cerita sex ini kisah sex ku yang rumit dengan tante

1940 views

Ini adalah kisah nyata dari seorang bibi, agak mengejutkan karena ia ml hanya amntan dengan atasannya, tetapi seks, semua ini bisa terjadi dan terjadi di bibi berikut.

Ilustrasi

Suatu pagi, setelah saya mampir kantor suami saya, saya sangat terkejut melihat seorang pria yang tidak ada kantor diberanda. "Sin, bagaimana kabarmu, lama tidak bertemu ya". Dia ternyata Dean, mantan bos di kantor sebelumnya. Aku punya waktu untuk membuat affair dengan dia ketika meskipun saya tidak berhubungan seks dengan dia sampai, hanya petting menulis.

Maklum deh ketika kita sama2 masih single. "Yah mas, mas memenuhi kejutan sekali lagi. Di mana tau mas Sintia sekarang bekerja di sini". Saya sekarang bekerja di perusahaan dibilangan perjalanan Juanda. "Tau aja, dah berapa tahun sehingga kita tidak melihat Anda. Anda lebih indah dan menggairahkan menulis. Sebelumnya diantar siapa, ya suami Anda. Saya mendengar Anda menikah dah". "Dah pernikahan, mas". "O ya, ya, ya kawin pernikahan ama. Hayo apa bedanya, setelah Anda sudah saya kira kation ini". "Tau kok jawabannya, masih ingat, perbedaan antara surat S yang tepat. Jika menggunakan huruf pernikahan, jika kawin dengan knalpot aja S nya, menggunakan pembuluh darah", jawabku sambil tertawa. "Sin, kau tidak sibuk hari ini, jika kita mengambil bisbol memperbaiki yuk, ngoborol tidak baik di sini". Tentu di perusahaan perjalanan, saya tidak bekerja jam terbatas, mo masuk atau enggak tidak mempertanyakan perusahaannya dari salah dan selalu memukul tugas sasaran. "Nah sibuk kok mas, kemarin pekerjaan saya untuk bulan ini selesai semuanya. Sekarang bahkan bingung mo ngerjain apa". "Baik, aku akan menipu Anda ya". "Ih mas, lebih genit menulis". Dia membawa saya ke nomor ancol, ke pasar seni. Pagi seni gini pasar di Ancol kesepian, ya yang saya tanggal pagi2 mo.

1 (286)

Kami menulis jalan2 seniman studio menjelajahi banyak tersebar di sana. Dia meraih tanganku, rasanya sangat intim. "Sin, Mengapa Anda tidak bisa keluar. Aku merindukanmu". "Ya, bagaimana lagi mas. Sintia bos disebut, ditegur karena terlalu akrab ama mas. Sepertinya ada laporan ke bos deh mas, tidak tahu siapa, soal kita petting di tempat parkir mobil pada saat itu . Sintia malu, jadi bertanya brenti deh. Mas sih, mengapa diparkiran ngajakin petting, ya keliatan orang lah ". "Abis dah putus asa tetapi Anda tidak ingin cara saya ama setelah jam kantor". "Sekarang mas emangnya tidak dicariin bos, pagi2 dah ama ngelayap Sintia". "Tidak, aku harus ada seminar, tapi aku mbolos menulis, besok ikutnya menulis, lagian benar-benar membosankan topik hari pertama, saya sudah tahu itu". "Kemudian kita lakukan di sini mo mas". "Kami ngelanjutin sekali yuk Sin". "Kenapa, petting di mobil lagi." "Ya enggak lah, di sini ada motel, kami kesono yuk". Saya masih menulis menurut diundang ke motel. Kegarasi dan bergulir mobilnya memasuki motel petugas doornya ditutup. Saya menulis menurut kemotelnya ditarik masuk. Aku belum pernah ke sebelomnya motel. Ya ruangan itu kamar hotel standar, hanya ada cermin besar dipasang di samping tempat tidur. "Besar demikian juga mas cermin". "Ya, kita akan Melihat diri kita sendiri jika lebih maen". "Maen bercinta mas". Dia tidak menjawab karena petugas datang kembali untuk mengumpulkan biaya sewa ruangan. Dia memperbaikinya, aku duduk di ruang kursi itu.

