraan di hati saya dengan tangannya dengan lembut di tangan saya lagi saya menempatkan bibirku untuk dahinya. Lembut mencium dahinya. Vivin ibu terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga mencium sedikit di bawah telinga dengan lembut berbisik, "Aku mencintaimu, Ibu Vivin", tapi dia tidak menjawab sama sekali.
Dengan sedikit ragu-ragu juga aku membawa bibirku mendekati bibirnya. Piala .. begitu lembut aku merasakan kelembutan bibir. Aduh lembut, dengan cekatan aku sudah menarik diri rangkulanku, dengan sedikit cemas lagi mencium bibirnya. Dengan bibir sedikit terbuka dengan sambutan lembut. Aku mencium bibir bawahnya, eh .. tiba-tiba dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak saya buang. Kutelusuri rongga mulut dengan lidah kukulum minimal. Aku mencium, "Aah .. cup .. cup .. cup .." ia mulai dengan membakar nafsu balasan kecupanku, ada sekitar 10 menitan kita lakukan, tapi kali ini dia dengan mata terbuka. Dengan kayak berjuang sedikit kelelahan kerja keras saja.

"Aah .. jangan panggil Ibu, memanggil Vivin aja!
Ibu Vivin bisikan, "kami Vivin ke kamarku hanya yuk!".
Dengan sedikit terkejut tapi tanpa perlawanan berarti saya membawanya ke kamarku. Aku membawanya untuk duduk di tepi tempat tidur. Aku tidak tahan lagi, kali ini aku sedang menunggu. Perlahan aku membuka pakaian kacing satu per satu, dengan rakus aku melihat tubuhnya. Ala mak .. keindahan tubuh ini, mengapa tidak masih ada orang-orang yang kepengin secukupnya. Dengan kujilati tikungan kecil dengan pasien. Pertama-tama belahan kembar gunung. "Ah .. .. terus Ian ssh", Mrs. Vivin tidak sabar lagi, aku membuka bra-nya, terpampang memiliki buah-buahan kembar ukuran gemuk 34 B. mencium ganti-turn, "Aah .. ssh .." dengan sedikit bit bawah kutelusuri karena saat itu dia benar menggunakan celana pendek dan celana kain agak tipis terlalu tipis, kuelus dengan lembut, "Aah .. Saya juga telah mulai terangsang.
Celana pendek Kusikapkan untuk dipisahkan sekaligus dengan celana dalamnya, hu .. gundukan indah mengembang. Kuelus lembut membelai gundukan itu, "Aah .. uh .. .. Ian ssh Anda benar-benar pintar pula, saya juga tidak tahan lagi", sebenarnya itu adalah seorang pemula untuk saya, eh ternyata Vivin juga kepengin membuka celana saya sekaligus menarik selain sudah menulis celana pendek celana saya pada waktu yang sama. "Oh, bagus .. jadi", katanya. Sekitar 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut ia membelai zakarku, "Uuh .. uh .. shh .." hati-hati aku berubah posisi 69, saya mencari punuk saat dengan pasti dan lembut. Aku mulai berciuman di pusar terus turun, kulumat feminin lembut, saya mencoba untuk menempatkan lidah saya ke dalam lubang kemaluannya, "Aah .. uh .. .. terus Ian ssh", Vivin mengerang. "Aku juga baik Vivin", kataku. Lembut bubuk kepala pangkal paha habis, di menjilat lembut, "Assh .. oh .. ah .. Vivin terus sayang", dengan lahap juga saya menyapu semua ayam pit dinding, "AAHK .. eh .. ssh .." sekitar 15 kita lakukan posisi 69 menit, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Posisi kurubah, bibir kembali memanggut.

1 (158)

Sudah terasa kepala selangkangan mencari kandang. Dengan bantuan dari tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit aku mendorong pinggulku, "Aakh .. sshh .. perlahan ya Ian, aku masih perawan," katanya. "Haa .." Saya terkejut, benar-benar rupanya dia masih suci. Dengan satu dorongan sudah terasa licin. Blesst, "AAHK .." teriak Vivin, sebentar kudiamkan untuk menghentikan rasa sakit, setelah 2 panjang menitan mulai lagi berasal selangkangan tarik dari dalam, terus kumaju dukungan. Mungkin karena pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin .. "Aakh .. .. ahhkk USSH ushh .. .. Aku ingin keluar Ian", katanya. "Tunggu, aku sudah pergi keluar akh .." kataku. Tiba-tiba menegang sudah ayam pit menjepit batang kemaluanku dan merasa kepala batang kemaluanku air flushing sama surga, membuat saya kuat tidak lagi memuntahkan .. "Crot Crot .. .. cret .." terlalu banyak air dalam lubang ayam cum muncrat. "Aakh .." aku lemas habis, aku berbaring di sampingnya. Dia lembut mencium bibir saya, "Kau menyesal Ian?" Dia bertanya. "Ah tidak, Kitakan sama-sama bersedia." Kami dengan cepat pembersihan sehingga tidak ada kecurigaan, dan sejak itu saya bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kita lakukan jika di rumah Anda kesepian, atau di tempat ketika kita sudah sekarat dan di rumah itu penuh sesak. sejak insiden pada kami berdua mulai tumbuh benih-benih cinta, dan sekarang Ibu Vivien menjadi pacar rahasia saya.

Recent search terms:

  • ngentot dosen
author