cerita sex goyangannya bikin crooott part 3

3038 views

"..Ah .., Ngghh .., juga .., sshh .., ahh ..," Suara Ibu limah perlahan.

Tangan bu limah menarik celana saya sampai penis saya sudah keras itu ke atas secara bebas, maka dalam permainkannya diperas penis saya dengan meremas. Kain yang mereka gunakan Bu bawahan limah ku ku angkat dan gelungkan di pinggangnya, kemudian remas-remas pantatku setelah aku menarik celana dalamnya.

"Dal .., datang Dal cepet masuk ..," Bu limah Pinta.
"Ya Bu, di sini aja ya Mom! Aku menjawab, membimbing tubuh Bu limah ke sofa di ruang tamu.
"Tapi kemudian jika ada bagaimana Dal?" Tanya Bu limah khawatir.
"Ibu tenang aja, kita tidak telanjang" Saya yakin Bu limah.
"Dal, Ibu di atas yah ..!" Ibu limah meminta posisi di atas.

Saya berkata ya kesediaan Bu limah, aku berdiri di atas sofa saya dengan agak posisi berbaring, kemudian Bu limah menempatkan tubuhnya di atas saya, dengan kaki dilipat sejajar pahaku, lalu Bu limah menurunkan tubuhnya dan mengarahkan vagina untuk saya penis. penis di pegangnya agar sesuai dengan lubang vagina. Setelah itu Bu limah menekan tubuhnya hingga penis saya ke dalam vagina sampai dasar kemudian disaring-putar pantatnya, kemudian mengangkat vagina dan ditekan lagi di berkeliling dengan gerakan cepat. Bu payudara limah besar goyang keras gerakan tubuh tindak limah bu semakin liar segera tagihan saya dengan mulut saya, menciumku dan aku hisapi meninggalkan tanda merah, sementara tangan meremas-remas potongan pantatnya.

1 (114)

Bahkan Bu limah tidak menghapus pakaian dan jilbab kopulasi saya dan Bu limah tetap kuat bahkan lebih membuat saya bergairah. Menyeimbangkan Ku Bu gerakan limah dengan pantat menghentakan jika Mrs. limah Menekan ke bawah sehingga aku merasa * seperti penis menusuk ke dalam vagina Bu limah, sehingga lebih segera melemparkan kesenangan.

"Ahhh .., ssshh .., mmhh .., Yaahh ..," Mrs. Mulut limah tidak berhenti mengerang.
"Ayo Dal, terus menusuk vagina ibu .., iyyahh ..," katanya di sela-sela mengerang. Setelah beberapa saat aku dan limah lain Bu Bu limah meningkatkan posisi tetap di atas, saya merasa sperma saya keluar.
"Ibu saya ingin pergi keluar .., Bu ..," aku mengerang.
"Ibu dal, akan kaluar .., aahh ..," Balas Bu limah.

Gerakan tubuh saya dan tubuh Ibu limah pernah tidak teratur, saya dan Ibu limah liar sebelum klimaks. Tubuh dan tubuh Bu limah saya memeluk satu sama lain erat, mulut dan bibir saya Bu limah hisap terkait erat satu sama lain, hingga akhirnya tubuh saya dan tubuh Bu limah sama mengejang, sperma tumpah di Bu limah vagina. Saya dan Ibu limah bersama-sama menikmati puncak mengamuk permainan seks, meskipun tidak begitu lama.

Saya dan Ibu limah sama diam dengan memeluk masih menikmati sisa-sisa gairah. Memiliki dianggap keadaan normal Bu limah mengangkatnya dan berdiri, telah tampak bagi saya bahwa pakaian dan kerudung yang dikenakan Bu limah sehingga kusut karena pergumalan sebelumnya.

"Sudah ya Dal, dia ingin pergi." Kata Mrs limah saat ia menuju kamar mandi. Saya kemudian diikuti. Saya dan Ibu limah sama memasuki kamar mandi untuk membersihkan cairan sisa perjuangan. Sementara aku sedang bercanda satu sama lain dan saling limah siram Bu.

"Karena ya ibu begitu terlambat ..," kata Bu limah meremas penis saya perlahan-lahan mulai layu.Aku hanya nyengir Bu limah lelucon. Setelah dianggap bersih saya dan Bu limah keluar dari kamar mandi, aku masuk ke kamar saya Mrs. limah berlari ke rumah. Aku mengganti baju dan celana dan duduk di depan kamarku, ngeroko sambil membaca koran. Dari tampak Bu limah berjalan ke arahku ia sekarang memiliki kembali rapi.

