cerita sex kasih sayang di kelas

2130 views

cerita sex kasih sayang di kelas

cerita sex Nama saya Risa atau biasanya disebut Icha. Saya memiliki wajah yang sedikit indo didukung oleh tubuh saya yang mengatakan teman-teman saya seksi. Saya baru saja lulus dari sekolah tinggi. Cerita ini adalah pengalaman ketika saya masih di SMP kelas 1. pelajaran Hari ini diberikan tidak terlalu banyak karena kami masih dalam tahap transisi dari SMP ke SMA. Aku tidak bisa membayangkan saya bisa masuk ke SMA yang masih favorit di ibukota. Mimpi saya selalu memakai adalh abu-abu putih karena memiliki rok model seragam membuat saya terlihat seksi.

Di antara teman-teman baru saya ada seorang pria yang sangat tertarik, sebut saja namanya Indra. Bayangkan saja wajahnya bisa membuat saya terangsang. Saya sering masturbasi sambil membayangkan Indra. Meskipun sering masturbasi tapi kemudian aku belum pernah bercinta atau telanjang, bahkan petting juag belum. Entah setan apa yang masuk ke otak saya hari itu karena aku berencana untuk menyatakan cinta kepada Indra. Kemudian ketika istirahat saya menelepon Indra.

1 (417)

"Dra, aku tidak tahu bagaimana ngomongnya .."
Aku benar-benar marah ketika ingin mundur tapi sudah terlambat.
"Dra saya peduli elo, lo buka pertanyaan yang berakhir jadi cowok saya?"
Saya merasa sangat malu pada saat itu, itu seperti ditelanjangi di kelas (setidaknya sampai sekarang aku masih mengenakan seragam lengkap. Indra hanya tersenyum, "Saya hanya akan menjawab ya rumah pas".

Selama jam sekolah tak menentu pikiran saya, "Bagaimana jika Indra tidak ingin?" dalam hati saya, "Sesungguhnya aku jd obyek kebencian!" berbagai pertanyaan terus mengalir di otak. Untungnya pelajaran belum begitu maksimal. Bell bahkan berdering, jantung saya berdetak lebih cepat. Aku hanya duduk menunggu di meja saya, saya tidak memiliki keberanian untuk mendekati dan meminta Indra jawaban. Saat kelas secara bertahap sepi Indra mendekati, "Cha Bentar ya, aku menelepon saat" katanya. Aku menunggu sendirian di kelas.
"Jangan-jangan Indra ingin sekolah sepi dan meminta saya untuk bercinta?" kepala penuh pertanyaan. Sampai aku benar-benar tidak bisa berpikir sehat. Dalam penantianku tiba-tiba seseorang datang. Saya kecewa karena tidak datang, tetapi Malik Indra dan Ardy dari kelas I-3. Mereka mendekati, Malik di depan saya dan di samping Ardy. Perlu diingat mereka dapat dikatakan sangat jauh dari tampan. Dengan kulit hitam dan tubuh kurus, saya pikir itu akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.

"Sekali lagi nugguin Indra cha?" Kata Malik.
"Koq tahu?" Saya bilang.
"Itu cerita Indra."
Apa-apaan ya Indra menggunakan segala sesuatu di cerita saya.
"Lo suka sama Indra ya cha?" Tanya Malik lagi. Aku hanya tidak mengatakan apa-apa.
"Koq diem?" Kata Ardy.
"Males tulis jawabannya," kataku.

1 (416)

Bt perasaan mulai menyebar tapi aku harus berhenti karena saya pikir Ardy dan Malik adalah teman Indra.

"Koq lo menjadi seperti cha Indra sama pula?" tanya Ardy tapi kali ini ia menekan kursinya untuk saya dan meletakkan tangannya di paha saya.
"Indra tampan dan kurang ajar seperti bisbol lo!" sambil disikat tangannya di pahaku.
"Lo kaya Brash bagaimana maksudmu?" Tanya Ardy lagi sambil menaruh tangannya lagi di pahaku dan mulai membelai-elusnya.
"Ya, seperti ini!" Aku menjawab, menunjuk tangannya tapi tidak diberhentikan karena aku mulai terangsang dan berpikir mungkin mereka diberitahu Indra.
"Tapi itu bagus, kan?" Malik berbicara saat ini.

