cerita sex ibu guruku menggodaku

1478 views

Sebagai mahasiswa dari sekolah tinggi swasta, saya bukan murid yang baik tetapi juga tidak begitu bodoh-bodoh. Biasa-biasa saja. Tidak bangga. Aku bisa dibanggakan adalah bahwa wajah tampan dengan bentuk tubuh atletis. Tinggi tinggi dan berat badan seimbang. Dan aku paling bangga adalah ukuran selangkangan besar, 22 cm dengan diameter 5 cm. Iri teman-teman kecilku.

Nama saya Doni, cukup terkenal di sekolah. Mungkin karena aku gadis keras kepala dan sering berganti-ganti. Banyak teman-teman sekolah saya sudah pernah tidur dengan. Mereka gila setelah menikmati penis yang luar biasa dan tahan lama jika hubungan seksual.

Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang. Semua buku-buku telah menyelinap ke dalam tas. Kustart sepeda menuju jalan. Tapi dalam perjalanan, aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Buru-buru aku kembali ke sekolah. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motor saya. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Ketika melewati ruang guru, aku mendengar suaranya disertai erangan erangan mendesah-mendesah-kecil. Saya ingin tahu tentang suara. Aku mendekati pintu kamar, suara-suara semakin keras. Aku lebih penasaran dibuat. Aku membuka pintu kamar, dengan merayap, saya mencari tahu suara di mana ia datang. Setelah mendekati Mrs. siska kamar, saya terkejut. Di sana saya melihat Ibu Siska, guru bahasa Inggris yang telah menjadi janda setahun, sedang bermesraan dengan Mr. Rio, guru olahraga, dalam posisi berdiri.

Bibir mereka saling mencium. Lidah mereka menghisap satu sama lain. Tangan Rio Pak meremas-remas bokong Bu Siska yang solid, sementara tangan Bu Siska melingkar pinggang Pak Rio. Mereka tidak tahu siapa yang keren untuk kehadiran saya. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkuk dan bersembunyi di belakang meja, mereka mengintip dari jarak sangat dekat.

Mereka selesai bermesraan, kemudian Pak Rio duduk di samping meja, kaki menjuntai ke lantai. Ibu Sisca berdiri di depannya. Bu siska mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana Pak Rio. Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Sampai Pak Rio setengah telanjang. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit tegang. Bu Siska membungkuk ke depan, sampai wajahnya dipasang di atas selangkangan Pak Rio. Dick Mr. Rio mencium.

1 (237)

"Isep .. sayang .. isep .. saya penis" kata Mr. Rio.
Ibu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak Rio. Lanjutkan ke bawah menuju dasar. Bu Siska sangat pintar lidah bermain dikontol Pak Rio.
"Oohh .. enakk .. sayang .., .. truss, truss".

Pak Rio mengerang ketika Bu Siska menghisap penisnya. Seluruh batang kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Pak Rio kontol bolak-balik di dalam mulut Bu Siska. Bu Siska memijat testikel tangan-urutan. Pak Rio merasakan nikmat yang luar biasa. Nya melek mata rem. Menarik pantatnya. Saya sangat bersemangat untuk melihat pemandangan itu. Kuraba-menyentuh penis saya menegang. Aku membuka ritsleting celanaku.Kukocok-goyang penis saya dengan tangan saya. Birahiku memuncak. Saya ingin bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan meraih kepala Bu Siska.
"Akhh .., akuu .. mauu .., semua .. keluar sayang" Pak Rio menjerit.
"Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya" kata Mrs. Siska.
Bu Siska tidak peduli tentang hal itu. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio dan tangan mengocok-ngocok dasar kanannya kontol Pak Rio irama kocokan mulutnya. Pak Rio kontol mengejang, otot-ototnya menegang.

Dan Crott! Crott! Crott! Pak Rio menumpahkan spermanya di dalam mulut Bu Siska. Bu Siska semen meminumnya. Pak Rio terus dijilatinya kontol, sampai semua sisa-sisa sperma Pak Rio bersih. Pak Rio kontol di mulutnya dan kemudian menyusut.

