cerita sex tante lina pemuas nafsuku

2891 views

Andi nama saya, usia saya 30 tahun dengan tinggi badan 185 cm dan berat 82 kg. Saya sekarang bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan di lapangan. Saya lebih suka wanita setengah baya. Saya sangat suka membaca cerita di .com, terutama di "Setengah Baya". Saya ingin menceritakan kisah nyata dengan bibi sendiri, Bibi Lina. Cerita dituangkan di sini adalah kisah nyata dan mereka yang kebetulan merasa nama yang sama atau cerita maafkan itu hanya kebetulan.

Insiden ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, ketika saya masih berusia 24 tahun. Saya memiliki seorang bibi bernama Lina yang 36 tahun waktu yang lama. Tante Lina adalah adik dari Mamaku. Bibi Lina janda selama lima tahun. Dari pernikahannya dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Bibi Lina sendiri warisan upaya penerus dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumah saya. Dia tinggal dengan seorang pembantunya, Ms Sumi. Saya pikir bibinya Lina adalah seksi. Big tits bulat dengan ukuran 36C, sedangkan ketinggian sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti manekin dan perut yang rata karena dia tidak punya anak. Hal ini membuat saya sering ke rumahnya dan berlama-lama pada suatu waktu ketika saya di sana.

1 (247)

Dan sehari-hari aku hanya mengobrol dengan bibi ini seksi Lina dan dia orang bersosialisasi tidak cerita canggung dengan saya. Dari kisah bibi Lina bisa saya menebak bahwa ia adalah orang yang kesepian sekali sejak suaminya meninggal. Jadi saya mencoba untuk menemaninya dan semua ingin melihat tubuh seksi. Setiap kali saya melihat tubuh seksi, aku selalu terangsang dan aku lampiaskan dengan masturbasi sambil membayangkan tubuhnya. Kadang-kadang timbul pikiran kotor saya ingin memiliki hubungan dengan dia, tapi aku tidak berani untuk melakukan segala macam terhadap dia, aku takut dia akan marah dan melaporkan kepada orang tua saya.

Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan tante kuat Lina. Kadang-kadang kupergoki tante Lina saat mandi nabi begitu patuh, ia hanya menempatkan handuk saja. Melihat itu hati saya merasa gembira, bersemangat untuk membuka handuknya dan tubuh seksi melahap itu. Kadang-kadang juga dia sering menelepon saya ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar memancing gairah.

Sampai hari itu tepatnya malam minggu, aku malas untuk pergi keluar dengan teman-teman dan saya pergi ke rumah Bibi Lina. Tiba di rumahnya, bibi Lina akan menyiapkan makanan dan duduk di ruang tamu, membaca majalah. Kami juga memberitahu satu sama lain, hujan deras tiba-tiba sekali dan Bibi Lina meminta saya untuk tinggal sendirian di rumah malam ini dan meminta saya untuk memberitahu orang tua saya bahwa saya akan tinggal di rumah karena hujan lebat.

"Dalam, bibi ke tempat tidur sebelum ya, sudah mengantuk, Anda sudah mengantuk belum?", Dia berkata, menguap.
"Tidak tante", jawabku.
"Oh ya tante, Andi dapat menggunakan komputer tidak, ingin memeriksa email satu menit", saya bertanya.
"Mungkin, sekali pakai menulis" katanya dan kemudian ia menuju ke kamarnya.

Lalu aku meletakkan komputer di kantornya dan untuk mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita telanjang setengah baya. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai pengukuran sekali kencang sekitar 15 cm karena aku sudah berubah sekali. Tanpa disadari, tahu bibi Lina menyelonong saja masuk tanpa mengetuk. Saya sangat terkejut saya tidak punya waktu untuk menutup batang kemaluanku menjadi tegang. Bibi Lina telah menatap batang kemaluanku sedang tegang ke lapangan langsung ia bertanya sambil tersenyum manis.

"Apa yang kau lakukan Hayyoo lagi, Di?" Dia bertanya.
"Aah, itu tidak ada bibi lagi memeriksa email" Saya hanya menjawab. Tapi bibi Lina tampaknya menyadari bahwa saya kemudian membelai batang kemaluanku.
"Apa bibi?" Saya bertanya.
"Aah ada, bibi hanya ingin mengajak Anda untuk menonton di kamar tante temenin" katanya.
"Oh well, aku akan menyusul ya Tante" jawab saya.
"Tapi tidak tinggal yah lama" kata Bibi Lina lagi.

