cerita sex goyangannya bikin crooott part 1

969 views

Cerita terjadi ketika saya adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas di dekat Kalimalang, Jakarta Timur. Aku menyewa kamar semi permanen dinding setengah kayu dan setengah lainnya milik seorang ibu bernama Halimah yang biasa disebut Bu limah.

Kamar ini terletak agak di belakang rumah yang berdekatan dengan kamar mandi. Pembatasan rumah belakang Bu limah tembok tinggi cuti tanpa atap, di mana digunakan Bu limah untuk menjaga tanaman dan bunga, ada juga tumbuh pohon belimbing ngadem teduh tempat dengan tikar. Kamarku berada persis di depannya.

Di rumah hanya ada 2 saya menyewa sebuah kamar kost dengan seorang pria tetapi juga tesis mahasiswa sangat jarang di rumah. Bu limah, ibu kostku adalah seorang janda dengan tiga, semua anak sudah menikah dan tidak tinggal di rumah lagi dengan Ibu limah. Kos rumah ibuku sebenarnya sudah usia cukup tua sekitar 50 tahun, tapi saya pikir, untuk usianya, tubuh Bu limah masih relatif baik, meskipun agak gemuk tapi masih gemuk dengan potongan pantat bahenol dan payudara besar.

Rambutnya yang hitam panjang selalu di nez belakang kepalanya. Tenang dan ramah sikap. Jika mereka berada di rumah Ibu limah paling sering memakai daster sehingga menggoda bentuk tubuhnya untuk selalu menyelinap pandangan. Payudara besar kadang-kadang terlalu sering saya melihat tanpa di up bra yang tampak menggantung bergoyang tubuhnya turun saat membersihkan tanaman.

1 (123)

Suatu hari ketika saya pergi di sore hari jadi agak santai. Setelah membeli koran aku kembali ke kamar saya untuk membacanya, apalagi pintu kamar terbuka. Beberapa saat kemudian terlihat naik ibu berjalan menuju kamar mandi membawa handuk, rupanya mandi. Dia berhenti di depan kamar saya untuk menyapa.

"Mengapa tidak pergi?" Kata Dia.
"Ya Bu, hari ini memasuki sore hari". Saya membalas.
"Yah dong yang baik dapat bersantai ..," kata Bu limah lagi tersenyum dan melanjutkan ke kamar mandi.

Dari kamar mandi aku mendengar Mrs. limah kecil suara dengungan timpali air. Saat itu pikiran saya dengan membayangkan Bu limah ngeres merek telanjang pangkal paha mengeras dan mengangkat keinginan saya untuk mengintip.
Segera menutup pintu kamar saya dan hati-hati aku mencari celah papan hubungan antara kamarku dengan kamar mandi. dan ternyata ada sedikit tipis karena lubang cet sudah hancur, agak di bawah tempat yang tepat di dekat bak mandi. Dengan hati berdegub keras, aku mengintip Bu limah, tampak dia telanjang, tubuhnya masih gemuk untuk usia Bu limah wanita. Payudaranya sedikit turun tapi besar dan menantang, sementara bulu kemaluannya tertutup cukup padat.
Dia menyabuni payudaranya sedikit lebih lama, dia bermain trik dengan puting twist-milinnya, sementara tangan lainnya menyabuni vagina, dimasukkan jarinya berulang kali sementara matanya terpejam-ditutup dapat menikmati, gerakan terlihat seperti orang-orang berhubungan seks.

Bu kemudian menangguhkan kegiatannya limah kemudian berjongkok persis menghadap saya untuk mencuci bra dan celana dalam yang vagina saya jelas terlihat membuat semangat berapi-api. Saya menghapus penis saya sudah berdiri tegang, saya bermain dengan tangan saya tidak lagi kemungkinan kuperdulikan jika Mrs. limah tahu apa yang saya lakukan. Semakin lama nafsu seks menjadi tidak terkendali kepala saya tidak bisa berpikir jernih lagi, yang ada di kepala saya bagaimana mereka bisa menikmati Bu limah tubuh.

Bu limah akhirnya selesai mandi, setelah menyeka diri dengan handuk, dililitkannya handuk yang menutupi tubuhnya, sementara pakaiannya di masukan ke dalam ember di kamar mandi.
Aku segera bersiap-siap dengan rencana saya. keluar dari kamar mandi. Ketika Ibu limah cepat melewati kamar saya membuka pintu kamar saya dan tanpa mengucapkan sepatah kata lagi Bu limah pelukan tubuh dari belakang, menarik handuk digunakan sampai ahirnya Bu Bu limah limah telanjang, remaskan tanganku ke payudaranya.
"Aw, gee .., apa-apaan ya ..," Bu Pekik limah terkejut.
"Oh Dal, Dal jangan ah ...," Mrs. limah mencoba melarikan diri.
Aku masih tidak peduli, tangan kanan saya bahkan ke titik vagina saya, saya-Kobel Kobel dan kucolokan jari saya ke dalamnya sambil mencium leher saya dan leher belakang Bu limah. Bu tubuh limah mencoba untuk memberontak untuk melarikan diri tetapi saya tidak memberikan kesempatan untuk senjata yang lebih mempereret.
"Oh .., dal dal ingat, ah .. Ibu sudah tua Dal. Ibu lepasin Dal." Kata Bu limah mengemis.
"HHH .., dia masih bekas luka seksi, bukti gairah yang sama ibu saya. Deh sudah lumayan nikmatin ibu menulis panjang lagian itu tidak ibu beginian." Kataku memaksa.
"Tapi kau malu Dal, maka jika ada orang yang tahu bagaimana ...?" Ibu Hiba limah.
"Ya begitu, mending ibu nikmatin saja, maka orang-orang di sana tidak akan tahu." Tangkisku.