Pak Rio yang telah mencapai orgasme dan kemudian jatuh dari meja.
"Kamu Sayang puas dengan serviceku" tanya Bu siska.
"Puas sekali, Anda pitar Sayang" kata Mr Rio, tersenyum.
"Sayang Gantian, sekarang giliran Anda untuk memberikan kepuasan" pinta Bu Siska.
Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian itu, sampai ia benar-benar telanjang. Astaga ternyata Bu Siska tidak memakai apa-apa di balik gaunnya. Saya dapat dengan jelas melihat kurva halus, putih bersih, ramping dan seksi dengan payudara besar dan padat, juga membentuk vagina bulu indah dihiasi dicukur tipis dan rapi.

Bu Siska kemudian naik ke meja, kakinya lantai diselonjorkan. Pak Rio mendekati. Bu Siska vagina-usp diusap dengan tangan. Dimasukkan jari-jarinya, mencucuk-paruh vagina Bu Siska. Bu Siska berteriak nikmat.

1 (236)
"Isep sayang, sayang memekku isep" pinta Bu Siska mengaku.
Pak Rio menurunkan wajahnya lebih dekat ke pangkal paha Bu Siska. Kememek Bu Siska diperpanjang lidahnya. Bu Siska Disibaknya bibir vagina dengan lidahnya. Pak Rio mulai menjilati vagina Bu Siska.
"Oohh .. truss .. sayangnya .., jilatin terus .., akhh" Bu Siska mendesah.
Pak Rio telah cekatan memainkan lidah dibibir vaginanya Bu Siska. Merokok pus Bu Siska dari luar ke dalam. Bu Siska vagina merah dan basah dicucuk-cucuknya. Clit tersedot-hisap melalui mulut.
"Oohh .., enakk .., .. truss, truss .., sayang" teriak Mrs. Siska.

Hampir semua bagian dari Bu Siska vaginanya menjilat Pak Rio. Tanpa jalan sejengkalpun.
"Akkhh .., akuu .. mauu .. untuk .. keluar .. sayang" erang Bu Siska.
Pussy berkedut. Otot vagina menegang. Rambut Dijambaknya Mr. Rio, dimakamkan keselangkangannya.
"A .. akuu .., keluarr .., sayang" Bu Siska berteriak ketika mencapai orgasme. Sangat basah cairan vagina sperma. Pak Rio menjilati vagina sampai bersih.

"Kau puas Sis?" Tanya Pak Rio singkat.
"Belum! Entot aku cinta, aku ingin merasa kontolmu" pinta Bu Siska.
"Maaf Sis! Aku tidak bisa, aku harus pulang".
"Kemudian istri saya curiga, saya pulang terlambat" kata Mr Rio menolak.
"Kamu pengecut Rio! Dikasih lezat aja takut!" Ibu Siska mengatakan jengkel.
Matanya redup, memohon kepada Bapak Rio. Pak Rio tidak peduli tentang hal itu. Dia mengenakan celana, kemudian diteruskan meninggalkan Bu Siska yang menatapnya dengan memohon.

Ini adalah kesempatan saya! Saya berpikir sendiri. Birahiku gairah yang memuncak melihat mereka mengisap satu sama lain, ingin disalurkan. Setelah Pak Rio berlalu, saya mendekati Mrs. Siska masih tergeletak di atas meja. Kakinya menggantung di tepi meja. Dengan hati-hati aku berjalan. Aku melepas seragam saya, juga celana saya sampai saya benar-benar telanjang. Penis saya sudah tegang, atas bebas. Sampai selangkangan di depan Bu siska, tangan meraba-raba paha mulus nya. Rabaanku terus vagina ke atas kebibir. Dia melenguh. Aku melempar bibir vagina dengan tangan saya. Kuusap bulu menggosok vagina. Aku membawa mulut keselangkangannya saya. Kujilati bibir vagina dengan lidah saya.

1 (235)

"Si .. siapa .., Anda" bentak Mrs. Siska ketika keluar kujilati vagina.
"Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya ingin memberikan kepuasan Ibu sebagai Mr. Rio" kataku penuh semangat.
Bu Siska tidak menjawab. Rasakan angin segar. Saya berani lagi. Bu Siska nafsu yang belum selesai oleh Bapak Rio Made menerima kehadiaranku.

Saya melanjutkan kegiatan saya vagina menjilati Bu Siska. Kucucuk vagina lubang dengan lidah saya. Kusedot clit-hisap.
"Oohh .., .. Don .. truss, truss .. isep .. Sayang" katanya memohon.
Hampir setiap inci dari vagina Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang pantang nafsu. Kedua kaki terangkat tinggi, menjepit kepala.

