cerita sex ngentot dengan teman kerja

4119 views

Saya bekerja sebagai asisten penjualan di supermarket Y di Bandung. Di tempat kerja saya ada seorang gadis bernama Ita. Ita adalah seorang gadis yang paling akrab. Setiap masalah akan ia
ceritakan. Ita adalah, kulit putih yang indah, mata bulat, payudaranya terlalu bulat, tidak terlalu besar tapi cukup untuk membuat siapapun yang dekat dengannya ingin disentuh menantang.
Siapapun yang melihat tubuh Ita pasti naik nafsu syahwatnya. Ita ass terlalu menggoda. Sebahu Rambutnyapun.
"Kisah dewasa saya indah gadis telanjang gudang supermarket di mana saya bekerja"
Ita datang padaku suatu hari, "belakang Fer Ita tubuh gatal ya", Ita mengatakan kepada saya untuk menjadi kasus.
"Silakan menggosok ya, Fer" Ita memberitahuku.
"Kemudian datang ke sini", kataku dengan sedikit terkejut.

1 (411)
"Di sini saja, di gudang lebih nikmat" Ita memberitahuku dengan suara begitu lembut dan begitu manja. Hatiku begitu cair.
"Fer" Ita menarik tanganku menuju ke dalam gudang yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi.
Ita kemudian mengunci pintu gudang, dan mengambil bubuk antiseptik di rak yang berdekatan, lalu menyerahkannya kepada saya. Saya tidak ragu lagi, terus bubuk ditaburi pada telapak
tanganku. Ita pakaian yang menarik yang dikenakannya hingga tengkuk batas. Aku menelan melihat kembali tubuh Ita,

yang belum pernah saya melihat ada pakaian. Aku menepuk bedak yang ada di tanganku pada tubuh Ita. Tubuh hangat. Aku mulai menggosok. Ita sesekali geli, ketika saya mengurutkan jari saya di alur di tengah-tengah tubuh kembali Ita. Maksudku menggosok.

Ita meraba-raba tombol bra, lalu lepaskan, maka terurailah tali bra-nya berada di belakang tubuh. berdesir darahku, aku menelan air liur, melihat aksi Ita yang berani sebelumnya. Aku terus
menggosok, dengan jantung berdebar-debar. Aku merasa penisku sudah mulai mengeras. Aku tidak tahan. Ita kembali tengah scrub tubuh, tangan perlahan-lahan merayap ke dada Ita.
"Hei! Apa-apaan nih", Ita melarang sambil menepuk tanganku.
"Ohh! Maaf," Saya minta maaf.
Tangan kembali ke bekakang. Ita memakai bra yang masih menempel di dadanya, menutupi payudaranya yang kecil. Aku terus menggosok, batas waktu ini ke pinggang. Aku berkelana ke rok Ita
macam, tapi Ita menepuk tanganku lagi.
"Jangan!", Melarang Ita lagi.
"Saya hilang tidak gatal itu?", Aku bertanya Ita.
"Belum!" Kata Ita singkat.