"Dal, ia berangkat Alquran pertama dengan baik .., jika Anda ingin istirahat jangan lupa untuk mengunci pintu depan pertama." Kata Bu limah.
"Ya Bu". Aku menjawab, berdiri dan berjalan yang diikuti Mrs. limah, tendangan dari belakang pantat saya diperas Mrs. limah bergoyang. Bu limah hanya melotot manja.
"Dal, Anda nakal ah, tidak puas yah ..?"
"Saya tidak tahu ya Bu, apakah Ibu ngelihat bagasi inginkan."

Setelah menutup pintu aku kembali ke kamar untuk tidur. Malam itu aku dan Ibu limah menonton TV sendirian di rumahnya, kami hanya mengobrol dan bercanda, tidak merasa baik untuk mengundang Ibu limah hubungan lagi maaf sepertinya dia cape. Ketika saya ingin kembali ke kamar telepon berdering Bu limah yang ternyata dari cucunya Bu limah mengatakan bahwa besok siang akan mengunjungi. Alamat wah tidak bisa disalurkan gairah lagi ya, aku berkata pada diriku sendiri.

Setengah tujuh pagi aku bangun dan mengambil mandi. Saat aku berjalan ke kamar mandi saya melihat Ibu limah berada di dapur hanya mengenakan daster tipis membuat kenaikan gairah. Ketika mandi pikiranku terus Bu limah, dan menunjukkan mandi pagi saya sedang melaju. Saya berpikir bahwa sekarang tidak bisa menikmati Bu limah tubuh bisa gigit jari, karena jika cucu Bu limah bisa datang di hari mereka tinggal.

Aku segera mengubah kemeja, celana pendek sementara tetap praktis biarkan aku pakai. Saya kemudian menyelinap mendekati Mrs. limah berdiri di meja dapur dengan berpaling ke posisi. Setelah dekat dengan Bu limah susupkan kepalaku langsung ke pantat Bu limah setelah lift bawah pertama dan dasternya langsung saya mencium saya pantat belahan dada Bu limah yang tidak mengenakan celana dalam.
"Aw! .., Persetan ya ..!" Teriak Mrs. limah terkejut setelah tiba-tiba merasa sesuatu yang mendesak mendesak pantatnya, tapi setelah aku tahu Bu limah menjadi tenang.
"Iiih, Anda kerjakan, ibu ngagetin menulis, untungnya ibu tidak gagal jantung". Rutuknya. Sementara memungkinkan hanya apa yang saya lakukan dengan itu.
Aku terus mencium pantat di sekitar Bu limah masih sabun berwangi, ternyata Bu limah juga baru saja selesai mandi. Dari balik gaun tidur, untuk tetap tanganku hingga meraih payudaranya tergantung juga tidak memakai bra, setelah terpegang maka saya remas-remas, sementara Mrs. limah sejauh mengabaikannya untuk terus memetik sayuran.

"Dal, Ibu sih sudah menduga bahwa pagi ini Anda akan meminta ibu ransum yang sama." Kata Bu limah.
"Mengapa, Bu." Aku bertanya dari gaun tidur.
"Ya, Anda dengar tadi malam ketika ibu cucu akan datang. Sayang sekali Anda deh Dal akan menganggur beberapa hari, hi .., .. hi, hi ..," jawab Mrs. limah tertawa dan terkikik membayangkan rasa sakit saya kemudian.
"Takdir-nasib ..," Sesalku. Bu limah kembali menertawakan ratapanku itu.

1 (113)

Sambil terus mencium pantat Bu limah, aku memintanya untuk sedikit memperlebar dua kaki, dan setelah kaki saya lebar mengangkang tubuh saya meluncur lebih jauh ke dalam tubuh dan kemudian umpan balik saya dengan wajah saya menghadap ke atas tepat di bawah vagina. Bu vagina limah berbulu itu maka saya mencium dan menjilat saya dan memasuki lubang vagina saya dengan jari-jari saya sementara aku berkeliling di dalamnya. Bu limah diimbangi dengan gemetar dan menekan-menekankan pantatnya, sepertinya Mrs. limah gairah mulai meningkat.

"Dal berhenti sebentar" katanya. Dan setelah saya menghentikan kegiatan saya, sementara masih berdiri di kursi yang di makan berikutnya dan kemudian mengangkat satu kaki dan letakkan di kursi, dengan posisi seperti itu memungkinkan saya lebih bebas untuk mengeksplorasi vagina. Pussy Bu limah kembali ku mengeksplorasi, dan tidak lama lalu saya merasa Bu limah mengejang dengan kepala sekarang munumpu di atas meja satu sisi menekan kepalaku tenggelam semakin dalam vagina, kemudian bergerak Bi limah juga melemah lalu berhenti, hanya mendengus napas saya mendengar masih cepat.