Setelah itu saya berusaha untuk meredakan ketegangan batang kemaluanku, dan kemudian saya menuju ke kamar saya dan menemani bibi bibi Lina menonton film horor yang juga terjadi banyak mengumbar adegan menarik.

1 (246)

Lihat film segera saya menjadi bingung, karena batang kemaluanku hanya naik lagi. Bahkan, Bibi Lina mengenakan baju tidur tipis dan gila dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat putingnya ke depan agak tajam. Gairah memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa boleh buat saya tidak berani menimbulkan masalah. Semakin tegang batang kemaluanku hanya jadi saya telah bergeser sedikit ke kanan itu sendiri miring. Melihat gerakan bibi Lina rupanya menyadari tersenyum padaku.

"Apa yang Anda lakukan Anda tetap, Di?" Dia bertanya, tersenyum.
"Ah tidak apa-apa kok, tante" kataku malu. Sementara bibi Lina mendekati saya sehingga kami semakin dekat jarak di tempat tidur.
"Kamu terangsang dengan baik, Di, lihat film ini?"
"Ah tidak ada bibi, biasa-biasa aja" ucapku berusaha mengendalikan diri.

Aku bisa melihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, aku merasa seperti aku merokok-hisap sementara aku menggigit puting saya. Namun ternyata hal ini tidak dirasakan oleh saya sendiri, Bibi Lina rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

"Apakah Anda pikir bibi seksi tidak, Di?" Dia bertanya.
"Nah seksi tante" kataku.
"Di mana bagian yang sama dalam film?" Dia bertanya lagi, mengepulkan payudaranya sehingga terlihat semakin membesar.
"Yah seksi dong tante, bibi besar bodynya abis sih" kataku.
"Ah waktu itu?" Dia bertanya.
"Ya benar bibi, bersumpah .." kataku.

Jarak kami semakin dekat karena bibinya Lina terus dekat dengan saya, dan kemudian dia bertanya lagi ..

"Anda tidak akan diundang jika tante begituan sama".
"Mmaauu bibi .." Ah, seperti ketiban durian runtuh, kesempatan ini saya tidak akan menyia-nyiakannya, hanya aku memberanikan diri untuk mencoba untuk mendapatkan lebih dekat dengan bibi Lina.
"Wahh barang-barang Anda sakit, Di" katanya.
"Ah bibi bisa aja kok .. Tante tampaknya aja semakin seksi .. Sampai aku gemes ngeliatnya deh .." kataku.
"Kamu nakal Ah, Di" katanya, meletakkan tangannya di pangkal paha.
"Waahh melakukan dipegangin terus tante, ntar bisa menambah tablet besar" kataku.
"Ah ya kan?" Dia bertanya.
"Ya tante .. ehh ehh .. Aku harus tahan tidak tante?" Aku berkata, menunjuk ke payudara besar.
"Ah mungkin hanya jika Anda ingin" katanya.

Wah kesempatan besar, tapi aku sedikit takut, takut dia marah tapi tangan bibi sekarang bahkan sudah membelai selangkangan jadi aku memberanikan diri untuk membelai payudaranya.

"Ahh .. Arghh lezat Di .. Anda ya nakal" bibi mengatakan, tersenyum manis padaku, aku melepas spontan saya.
"Loh kok dirilis pula dalam?" Dia bertanya.
"Ah takut bibi marah," kataku.
"Oohh tidak lah, Di .. Ayo deh".

1 (245)

Tanganku mencengkeram bibi Lina, kemudian dimasukkan kembali payudaranya sehingga saya menjadi lebih berani meremas-remas payudaranya.

"Aarrhh .. Sshh" keluhnya untuk semakin membuat saya penasaran.

Kemudian saya mencoba untuk mencium bibi Lina, benar-benar di luar dugaan saya, Bibi Lina disambut dengan ciuman kekerasan. Kami juga kemudian berciuman dengan nafsu sekali sementara tangan saya di payudaranya gerilya sekal sekali itu.

"Ahh Anda memang Di besar .. terusin Dii .. malam ini Anda harus memberikan yang sama kepuasan bibi .. baik .. Arhh Arrhh".
"Bibi, aku tidak bisa membuka baju bibi?" Saya bertanya.
"Oohh silakan On", sambutnya.

Cepat-cepat aku membuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting coklat berada di depan mata saya, saya hanya menjilat payudaranya memang saya kagumi itu.