Dia mengambil minuman dari lemari es, membuka kaleng, masukkan sedotan dan memberikannya kepada saya. "Sin, tidak baik untuk menikah", tanyanya. "Ini bercinta yang baik, Sintia suami cepet mas, baru masuk dah saat keluar", jawabku. "Kasian deh kamu, coba Anda pertama tidak keluar, Anda tidak kecewa seperti sekarang deh", katanya lagi. "Hanya apa mas tua ya jika maen". "Di masa lalu saya mengundang maen Anda tidak ingin, menjadi kami hanya petting dimobil. Eee ketauan lagi. Aku tidak napsu dah benar-benar Sin, jika sudah nafsu itu harus terus maen jadi tidak begitu pasta gigi," katanya, tersenyum. "Apa yang begitu pasta gigi", aku bertanya, tidak mengerti. "Jika sudah nafsu, terus tidak dikeluarin lama2 bisa didalem pasta gigi", dia menjawab dengan tertawa. "Dasar", kataku, mencubit pinggangnya. "Di masa lalu pacaran foto doang", katanya lagi. "Bagaimana foto", aku bertanya, tidak mengerti. "Ya, yang memegang dada bagian atas seperti foto, jadi", katanya. "Ya mo dimobil bagaimana lagi, mas juga ngeraba2 sampai cd Sintia turun baik sampai basah kuyup. Mas ndiri sudah menikah" ucapku membelokkan pembicaraan. "Anda sampai basah, wah keenakan dong. Aku masih sendiri, menclok dari satu bunga ke bunga yang lain," jawabnya. "Lanjutkan untuk meminta menikmati semua kembang api mas dong", aku bertanya lagi. "La iya lah, karena jika dapet nikmat", katanya. "Terus dikasi mas", aku bertanya lebih lanjut. "Sering pula diberikan, jika sekarang saya meminta Anda untuk diberikan tidak Sin, Anda jablay benar", katanya sambil memelukku. Wajahnya sangat lambat didekatkan wajahku.

Tanpa menunggu jawaban saya, dia putus asa untuk mencium bibirku serta menginginkannya. Saya terkejut tapi tidak menolak bahkan menyambut ciuman, tangannya segera meraih toketku dan diremas2nya dengan gemas. "Sin, katanya" Saya ingin ngent0t dengan Anda ", katanya terus terang sambil terus meremes2 toketku. Tombol kemeja saya mulai membuka satu persatu, kemudian tangannya merogoh bra saya. Toketku langsung diremesnya lagi, jari2nya kemudian memlintir pentilku . Aku menjadi terangsang karena perbuatannya. "Ah, mas ih nakal", Kataku manja. "Tapi kau menyukainya seperti diremes2 ini. Aku memelukmu non0k Sin ya, aku sudah kepengin ya ", katanya sambil membuka celana retsluiting. Dia tidak menunggu lampu hijau dari saya, tapi tindakan langsung saja. Aku membiarkan tindakan saya. Celana saya bukan diplorotkan CDku terlihat sampai kepaha sangat tipis dan minim.

Serta menginginkannya sela2 tangan langsung masuk ke paha saya dan mengusap non0kku masih dilapisi CD. "Dosa sudah basah benar-benar non0k Anda, Anda sudah nafsu ya, rambut kemaluan Anda Sin benar-benar padat, tak heran Anda nafsu cepet benar-benar basah, Anda nafsu besar", katanya lagi. Saya bingung apakah akan membiarkan dia mengent0ti saya atau tidak, dalam hati saya, saya masih kepengen ngerasain kenikmatan ketika dient0t. Akhirnya saya biarkan dia merasa seluruh tubuh. Aku buka retsluiting celana juga, menurunkan celananya, kemudian aku merogoh CD masuk, wow kont0lnya lebih besar dan lebih panjang dari suami kont0l saya, ngacengnya sudah keras sekali. "Gede mas sangat kont0l" kataku. "Hanya apa yang Anda tidak pernah ngerasain kont0l besar dengan saya," katanya bangga. "Tidak ada kont0l segede mas", jawabku terus terang. "Nah kalau begitu Anda masih non0k sempit dong, hanya miss kont0l kecil. Anda ingin aku ent0t", dia tertawa. Kont0lnya cukup besar juga, teropong, atas melengkung dan vena menggembung-menggembung. "Wow! ... Pasti ngejerit kalo mas mas gadis ent0t dong". "Ya, keenakan ngejerit. Segera Anda terlalu jerit2, gadis kaya padat jembutnya Anda benar-benar liar saat aku dient0t", katanya.