Seiring dengan melemahnya gerakan limah Mom, aku menghentikan permainan saya pada vagina Bu limah. Tanganku sekarang bergerak payudara meremasi tergantung Bu limah bergoyang-goyang sebagai kepala Bu limah masih tergeletak di atas meja dan tubuhnya menjadi cenderung ke depan. Mulutku bergabung dalam serangan itu, Mrs. limah payudara rakus menciumku, hisapi diperas dan diperas saya.

Setelah perasaan pulih, Bu limah lalu bangkit, dan saya kemudian akan duduk di kursi. Bu limah dan memelukku dari depan sampai kedua payudaranya yang menghimpitku lembut karena pada waktu itu saya masih duduk di kursi. Bu limah berciuman dan mencium kepala saya ke wajah. Saya dan limah berpagutan satu sama lain dan bertukar lidah.

Bu limah Kemudian jongkok, celana pendek sampai penis saya sudah keras itu ke atas. Dipermainkannya kocok penis dan inklusi saya ke dalam mulutnya sambil merokok-hisap.

Saya dan Ibu limah pergi ke menu utama permainan, dengan tuck dasternya, Bu limah kemudian perutnya di atas meja satu kaki masih menginjak lantai adalah satu-satunya di lift melintang di atas meja, menampilkan pemandangan erotis di vagina. Terlihat vaginanya sedikit up. Segera penis kuarahkan ke bagian Bu limah vagina, maka saya runtuh dan mendorong saya untuk menarik kembali lebih cepat. Bu limah tubuh segera melemparkan didorong oleh hentakanku, untungnya meja makan dibuat dalam tubuh alas limah bu kuat, bahkan kemudian sesekali juga bertabrakan dengan dinding untuk membuat pemukulan suara.

Saya dan Ibu limah kemudian berubah posisi dengan berbaring di lantai dapur. Bu limah membungkuk, saya sudah berjongkok di depannya segera mengangkat dan memegang bahu dengan satu kaki Bu limah ke terpentang, penis kemudian kuarahkan ke dalam vagina bu limah tampak pecah-pecah dan kutusukan up dasar vagina bu limah.

Ketika saya merasa saat-saat puncak sudah dekat, kusetubuhi Bu limah dengan meniindihnya dari atas, mulutku mencium payudara Bu limah. Bu kaki limah melilit pinggang saya, sampai saya akhirnya saya klimaks, menumpahkan sperma saya di vagina bu limah. Saya dan Ibu limah berpelukan erat dengan bibir berpagutan, aku dan Bu limah mengakhiri perjuangan puas.

Setelah itu saya dan Bu limah segera bangkit karena takut bahwa cucu Bu limah datang, dan benar-benar tak lama setelah aku tertidur di kamarku terdengar cucu Bu limah datang. Ternyata cucu Bu limah tinggal lama karena sekolah adalah hari libur panjang, aku punya menyedihkan tinggal di Bu limah menahan gairah yang tidak dapat disalurkan.

Akhirnya saya tidak tahan lagi, suatu sore, ketika Bu limah hendak mandi dan cucunya sedang bermain di depan saya langkah Mom limah berhenti di depan kamarku dengan berpura-pura berbicara saya mengungkapkan keinginan saya untuk Ibu limah.

"Mom, aku sudah tidak tahan ya ..," keluh Ibu limah.
"Kesabaran dong Dal, Anda tahu sendiri di sana adalah cucu saya, dia juga sama, sudah kepengen, tapi ya bagaimana," jawab Mrs. limah.
"Lihat juga ibu yang sama, telah datang tepat kepengen Bu, sebentar." Aku bersikeras.
"Ya, tapi tidak ada kesempatan, ibu cucu Anda tahu, ingin Ibu terus .."
"Mom, bagaimana jika malam ini, setelah ibu cucu ibu berpura-pura tidur hanya sakit perut, atau setelah semua ibu kemudian tidur di sini."
"Kemudian jika kita cocok lagi sehingga ada kamar mandi lakukan?" Kata Bu limah Worry.
"Begituannya Kitakan tidak di kamar mandi."
"Out mana?, Di kamar Anda?" Tanya Bu limah lagi.
"Ya bukan salah satu yang tidak berisiko adalah sama, ada aja tuh, mana gelap, orang tidak akan melihat kami, lagian kalau ada rumah keluar kita bisa segera tahu." Kataku sambil menunjuk ke suatu tempat dekat pohon belimbing di depan gudang yang gelap ketika malam hari,
"Ya sudah deh jika demikian, ibu mencoba untuk datang ke sini malam ini, sudah ya ada akan terlihat." Menjawab Mrs. limah setuju. Bu saat limah berlalu, aku membuat waktu meremas bongkahan pantatnya setelah melihat negara dalam rumah Bu limah sepi. Bu limah hanya merintih pelan sambil terus berjalan ke kamar mandi.