Ardy mulai membelai pangkal pahaku. Aku pura-pura memberontak ketika dalam aku ingin dia melanjutkan.
"Saya tidak perjuangan kuasi," kata Malik sambil menunjukkan senyum lebar.
Semakin lama usapannya saya paha saya terbuka lebar.
"Kata Bahwa kita kurang ajar, eh sekarang malah ngangkang."
"Nantangin yah?" Kata Malik.

Dia bergeser bangku di depan meja saya dan mulai masuk di bawah meja saya. Ardy sekarang berubah bekerja pada payudaraku, menggosok tangan kirinya ke payudara kanan saya saat berciuman mulutnya dan menghisap payudara kiri saya sehingga daerah payudara kanan seragam basah saja. Malik, yang berada di bawah meja menjilati paha ke dasar lidah menyentuh paha dan kadang-kadang memekku masih terbungkus CD tipisku putih. Tindakan mereka membuat saya lupa sejenak menggelinjang dan Indra. Ardy membuka kancing kemeja seragam saya satu per satu dan kemudian membuang seragam di suatu tempat. Merasa kurang puas ia melepas dan melemparkan bra saya. Lidahnya menari-nari di sekitar puting saya membuat semakin membesar.

"Ough Dy sudah dong, bagaimana ketika ketauan," kataku
"Tenang aja guru sudah di rumah," kata Malik dari dalam rokku.

Sementara Ardy terus bekerja pada kedua payudara untuk memutar, memeras, memghisap, bahkan gigitan sesekali. Aku benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. Aku merasakan sesuatu yang basah di memekku, saya kira Malik menjilati. Aku tidak bisa melihatnya karena itu ditutupi oleh rok saya.

Perawatan mereka benar-benar membuat saya melayang. Aku merasa pangkal paha sudah sangat basah dan Malik melepas CDku dan melemparkan baik. Dia mengungkapkan rok saya dan terus menjilati vagina. Segera saya merasa tubuh saya kaku. Aku sadar aku akan orgasme. Saya merasa sangat malu untuk menikmati permainan ini. Saya melenguuh lama, setengah berteriak. Aku mengalami orgasme di depan dua orang jelek saya hampir tidak tahu.

"Ha .. ha .. ha .. ha .." mereka tertawa berbarengan.
"Ternyata lo cinta terlalu baik?" Ardy sambil tertawa.
"Jelas," kata Malik.
"SMP dia terkenak pecunnya pertama," kata-kata mereka membuat telingaku panas.

Kemudian mereka mengangkat saya dan menelentangkanku di lantai. Mreka membuka baju. Oh .. ini adalah pertama kalinya aku melihat kontol secara langsung. Biasanya saya hanya melihat porno. Malik membuka lebar paha saya dan meletakkan kaki saya di pundaknya. Perlahan ia meletakkan penisnya ke liang senggamaku.

"Ough, sakit Lik," aku berteriak.
"Tenang Cha, kemudian juga keenakan lo," kata Malik.
"Addicted sebaliknya," kata Ardy.

Perlahan ia mulai menggenjotku, rasanya sakit tapi lezat. Sementara Ardy meraih tanganku dan menuntunnya ke penisnya. Dia meminta saya untuk kocok. Malik memberi kode untuk Ardy, saya tidak mengerti. Ardy dekat kontolnya kemulutku dan bertanya mengulumnya. Aku mejilatinya sesaat dan kemudian memasukkannya ke dalam mulut saya.

"Isep kontol tegas cha" katanya.

Aku mulai menghisap dan kocok dengan mulut saya. Hal ini rupanya membuat ketagihan. Dia didukung pinggangnya maju lebih cepat. Pada saat yang sama Malik kontolnya dorong lebih dalam.

"Mmmffhh" aku ingin berteriak tapi terhalang oleh kontol Ardy.

Rupanya ini adalah arti dari kode mereka, jadi saya tidak berteriak. Saya menyadari kevirginanku diambil mereka, oleh orang-orang yang hanya beberapa hari saya tahu.

"Ternyata ada juga anak-anak yang masih perawan SB SMP"
"Memek emang gadis perawan yang paling baik," kata Malik.

Dia menggenjotku liar, dan tidak sadar bergoyang pinggul dan hisapanku terhadap Ardy kontol lebih cepat juga. Segera aku merasakan orgasme untuk kedua kalinya. Saya menjadi sangat lemah tapi karena goyangan Malik. Malik semakin liar Saya juga akan terus goyang dan mengisap liar. Tak lama Malik menarik keluar penisnya dan lama melenguh diikuti oleh semprotan air mani cepat ke dalam perut saya. Dia merasa puas dan menarik.