Kemeja dan celana dilepaskan dan dia hanya meremas2 kembali toketku. Tidak lama setelah bra saya telah diambil dari. Dia mencium keningku, lalu mataku. Aku menutup menikmati ciuman dan remasannya ditoketku. Ciuman ke hidung, pipi dan akhirnya mendarat di bibirku. Napas saya mendapatkan berburu sedikit, kami berdua tenggelam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan mulutnya untuk leher saya, ke bahu, kemudian turun ke toketku yang sudah mengeras. Ia bermain dipentilku lidahnya yang juga telah mengeras, kiri dan kemudian kanan. "Aah baik," kataku terengah-engah karena napsuku sudah berkobar2. Dia terus mencium pentilku, lalu turun ke perut saya dan mencium puserku, saya selalu menggelitik jika puserku mencium. Puserku ciuman, tenun tangan di belakang saya dan menyentuh Mini CD non0kku. Otomatis mengangkang paha saya sehingga ia mudah non0kku akses. "Sin, rambut kemaluan ni, sangat padat," katanya mengelus2 jembutku.

Kemudian jari turun dinon0kku dan terus mengilik2 it1lku. "Sin non0kmu sudah sangat basah, setelah Anda sudah mendalam ya", katanya. Aku tidak menjawab kata-katanya hanya mengerang keenakan karena jari kilikan it1lku lebih cepat. Kemudian mencium jembutku mulutnya dan kemudian mengganti lidahnya mengilik it1lku. Saya semakin tidak dapat menahan napsuku dan eranganku keras. Dia segera meremas kedua toketku dan memlintir2 pentilku. "Sintia sudah ingin dient0t ya, masukkan mas dong kont0l", kataku bertanya. Lidahnya terus menjilati it1lku sehingga kembali aku mendesah keenakan. "Aah mengerikan, ketika hanya menjilat. Terutama jika menusuk penggunaan kont0l mas besar, lebih baik lagi, Ayoo dong Sintia belum tahan ya", aku terus bertanya merengek2 segera dient0t.

1 (285)

Dia meletakkan saya diranjang. Dia dengan cepat memposisikan diri kepala kedekat "Sin, aku ingin pertama diemut ngerasain dengan Anda," katanya, kont0lnya lebih dekat ke mulut saya. Segera kugapai CD, kuplorotkan, maka kont0lnya sudah ngaceng dan melengkung ke atas kumasukan ke dalam mulut saya. Langsung kuemut keras. Dia mendorong keluar kont0lnya mendesis lembut ke dalam mulut saya. Saya kont0lnya semut disimpan. "Sin diemut mulut Anda seperti kesenangan yang kaya ini, terutama jika Anda non0k diemut ya", katanya sambil mempercepat enjotan kont0lnya dan keluar dari mulut saya. "Sin, aku ngecret mulut ya", katanya. "Jangan, dinon0k Sintia menulis, Sintia sudah ingin ngerasain kont0l keluar non0k Sintia mas", jawabku. Dia melepas semua pakaiannya dan kemudian tarik CDku sampai longgar, kita sudah telanjang. Dia menempatkan dirinya di antara paha saya dan mengarahkan gedenya kont0l ke non0kku. Saya merasa kepala kont0lnya mulai masuk perlahan-lahan, ditekan lagi sedikit sehingga kont0lnya mulai meledak sdikit2 ke non0kku. Bentuk kurva ke atas membuat saya titik sensitif didalem non0k tergesek2 kont0lnya, membuat saya tidak menggelinjang diketahui.