Untuk lebih mematangkan rencana tersebut, dari setelah Isya aku pura-pura tidur dan kamar saya lampu saya matikan. Menjelang tengah malam sekitar 11:00 aku mendengar pintu belakang rumah Bu limah di tempat terbuka, segera Ki mengintip dari celah di jendela, dan seperti yang saya harapkan terlihat memang Bu limah keluar. Segera aku bangun dan keluar. Tanpa mengeluarkan kata, setelah menutup pintu belakang rumah dan melihat saya keluar dari ruangan, Mrs. limah langsung ke tempat yang telah direncanakan, aku menangkap delangkah hati-hati.

Setelah penutupan, saya dan Ibu limah segera berpelukan saat berciuman panas. Bibirku dan bibir Bu limah pagut sama lain dengan liar dan penuh nafsu untuk melepaskan yang telah bersama-sama di dalam palka. Tangan dan lengan di limah Bu sibuk membelai sama satu sama lain. Selusupkan tanganku di bawah daster limah Bu Bu sampai daster bawah limah muncul ketika tangan mulai pantat belahan dadaku remaskan untuk kemudian bergerak maju vagina mengobel tidak celana.

Jembutnya bulu padat pertama saya memainkan trik dengan menarik lembut sebelum menyentuh vaginanya. Bu limah vagina gemuk kemudian kepermainkan, itilnya Pinch mencubit-halus, kemudian jari-jari saya pus masukan ke bagian bu limah dan putar kuputar- di dalamnya. Sementara itu, Bu limah tangan segera memenuhi penis saya yang sudah tegang di batang goyang-kocoknya perlahan seperti sedang memijat penis saya, zakarku buah kemudian bergerak diperas.

1 (112)

Karena situasinya tidak begitu begitu kondusif aku dan Bu limah tidak berlama-lama melakukan cumbuan, segera saya dan Ibu limah hubungan seksual. Dengan mencoba untuk tetap waspada dalam kasus ada orang yang keluar rumah.

Bu tubuh limah berdiri bersandar di dinding dengan daster ujung di bawah nya ke atas, satu kaki Rev itu dan memegangnya dengan tangan saya, tubuh saya dan tersedak bu limah ke dinding dan merasa posisinya setelah pas awal sampai penis saya ke dalam vagina Bu limah hujamkan.

Bahkan dalam keadaan yang tidak begitu leluasa, aku dan Bu limah bergulat liar dengan satu sama lain. Saya dan Ibu limah sama bergairah dalam melakukan hubungan intim yang kita lakukan. Bu limah napas dan napas mengejar satu sama lain. Dengan penis tetap Nusukan menusuk tubuh Bu limah angkat kecil saya dengan saya tangan meremas-remas sebelumnya meremasa ass sepotong Bu limah. Saya dan Ibu limah terus bergerak untuk berbagi kesenangan dengan mulutnya tanpa membuat suara dan aku memegang. Dengan cara ini ternyata aku merasakan sensasi dari hubungan seksual yang lain, sama lezat dengan hubungan seksual biasa. Saya dan Ibu limah menjadi lebih panas dan gairah untuk permainan penuh nafsu segera menyelesaikan ini.

Tanah ku wajahku di tengah payudara setelah Bu Bu limah limah membuka kancing daster nya, maka payudara saya Bu limah memainkan trik dengan mulutku dengan ciuman dan menghisapinya dan puting dari mulut saya seperti menyusui sebuah menyosot membuat Bu limah mengular penuk nikmat. Dan akhinya tanpa mengubah posisi kami yang berdiri saya dan Bu limah ke ujung klimaks, tubuhku dan tubuh Bu limah bergulat pertemuan semakin, pantat Bu limah menggeol-geol tidak teratur dengan semakin liar dan aku hujamankan penis lebih keras sementara bibir dan bibir Bu limah terus berpagutan dengan ganasnya hancur setiap lidah lain dan bertukar, sampai akhirnya sperma tubuh saya dan tubuh Bu limah terus sama kejang kenikmatan tiada tara itu tumpah memenuhi rongga Bu limah vagina

author