1 (413)
Saya merasa lebih terangsang, penisku mengeras dan tegang pertama! Saya coba lagi merasa dada Ita, kini aku telah dapat memegang Ita payudara lembut, yang ditutupi dengan bra putih. Ita
tidak lagi menepuk tanganku, tapi dia memegang tangan saya bahwa saya takupkan pada payudaranya. Aku mulai meremas payudaranya Ita. Ita menggeliat geli sementara tangan memegang
pergelangan tangan saya. Ita tampaknya sudah mulai merasa terangsang, dan memang ini adalah salah satu cara untuk membuat wanita terangsang. Aku mencium tengkuk Ita. Dia masih menggeliat karena meremas dan mencium. Saya pikir payudaranya semakin tegang. Sekarang peran puting saya memutar Ita pula! Saya menyadari Ita dipeluk dari belakang. Penisku yang beberapa waktu lalu telah saya menggunakan obat memperbesar penis menonjol menambahkan semakin keras saya menggesek-gesek di Ita ass alur. Ita tertawa kecil, merangsang semua! Ita membuka kancing kemejanya dan menyimpannya off bersama dengan bra dan melemparkannya ke lantai.
Payudara Ita sekarang tidak tertutup lagi. Aku terus meremas-remas dan berbalik Ita untuk berurusan dengan saya. Ita ciuman rakus, menyedot-ngulum sementara lidahku. Jadi saya juga akan
membalas dengan serangan rakus Ita. Aku melepas bajuku. Ita mencium dadaku, perutku. Aku masih mencium-mencium payudara tegang nya sudah mengeras. Tanganku meremas pantatnya. Penisku semakin tegang. Ita tiba-tiba berlutut dan membuka ritsleting celana. Dia menarik keluar penisku tegak keras. Ita kagum melihat penisku maksimal tegang itu. Ita mengungkap rambutnya kembali dan "karaoke" batang kejantanannya. Dia menggengam rapi. Sambil menghisap sesegera mungkin, tapi untungnya, sebelum saya telah mengambil pria obat kuat untuk ejakulasi yang cepat saat ini tidak di kulum oleh ita.
Ita mengarahkan batang penis ke dalam matanya, hidungnya, pipinya. Ita mencium sekitar penisku. Saya merasa baik sama sekali. Ita terus menghisap penisku sampai ke dasar secara bertahap
lebih cepat. Aku merasakan kepala penisku anak terkena Ita faring. Sakit rasanya! Saya juga membantu Ita dengan mendorong dan menarik kepalanya.
"Ita, sudah hampir keluar! Sudah hampir keluar! Ita sengaja pura-pura tidak tahu, ketika saya mengatakan maniku sudah hendak keluar. Ita masih menghisap. Air cum disemprot bertemu Ita
rongga mulut. Dia kemudian cabut keluar air ayam dan menjilati cum . tampaknya Dia menikmati ayam sekali. Jadi lembek kembali!
"Aik! Belum ada telah lembek".

1 (410)
Ita menghisap penisku lagi. Penisku begitu ketat lagi. Ita tersenyum padanya. Aku membuka celana saya. Ita duduk di atas meja. Aku berlutut menarik rok dan celana. Ita sudah bugil di
depanku. Tipis warna pirang menutupi rambut vaginanya. Aku mencium sekitarnya. Ita meletakkan kakinya di bahu saya. Aku mengangkang paha Ita. Bibir vagina sedikit terbuka. Aku menjilat.
Aku membuka jari kelingking dan kemudian mencari informasi sedikit demi sedikit jariku menyodok Ita vaginanya.
"Argh, argh, argh!" Ita mengerang pelan. Sekai terlihat vagina basah. Aku meletakkan kepala penisku ke dalam vagina masuk nya. Aku didorong sedikit, "Argh!" Ita mengerang lagi. Laku aku
tekan lagi. "Iya nih!" Suara Ita perlahan. Aku menyodok lagi dalam sedikit dan terus ke dasar. Aku mendorong dan menarik berulang kali. Ita lemas lebih terlihat dan nikmat. Aku merasakan
kehangatan lubang vagina Ita. Ita mencabut penisku keluar. Dia turun dari meja dan mendorong saya ke punggungnya dan duduk di tubuh saya dan masukkan ayam lain ke dalam lubang vagina. Dia mengayunkan ke atas dan ke bawah.
Segera ia menarik penisku keluar lagi. Ita sekarang agresif. Aku mendorongnya telentang lagi. Ita menekan payudaranya dengan kedua tangan.
"Masukkan di celah susu saya dong! Masukkan di celah susu ah ..!" Kata Ita saya. Saya tidak ragu-ragu lagi terus melakukannya tapi hanya sebentar. Aku duduk dan Ita masih telentang, paha
bawah paha Ita, aku didorong lagi penisku ke dalam vaginanya. Aku mengayunkan perlahan. Ramping dan gurih rasanya Ita bangun dan berbaring di atas meja, kakinya lurus ke lantai menungging!
Saya akan berdiri dan membuat 'dog style'. Aku memegang pantat kiri dan kanan Ita dan mengayun lagi. Saya kemudian mengajukan Ita leg berikutnya pada bahu saya dalam posisi terlentang. Aku didorong lagi dan menarik dan mendorong keluar ke dalam vagina, hanya malam yang kami merasakan kepuasan bersama dengan mencoba segala posisi.

Recent search terms:

  • cerita ngentot di gudang
  • Cerita ngentot teman kerja
  • Ita bugil
  • memek teman kerja
author