Perlahan tapi pasti kont0lnya nancep lebih dalam non0kku. Aku merasa non0kku sudah mulai basah gesekan kont0lnya yang hampir punya semua itu. Akhirnya dia terpaksa kont0lnya dengan cepat dan tiba-tiba bahwa segala sesuatu di nancap non0kku. "Ssshhhhh .....", mengerang saat ia menutup. Dia mulai mengenjot non0kku kont0lnya keluar cepat dan keras. Aku merasa nikmat yang luar biasa oleh gesekan dan lebih sering di titik sensitif di non0kku. Aku mulai ass memundur-majukan, sebentar goyanganku aku berbelok ke kiri, lalu ke kanan, memutar, disertai enjotan kont0lnya di non0kku. Aku meremas rambutnya, memeluk erat2 sesekali dia. Tubuhku dan dia berkeringat, tapi aku tidak peduli karena ia merasa nikmat. Ia melanjutkan kont0lnya mengenjotkan cepat dan keras. Aku merasa itu akan nyampe, "ngenjotnya cepetean, lebih keras, mengerikan kont0l mas", aku mengangkat kaki saya melingkari pinggangnya sehingga rasanya lebih nancep kont0lnya istana di non0kku. Akhirnya "Aahhhh", aku merasa tegang dan mengejut non0kku-ngejut menjepit kont0lnya. "Sin, nikmat non0kmu dapat bangetnya ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan non0k senikmat empotan kamu", katanya sambil terus mengenjotkan kont0lnya. "Aaahhhhh .... gila .... ini nikmat sekali ...", ia terpasang kont0lnya sedalam2nya ke non0kku dan ngecretlah pejunya. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam non0kku, pejunya muncrat banyak sekali. Aku terkulai lemes, memeluknya "Sin, ngent0t mengerikan dengan Anda, rasanya berbeda dari gadis-gadis lain yang pernah kuent0ti", katanya. "Sintia juga nikmat, abis kont0l mas benar-benar besar. Sintia ingin pergi lagi". Dia dicabut kont0lnya, dan
TVnya gilirannya, ternyata motel menanyangkan film biru, perempuan dengan wajah Asia adalah dient0t sama bule nungging. kont0l yang bule yang besar dan panjang keluar sicewek non0k, dan pacarnya ah uh ber, seperti film biru biasa. Saya sangat gembira untuk melihat rekaman. Aku menekan tubuh saya ke dalam tubuhnya, toketku kiri sudah terjebak dalam tubuhnya. kont0lnya kuraba, sudah ngaceng lagi dengan beratnya. Dia kembali meremes toketku, mencium bibirku. Dia mulai mencium dan mengisap pentilku toketku. Hanya tangan merayap ke bawah dan non0k mengkilik2 dan it1lku. Aku merintih2 karena napsuku sudah naik lagi. Kont0lnya sudah sulit sekali kuremes2 dan kukocok2. Dia memutar tubuhnya ke posisi 69 dan mulai menjilati non0k dan it1lku antara paha saya sudah lebar2 mengangkang. Jembutku dielus2nya sambil terus menghisap it1lku. Aku tidak bisa menahan napsuku sudah berkobar2. kont0lnya segera kuemut2.

1 (284)

Akhirnya saya berinisiatif tubuhnya, menduduki kont0lnya sehingga kont0lnya kembali menyusup ke non0kku, menekan keras sehingga sebentar kont0lnya sudah nancep semuanya non0kku. Aku mulai mengenjot kont0lnya untuk menaikkan dan menurunkan pantatku. kont0lnya dan tidak selaras dengan pantat non0kku enjotan. Aku sudah tidak tahan lagi, sehingga enjotanku lebih cepet dan keras. Toketku diremas2nya, dan kadang-kadang pentilku diemut2nya. "Sintia dah mau nyampe, kont0l mengerikan mas deh", mengerang dan akhirnya saya ambruk pada dirinya. Terasa non0kku meremes2 kont0lnya kedutan.
Dia segera berguling telentang jadi saya di bawah ini. Ia melanjutkan pertandingan dengan kont0lnya mengenjotkan keluar cepat dan keras. Nikmat sekali, yang nyampe baru sudah dienjot keras. Dia terus mengenjot non0kku dengan cepat dan keras, "Sin, adalah empotan non0kmu kerasa deh, deh Sin ngent0t nikmat dengan Anda". Tidak lama sebelum akhirnya ia hampir nyampe, "Sin keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret ya". Aku tidak menjawab, kakiku melingkari pinggangnya dan kuteken keras2 nancep sehingga kont0lnya istana sekali dalam non0kku, sampai akhirnya saya gemetar dengan nyampe lagi "benar-benar luar biasa, ditandatangani keras dong". Dia mengenjotkan kont0lnya sedalam2nya di non0kku dan melenguh "Sin, aku ngecret". Terasa pejunya muncrat beberapa kali di non0kku. Oh rasa benar-benar lezat, lemes benar-benar tubuh saya, saya memeluknya erat2, dan dia akhirnya berbaring di sampingku, tertutup semen dan kont0lnya non0kku cair. "Lemes deh Sintia, mas ngent0t sama menguras ya", kataku. "Baik, hanya tidur pertama, kemudian bangun kami ngent0t lagi", katanya sambil memelukku. Karena lelah, aku jatuh tertidur dipelukannya.