"Arrgghh .. Arrgghh .." lagi bibi mengerang keenakan.
"Teruuss Teerruuss Di .. Ahh .. begitu baik .."

Aku menjilat putingnya begitu lama tanpa menyadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu aku melihat sekilas tangan Bibi Lina membelai klitorisnya sehingga bagian itu tangan kuarahkan ke arah celana untuk membiarkan pergi.

"Aahh buka hanya di .. Ahh"

Tante Lina terengah-engah napas pantang. Seperti gila Aku segera membuka CD-nya dan kemudian aku mencium. Sekarang Bibi Lina memiliki jumlah telanjang. Aku melihat lubang kemaluannya dipenuhi bulu. Kemudian perlahan-lahan aku meletakkan jari saya melalui lubang pada ayam yang sudah basah.

"Arrhh Sshh .. .. .. Enak Enak Sekaligus" serunya.

Setelah puas jari saya dan saya menaruh wajahku gerilya liang ke kemaluannya untuk ayam menjilati bibir halus dan mengkilap. Kemudian liang kujilati nafsu ayam dengan lidah saya naik dan turun seperti kursus melukis. Bibi Lina semakin putus asa sampai dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, meremas payudaranya.

"Aah .. Sshh bibi udaahh nggaakk tahaann laaggii .. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr .. Ohh", dengan cepat kujilati kucobloskan clit saya dan masuk ke dalam liang ayam semakin basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya dipindahkan ke alam liar cenderung orgasme. Kemudian jilatanku kupercepat dan menusuk jari saya sehingga ia merasa kenyamanan semua dan kemudian ia berteriak ..

"Oohh .. Aarrhh .. Tante sudah keeluuaarr Dii .. Ahh" berteriak kecil pantat goyang dan lidahku masih menjilati bibir kemaluannya sehingga cairan kujilati orgasme sampai habis. Kemudian dia tenang seperti lemas sekali.

"Nah ternyata kau hebat sekali, bibi tidak merasakan kepuasan loh ini .." katanya sambil mencium bibirku sehingga lubang kemaluannya cair di bibir ke bibir dioleskan bergabung Tante Lina. Sementara batang kemaluanku masih tegang di belaian oleh bibi Lina dan saya masih memutar bibi puting yang telah semakin sulit.

"Aahh .." desahnya sambil terus membelai bibirku.
"Sekarang giliran tante .. Tante akan membuat Anda merasakan kenikmatan dari tante tubuh".

Tangan bibi Lina segera meraih batang kemaluanku digenggamnnya batang pangkal paha ketat, jadi agak sakit tapi hanya karena rasanya kudiamkan baik juga uleni dengan tangan bibi Lina. Lalu aku juga tidak mau kalah, tangan saya juga terus meremas-remas payudara yang indah. Rupanya bibi terangsang Lina mulai kembali ketika tangan meremas-remas payudaranya dengan puting kujilati sesekali sudah tegang itu, seakan seperti orang kelaparan, kukulum terus puting sehingga bibi Lina menjadi semakin panik.

"Aahh Anda mencintai satu sama bibi dada juga, Di?"
"Ya Tante tante Abis bentuk payudara sangat merangsang sih .. Terus besar tapi masih ketat .."
"Aahh kau begitu pandai memuji orang, Di .."

Sementara tangan masih membelai batang kemaluanku yang memiliki kepala kemerahan tetapi tidak terguncang hanya membelai. Kemudian bibi Lina mulai mencium dadaku terus turun ke arah selangkangan sehingga saya mulai merasa senang luar biasa untuk akhirnya Bibi Lina berjongok bawah tempat tidur dengan kepala lebih dekat ke batang kemaluanku. Sedetik kemudian ia mulai mencium kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan pelumas cairan bening dan merata ke seluruh kepala batang pangkal paha dengan lidahnya.

Aku benar-benar merasa sukacita layanan yang disediakan oleh Bibi Lina. Lalu dia mulai membuka mulutnya dan kemudian memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-menghisap dan menjilat seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah dengan air liur. Beberapa menit setelah bibi melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desir-desir kenikmatan menyebar ke seluruh batang kemaluanku dan kemudian saya mengambil Bibi Lina maka saya mendorong perlahan sehingga ia berbaring di tempat tidur. Semangat saya mengangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depan saya.

"Aahh Di, datang kamu memasukkan batang kemaluan bibi yah .. Tante sudah tidak sabar ingin ngerasain mem * k bibi menusuk saling bar menawarkan hal yang sama".
"Iiyaa tante" kataku.

Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan bibir pertama yang kemaluannya sehingga Bibi Lina lagi berteriak keenakan ..

"Aahh .. Aahh .. Datang, jangan tanggung-tanggung masukiinn .."

Lalu aku mendorong di dalam batang kemaluanku. Eh, ternyata agak sempit lubang kemaluannya sehingga sulit untuk memasuki selangkangan batang sudah tegang sekali itu.

"Aahh .. Sshh .. Oohh perlahan Di .. teruss-teruuss .. Aahh"

Aku mulai mendorong batang kepala ke dalam lubang kemaluan Tante Lina selangkangan bahwa dia merasa kenikmatan yang luar biasa ketika groin've batang masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Bibi Lina juga ikut-ikutan bergoyang. Ini merasa baik sekali karena goyangan pantat tante Lina membuat batang pangkal paha sebagai twisted-terdampar oleh dinding liang kemaluannya dan tarik rasanya seperti ayam empotan. Sementara itu aku terus menjilati puting dan menjilati keringat membasahi lehernya. Sementara tangan Bibi Lina menggenggam saya keras sehingga saya memberikan lebih cepat mengocok lagi.

"Oohh .. Sshh .. Di .. BAIK .. oohh .. Ohh .." mendengar rintihan aku lebih bersemangat untuk cepat menyelesaikan permainan.
"Aahh .. Cepat Dalam, bibi ingin keluuaarr .. Aahh"

Tubuh Bibi Lina kembali sehingga alam liar bergerak nya naik pantat ikut-ikutan. Rupanya dia kembali orgasme, aku bisa merasakan cairan siram kepala batang kemaluanku hangat menjadi merojok-liang rojok ayam.

1 (244)

"Aahh .. Sshh .. Sshh", desahnya, dan tubuhnya kembali tenang menikmati sisa-sisa orgasme.
"Wahh Anda benar-benar hebaat Di .. Tante sampai dipukuli dua kali saat Anda masih kuat"
"Iiyaa bibi .. Bentar lagi juga Andi keluar nih .." kataku sambil terus menyodok lubang yang berdenyut ayam itu.
"Aahh bibi lezat .. Aahh .."
"Terusin Di .. Lanjutkan .. Aahh .. Sshh" erangan Bibi Lina membuat saya lebih kuat merojok-rojok batang pangkal paha dalam ayam kebiasaan.
"Aauuhh perlahan On, aahh .. Sshh"
"Oh bibi sebentar lagi aku sudah keluar ya .." kataku.
"Aahh .. Di .. keluarin aja di yah .. Aahh .. Tante ingin ngerasain .. Ahh .. Shh .. Ingin percikan rasain hangat dari air mani Anda .."
"Iiyyaa .. Tante .."

Lalu aku mengangkat kaki kanan saya sehingga posisi bibi lubang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku.

"Aahh .. Oohh .. Aahh .. Sshh .. Tante, Andi ingin keluar ya .. Ahh" dan saya memeluk bibi Lina, meremas-remas payudaranya. Sementara itu, bibi Lina memeluk erat, gemetar pantatnya.
"Aahh bibi juga keluar lagi aahh .. Sshh .." kemudian tegas kurojok ayam liang sehingga tubuh air yang telah terjebak cum meletus. Seerr Seerr .. .. .. Croott Croott ..
"Aahh lezat bibi .. Aahh .. Ahh .." Selama dua menitan aku masih berjuang dengan Bibi Lina semprot tubuh maniku menyelesaikannya. Kemudian Bibi Lina menbelai membelai rambutku.
"Ah kamu ternyata seorang pahlawan, Di .."

Setelah itu ia menarik batang dari lubang kemaluan pangkal paha dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk lidah menjilat oleh. Ah, rasanya batang kemaluanku nyeri merokok olehnya. Dan kemudian kami berdua tidur saling berpelukan. Malam itu kami melakukannya tiga kali.

Setelah kejadian itu kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya porno. Hubungan kami telah berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui oleh orang tua saya. Malu, Bibi Lina pindah ke Jakarta dan melakukan bisnis di sana. Aku benar-benar benar-benar kehilangan Bibi Lina dan sejak pindah, bibi Lina tidak pernah menghubungi saya lagi.

Recent search terms:

  • ngentot di kolam renang
  • cerita tante lina
  • ngentot di kolam
author