Lima belas menit berlalu aku menyelesaikan kegiatan saya. Aku pergi ke meja. Saya berlutu tubuhnya. Kemulutnya penis kuarahkan. Kepalanya mendongak. Mulut terbuka menyambut kehadiran penis saya sepenuhnya tegang.
"Wow! Gede sekali kontolmu!" katanya sedikit terkejut.
"Isep Mom! Isep penis saya!" Saya memohon.

Bu Siska mulai menjilati kepala penis saya, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia bermain lidahnya.
"Truss .. Buu .. teruss .., isepp" Aku mengerang merasakan kenikmatan.
Bu Siska mengisap-menyedot penis saya. Penis saya di mulutnya dan keluar dari ramai.

"Akuu .. ada .., tahann entot .., Sayang! Aku peduli" katanya.
"Ya .. ya .. Buu" kataku.
Aku turun dari meja, berdiri di antara pahanya. Aku terus penis saya, mendekati lubang vagina. Bu Siska melebar pahanya, menyambut penis. Sedikit demi sedikit penis memasuki lubang vaginanya. Semakin mendalam. Sampai benar-benar runtuh dan mengubur. Pussy dikemas oleh penis saya.
Saya mulai bekerja pantat bolak-balik. Klecot! Klecot! Suara penis saya ketika bertabrakan dengan pus.
"Ooh .., nik .. matt .., sayang .., truss" Bu Siska mendesah.

Aku mengangkat kaki kebahuku nya. Saya dapat dengan jelas melihat penis saya bergerak bolak-balik.
"Ooh .., Buu .., enakk .. benar-benar .., memekmu .., hangat" Aku mendesah.

Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, aku merasa vaginanya berkedut, otot-ototnya menegang.
"Akuu .., tidak .. tahan .., Don, aku .. akan .. keluarr" serunya.
"Tahan .. Buu .., aku .. masih tegang" kataku.
Dia bangun duduk di meja memegang pinggang ketat, mencakar kembali.
"Akkhh .., akuu .. keluar" Bu Siska berteriak.
Napasnya sesak. Dan saya merasa vagina sangat basah, Ibu Siska mencapai orgasme. Ibu guru saya 37 tahun merasa menggelepar sukacita kusetubuhi.

Saya masih belum keluar, tidak mau kalah. Aku menarik penis saya masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Aku memegang kakinya erat.
"Ja, .Don't .., Don" teriak ketika kepala penis saya menyentuh lubang anusnya.
Aku tidak memperdulikannya. Saya mendorong pantatku hingga setengah dari penis batang masukkan membosankan anus sempit.
"Aow! Sakitt .. cabutt .., Don .., aku .. sakitt .. tidak" teriak keras.
Kusodok terus hingga seluruh batang penis runtuh. Kemudian perlahan tapi pasti aku pindah pantat saya kembali dan sebagainya.

Teriak Bu Siska melonggarkan. Diganti dengan napas-napas dan mengerang sedikit. Bu Siska dapat menikmati dianusnya menyentuh penis saya.
"Jadi senjata dicabut Bu" candaku.
"Jangan sayang, enak" katanya sambil tersenyum.

1 (234)

Kusodok terus lubang anusnya, lebih cepat dan lebih cepat. Bu Siska berteriak. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku lebih mempercepat sodokanku ketika saya merasa akan mencapai orgasme.
"Buu .., akuu .. mauu .. ke .. keluarr" Aku melolong panjang.
"Akhh .. akuu terlalu sayang" katanya.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anus. Aku menarik penis saya. Saya memintanya untuk turun dari meja menjilat penis saya. Bu Siska taat. Dia jatuh dari meja dan berlutut di depan saya. Dikulumnya penis. Sisa-sisa sperma dijilatinya sampai bersih.

"Kau hebat Don, aku puas sekali" katanya.
"Saya juga Bu" kataku.
"Untuk pertama kalinya masuk kontol memekku besar" katanya.
"Saya ingin terus menikmati khan" kataku.
"Tentu saja sayang" katanya, berdiri dan menciumku di bibir.

Kami beristirahat setelah memeluk kenikmatan. Kenikmatan lanjut aku di rumah. Bu Siska, guru ternyata hyperseks. Dia kuat sekali telanjang. Satu malam bisa sampai empat kali.

author