Saya tidak tahu berapa lama tertidur dipelukannya. Ketika aku terbangun, ia menatap wajah saya masih mengantuk. "Sin, Anda terlihat cantik if're tidur, Anda tidak istri saya sayangnya ya". "Saya melakukannya istri saya tapi sudah berfungsi napsunya mas", kataku sambil tersenyum. Dia bangkit dan pergi ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia mengambil gayung, sabun dan handuk. Dia mulai membersihkan pejunya non0kku dan lendirku dioleskan sendiri. Setelah bersih, ia pergi ke kamar mandi lagi, suara air habis dan keran dibuka. Segera ia keluar dari kamar mandi membawa sendok yang, lengkap dengan sabun dan handuk. Rupanya dia berubah air digayung. Dia duduk di sampingku dan mulai menyeka wajahku, terus turun, ke toketku, perut, non0kku lagi, paha saya ke telapak kakiku. Aku merinding, terutama ketika payudara, perut, dan paha dielus2nya non0k dengan handuk basah. Selain itu, ruang dingin karena AC berjalan. Aku hanya menutupnya, menahan gelinya membuang handuk. Penyelesaian katanya, "Gantian dong". Aku segera membuang air yang ada digayung dan mengisinya dengan air yang baru. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai mengelap wajah, leher, dada dan perut dengan handuk basah. kont0lnya kukocok2 dan kepala kuemut2. "Saya tidak menghapus bahkan diemut", katanya. Aku tidak menjawab karena kepalaku mengangguk2 sehingga kont0lnya keluar di mulut saya. Aku mengemut kont0lnya cukup lama, sampai pelan2 kont0lnya mulai mengeras lagi. Segera kont0lnya kukocok2 dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. "Apakah siap untuk pertempuran lagi ya kont0l mas, mas masih sangat kuat, dah ngecret 2 kali masih ngacengnya keras menulis ini". Dia tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirku. Tangannya toketku segera meremas2 dan kemudian kembali mengilik2 it1lku. Dia tahu bahwa akan napsuku jika it1lku dikilik2 super cepat, dia benar - tidak lama setelah saya sudah mendalam kembali dan ingin segera dient0t. "Sintia sudah ingin ngerasain kont0l mas keluar non0k Sintia lagi, masukkan dong", aku merengek2.

Dia akhirnya saya dan segera dipasang kont0lnya ke non0kku. Nikmat benar-benar terasa hebat ketika kont0lnya segera diisi non0kku karena nancep semuanya ke non0kku. Dia mulai mengenjot non0kku kont0lnya keluar cepat dan keras. Aku mulai keenakan mengerang2. Ass bergerak ke kiri atau kanan mengimbangi kont0lnya enjotan. Toketku diremas2nya dengan kedua tangan, dia beristirahat dengan sikunya, ini menambah kegembiraan bagi saya. "Akhhh ... Oukkkhhh" Aku menelepon kesenangan. Dia memelukku dan mempercepat kont0lnya enjotan, semakin cepat dan keras. Aku tidak bisa menahan serangan lagi, jadi aku akhirnya melolong "Sintia nyampe lagi, sama-benar luar biasa ngent0t mas deh". non0kku terasa berdenyut2 meremas kont0lnya sehingga ia meringis keenakan "Aah Sin, Anda non0k kerasa empotan benar. kont0lku kaya menjadi diemut dan diremes. Empotanmu benar-benar hebat Sin".