Bu limah akhirnya terdiam, tubuhnya tidak berusaha memberontak lagi aku lebih leluasa mengeksplorasi seluruh bagian tubuh bu limah, kadang kuelus membujuk kadang kuremas meremas-remas sebagai pantat besar dan gemuk. Menyadari ada tidak ada penolakan dari Bu limah, aku mengintensifkan gerakan saya ke bagian tubuh yang dapat membuat limah Bu Bu gairah limah lebih tinggi agar tidak kehilangan momen.

"Ahh .., ssshh ..., aahh ..., geli Dal, ahh ..," Bu limah mendesah-desah pelan menandatangani nafsu seksualnya meningkat.

Saya putar tubuh saya menghadap Bu limah, sementara masih memelukku, mencium bibirku, dan lidah saya ke kumasukan mulutnya. Bu limah dimulai untuk menjaga, di ciuman saya dibayar dengan saya dan Ibu limah ternyata ketat mengisap bibir dan lidah masing-masing. Sementara sehingga tanganku dibimbing Bu limah ke selangkangan saya dan menyelipkan tangannya ke saya memakai celana pendek pelatihan. Saya Ibu limah tanpa merobohkan celana saya sampai penis saya ke atas bebas. Kontoku tangannya, dengan ibu jari membelai kepala saya ayam-elusnya kemudian mengguncang. Pelerku pun tak luput di jamahnya dengan meremas perlahan, sesekali merasa jari-jarinya menelusuri pantat belahan dadaku melewati anus, sensasi seksual saya merasa benar-benar lain.

Bu limah leher mencium loker saya dan pergi ke dada. Bu payudara yang limah besar aku mencium, kuremas meremas-remas, kusedot-menghisap dan menjilat puting saya sebanyak sementara twist-twist selain aku hisapi seperti bayi mengisap ibunya, yang ternyata membuat Bu limah semakin panas. Mengerumasi rambut dan kadang-kadang tangannya menekan kepala saya ke payudaranya.

Desahanannya semakin didengar. "Oh .., ahh .., sshh .., terus dal, aahh .."

Bu limah dengan posisi tubuh yang tetap berdiri, aku menurunkan tubuhku, kuarahkan mulutku ke selangkangannya, Bu limah jelas tahu apa yang akan saya lakukan, di renggangkannya kedua kaki mengangkang yang membuat saya sedikit lebih bebas mencium vaginanya.
Rambut kemaluan saya berpisah pada permukaan bulu dan bibir vagina untuk memegang permukaan vagina saya. Aku menjulurkan lidah saya review-sarung bantal Bu limah bibir vagina, itilnya saya kadang-kadang kujepit dengan bibirku sebelum kuhisap-hisap. Tak lupa colokan jari saya ke dalam vagina sementara Ibu lingkaran limah pitar saya. Apa yang saya lakukan adalah membuat Bu limah menggelinjang-gelinjang dengan mulut tidak berhenti mendesah mendesah kenikmatan.

"Ahh .., aww .., yahhh .., sshh .., terus Dal, iyaahh .."

1 (122)

Aku sangat bergairah tentang dan Ibu limah bercinta, bahwa saya dan Ibu limah sudah tidak peduli lagi jika saat itu kami bergelut di udara terbuka di belakang rumah Bu limah. Tapi kekhawatiran akhirnya muncul juga. Aku berhenti untuk aktifitasku saat.

"Mom, sebentar yah, aku akan mengunci pintu pertama, takut tidak ada yang datang." Aku berkata, berdiri.
"Oh ya, untungnya Anda ingat, tapi cepet juga Dal, dia sudah tidak tahan ya," jawab Mrs. limah nakal. Aku hanya tersenyum, sambil melewati kuremas pertama Bu limah payudara.

Jarak sebenarnya ke pintu hanya beberapa meter jauhnya, dan Ibu limah karena aku diatasi dengan kenikmatan seksual tidak ingin kehilangan bahkan sekejap waktu. Setelah mengunci pintu aku kembali, penis saya angguk waktu berjalan karena celanaku independen meskipun aku masih mengenakan baju.

"Jika pintu depan terkunci tidak Mom?" Aku bertanya ketika itu dekat Bu limah.
"Dikunci, dari pagi Anda belum membukanya." Jawab Mrs. limah ia meraih saya ke dalam pelukannya.
"Dal kami pindah ke kamar yuk!" Pinta Bu limah.
"Di sini aja bu, cari suasana lain, pasti Ibu tidak pernah ayah yang sama ngewe pada awalnya di tempat terbuka seperti ini."
"Ah, Anda tentu saja seperti itu." Ibu limah mengelak sambil membuka baju saya.

Saya dan Ibu limah kembali berpagutan lebih tari kursi saya dari depan kamar saya, tubuh saya Bu limah lap lebih pahaku, Bu limah semakin aktif menciumku, pentilku pun di hisap dan di jilatinya sedangkan tangan membelai vagina basah. Bu limah kemudian berdiri dan berjongkok di depan saya, di hadapkannya wajahnya ke penis dan menempel lindahnya-komentator untuk meninjau kepala penis saya saat kemudian di masukan penis ke dalam mulutnya, di hisap-hisap dengan menggerakkan kepalanya kembali dan sebagainya, kemudian pelirku di hisap dengan baik. Bu gerakan lidah limah benar-benar membuat saya penuh dengan kenikmatan.

author