Sudah 45 menit aku menghisap kontol Ardy tapi ia tidak pernah orgasme juga. Dia menarik kontol keluar dari mulut saya, saya pikir ini akan menjadi orgasme tapi aku salah. Dia telentang dan meminta saya untuk naik di atasnya. Aku kacau dengan wanita bergaya di atas. Saya berpegang pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Ardy leluasa meremas susu saya. Sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Malik mendorong saya, dan saya jatuh menimpa Ardy. Malik mengungkapkan rok untuk wanita bergaya di atas telah jatuh dan menutupi bagian bawah saya. Dia mulai menggali lubang anusku. Saya ingin memberontak tapi aku tidak ingin pergi saat ini. Jadi saya biarkan dia bekerja pada duburku liang.

Segera aku sudah kembali kepadanya segera ditindah. Kontolnya masuk ke dalam anusku dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburku. Tubuhku benar-benar terasa penuh. Saya menikmati situasi ini. Sampai akhirnya ia mulai memasukkan penuh kontolnya ke dalam anusku. Saya merasa sakit dan nikmat yang tidak diketahui. Jadilah aku berteriak keras. Aku kesakitan tidak membuat mereka kasihan tapi bahkan menggenjotku lebih bersemangat. Sekitar 15 menit mereka membuat saya menjadi sandwich daging dan akhirnya aku orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya. Kali ini aku berteriak sangat keras dan kemudian jatuh lemas labu Ardy. Ketika penjaga masuk sekolah tanpa aku sadar dan menonton saya ditipu dua orang liar ini.

Mereka goyangan semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. Saya sudah lemah hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. Segera mereka berdua berpelukan dan melenguh menyemprotkan panjang semen di kedua liangku. Aku bisa merasakannya mengalir keluar karena memekku tidak cukup menampungnya. Mereka mencabut kedua kontol mereka. Saya lemas dan hampir pingsan langsung memukul saya ketika saya mendengar Ardy mengatakan.

1 (415)

"Inilah beralih ke Pak Maman ngerasain Icha"

Saya melihat penjaga telah telanjang dan kontolnya lebih besar dari Ardy dan Malik mengangkangiku bangga seakan ingin memasuki lubang. Dia membimbing penisnya ke mulut saya untuk saya merokok. Aku kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. Melihat aku kewalahan tampaknya dia ramah dihapus. Tapi sekarang dia bahkan membuat menungging. Dia mencongkel pangkal paha yang telah basah sehingga semakin lama aku akan mengangkat pantatku. Aku benar-benar takut dia menyodomiku.

Akhirnya saya bisa sedikit lega ketika bibir menyentuh pangkal paha kontolnya. Dua jari saat membuka memekku kontolnya terus mencoba untuk memasukkannya. Aku ingin tahu apa yang saya pikir, saya memimpin ke dalam memekku kontolnya. Dia mulai gemetar lembut. Saya sadar mengikuti irama goyang. Yag tersinggkap membuka kancing rok saya dan penggalangan sehingga ia melepas abu saya rok abu-abu di atas kepala saya. Saat ini saya sudah telanjang. Meremas tangannya dan terus menggerayangi payudara saya. Di saat-saat kenikmatan aku sengaja menoleh dan melihat Indra duduk di pojok. Teman Dewi sebangkuku mengoralnya lebih mengejutkan ia memegang camcorder dan itu mengarah ke saya. Aku kesal tapi terlalu terangsang untuk memberontak. Akhirnya saya hanya menikmati saat ini persenggamaan direkam oleh orang-orang yang saya suka.

Meremas gerakan dada saya Pak Maman semakin sengit menjadi lebih cepat. Tapi entah kenapa aku selalu sudah orgasme pertama dibandingkan. Aku berteriak panjang dan diikuti Mr Maman yang menjambak rambut saya dan mengatakan kepada saya kemudian menarik diri meghisapnya kontolnya. Dia berteriak tak karuan. Menjambakku, meremas-remas dadaku sampai ia dipecat air mani di mulutku. Kedengarannya entah bagaimana Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak menelan segalanya. Aku menelan ludah. Mereka meninggalkan aku telanjang di kelas saja. Setelah mereka pergi aku menangis dan mencari seragam yang mereka melemparkan dan tersebar di dalam kelas. Saya menemukan bra saya telah dipotong tepat pada puting dan saya menemukan CDku di depan kelas telah robek. Jadi aku pulang tanpa CD dan bra robek puting.

Recent search terms:

  • cerita ngentot dikelas
author