Dia mencabut kont0lnya dari non0kku, aku ditunggingkannya dan ia terpasang kont0lnya ke non0kku keras, sekali enjot kont0lnya sudah masuk semua. Kemudian dia mulai lagi mengenjot non0kku dari belakang. Aku nelungkup bantal untuk menahan kenikmatan yang luar biasa saat kont0lnya dienjot. Dia memegang pantatku sementara kont0lnya mengenjotkan cepat dan keras. Aku tidak tahan untuk nyampe lagi, enjotannya luar biasa yang begitu merangsang saya jadi saya cepat nyampe. "Sintia ingin nyampe lagi, aakh", aku menangis dan aku ambruk ke tempat tidur. "Sin, Anda benar-benar cepet nyampenya, saya tidak tetap dan akan ngecret", katanya. "Abis kont0l mas mengerikan, mas ngenjotnya sangat pintar, bisa ngilik Sintia titik sensitif. Terusin hanya sampai ngecret emas lagi dinon0k Sintia", jawabku.

Ia langsung terlempar datar pada saya dan tubuh saya. kont0lnya dinon0kku ambles kembali dan dia mulai mengenjotkan cepat. Jika ditekan, kont0lnya ambles semua dalam non0kku, ooh rasa yang benar-benar luar biasa. Dia gagah terus kont0lnya mengenjotkan keluar. Setelah ngecret 2 kali dinon0kku, ternyata dia bisa bertahan lebih lama. Kadang-kadang kont0lnya dicabut dari non0kku, dan sesaat kemudian ditancepkannya kembali keras sehingga dengan sodokan langsung nancep semuanya ke non0kku. "Mas enjotan benget nikmat hanya, tahan, keras", aku merintih2. Ia melanjutkan cara enjotannya. Aku kembali keenakan berteriak2. Aku menggoyangkan pinggul saya ke kiri dan kanan, .Ketika kont0lnya dicabut, pantat refleks mengangkat ke atas untuk mencegah keluarnya non0kku kont0lnya. Dia mengubah gaya enjotannya, setelah kont0lnya menjotkan untuk memasukkan semua, dia menarik kont0lnya setengah beberapa kali dan kemudian digentakkannya kembali sehingga nancep akan terdalam dari non0kku. "Aaakh, lebih dan lebih lezat rasa mas dient0t, Sintia lemes deh", kataku, kelelahan. Dia terus mempermainkan non0kku seperti itu. Lalu ia memeluk erat2, mencium wajah dan bibirnya. kont0lnya tidak dienjotkan karena nancep di semua, tapi digerak2kan. Lebih nikmat lagi merasa sebagai seakan2 kont0lnya menjadi menggaruk2 non0kku. "Pinter benar-benar kenikmatan yang sama Sintia mas cinta", aku berteriak. Dia mulai kont0lnya lagi mengenjotkan keluar keras dan cepat. Aku menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Aku membungkus kaki saya di pinggang, sehingga ia hanya bisa mengusir-masukkan kont0lnya ke non0kku tanpa bisa menariknya keluar. "Sin, aku ingin ngecret", akhirnya dia melenguh. Aku menjatuhkan kaki saya melingkar pinggang, saya mengangkang selebar2nya karena aku yakin dia akan mengenjotkan kont0lnya lebih cepat dan lebih keras. Dia dengan terengah2 terus mengenjot non0kku, sampai akhirnya "Sin, aku ngecret". Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam non0kku, dan dengan itu saya akan nyampe lagi "aakh ari-benar luar biasa, mas luar biasa sekali sehingga Sintia baru nyampe 3 kali mas ngecret". non0kku terasa berdenyut2 meremas2 kont0lnya. Keringat bercampur dengan keringat yang membanjiri meskipun AC di ruangan menyala.

Setelah denyut jantung kembali normal, kami pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Dia disebut pesan layanan kamar makan. Tidak lama kemudian, pesanan datang. Aku segera pergi ke kamar mandi dan dia dengan hanya handuk dibungkus menerima dan membayar pesanan makanan. Setelah itu, segera kusantap makanan dengan penuh semangat. Setelah makan malam aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. "Sin, mengapa bebersih, segera berkeringat lagi", katanya dari tempat tidur.

1 (283)

Ketika keluar dari kamar mandi, dia berbaring di tempat tidur sementara mengelus2 kont0lnya. Aku berbaring di sampingnya dan segera mengelus2 kont0lnya juga. Dia membiarkan saya mengelus2 kont0lnya, kuremas2 dan mulai kukocok2. Tidak lama setelah kont0lnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku dengan nafsu, toketku itu diremas2nya dengan gemas. Perlahan ia mulai mencium toketku, pentilku menjadi sasaran emutannya, aku mendesah2 keenakan. "Terus dong, lezat", aku mengerang. Bibirnya terus merangkak ke dalam non0kku tersebut. Dikangkangkannya pahaku, sehingga bagian-bagian dari non0kku menganga. Dia mulai menjilati non0kku sudah basah. Saya menambahkan melenguh2 ketika it1lku menjadi sasaran ke jilatannya berikut. "Mengerikan, Sintia dah nih nafsu. Dient0t dong", aku memohon. Dia tidak peduli eranganku, bahkan it1lku diemutnya, sementara tangannya terus meremas2 toketku dan memlintir2 pentilku. Rangsangan yang saya terima pagi itu lebih besar sehingga akhirnya aku tidak bisa menahan diri lagi, "Sintia nyampe aah". "Cepat benar Sin, belum dient0t", katanya. Aku merosot karena nyampe, segera kont0lnya kuremas2 lagi. Dia mencium bibir saya dengan ganas, aku menyambut ciuman. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia mengisap lidah saya kemulutnya masuk. Toketku terus diremas2nya. "Sin, isep kont0lku dong", ia bertanya, aku segera mengubah posisi dan mulai menjilati kont0lnya sudah ngacengnya begitu keras. Kepala kont0lnya Kuemut memulai dan segera kepala mulai mengangguk2, mengusir kont0lnya masuk ke mulut saya. Putar berteriak, "Enak benar Sin". non0kku yang merasa dekat dengan mulutnya lagi menjadi sasaran, lidah segera bergegas masuk dan mulai menjilat it1lku lagi. Napsuku dengan cepat menyalakan kembali.

Aku direbahkannya dan langsung menghancurkan tubuhnya saat berciuman bibir saya. kont0lnya diarahkan untuk menjadi tepat di depan mulut non0kku, digosok-gosokkannya kont0lnya di non0kku lipatan. Sensasi ini sangat canggung, aku memegang erat-erat sambil terus mengerang nikmat. non0kku basah dan perlahan-lahan kont0lnya besar mendesak masuk ke non0kku tersebut. Aku mengangkat kakinya selakanganku lebih terbuka lebar sehingga kont0lnya bebas masuk ke non0kku. Aku mengeluh, "Oh .., deh lezat". Saat itu kont0lnya telah masuk semua, dia berhenti dan kemudian perlahan-lahan mulai mengenjotkan kont0lnya keluar, semakin ketat hingga memasuki non0kku sampai terjebak. Ia melanjutkan kont0lnya mengenjotkan serta menginginkannya sementara ditiduri bibirku dan meremas toketku mengeras. Mencium leher saya mulai turun, aku mendesah kenikmatan. "Sintia hampir .." Aku mendesah semakin tidak karuan. Dia tidak peduli eranganku, kont0lnya terus dienjotkan keluar non0kku keras dan cepat. Aku terus mendesah mendesah, sementara kont0lnya enjotan cepat saja ke non0kku. "Sintia ingin nyampe lagi .. Ahh ..", rintihku. "Saya juga Sin ..", jawabnya. Enjotannya dipercepat dan akhirnya pejunya menyembur bertemu non0kku. Pada saat yang sama, saya menegang keenakan. Aku nyampe berbarengan dengan dia. non0kku terasa berdenyut2 meremas2 kont0lnya. "Ini benar-benar baik Sin", dia mengerang. Aku memeluk dan mencium keningku, con tol masih tertanam di non0kku menyusut dengan sendirinya. Dia akhirnya dicabut kont0lnya. Tempat tidur memiliki sangat basah oleh cairan kami berdua. Lalu kami berdua kembali untuk membersihkan, dapatkan berpakaian dan memeriksa. Posisi Nafsu dan memaksanya, aku lemes deh. Dia bercinta saya sampai 4 putaran, ada kematian orang tu.

author