cerita sex dengan ibu muda temanku

7000 views

Sebulan yang lalu saya pergi ke sepupu Ary di Bogor, kebetulan berada di dalam geng rumahnya yang tidak bisa masuk ke dalam mobil. Jadi saya memarkir mobil saya di depan gang dekat sebuah salon. Ary Setibanya di rumah, saya disambut oleh istrinya. Memang, istri dari Ary bernama Sandra 30 tahun dianggap sangat seksi, terutama karena ia hanya mengenakan daster.

"Mas Ary itu ke Pak RT sebentar Mas, juga akan kembali," kata Sandra.
"Oh ya .." jawabku singkat.

Saya diberitahu untuk duduk di ruang tamu, dan kemudian dia kembali dengan secangkir manis, karena kursi di ruang tamu agak pendek, maka secara tidak sengaja saya dapat melihat persis sembulan kedua sisi dada Sandra yang tidak mengenakan bra. Wach pagi sudah membuat pikiran pusing nich. Tapi aku menyingkirkan pikiran saya pergi, karena saya pikir dia sudah termasuk keluargaku juga.

Akhirnya, setelah Ary tiba, kami bertiga berbicara hingga sore hari. Lalu aku izin untuk bernapas sore sendirian, karena aku akan nginap rumah Ary sampai besok pagi. Aku berjalan ke depan gang sambil melihat mobil saya, ada parkir aman. Setelah melihat mobil saya berhenti sebentar ke salon untuk gunting rambut yang kebetulan sudah mulai panjang. Di sana saya dilayani oleh seorang wanita, berusia sekitar 40-45 tahun, kulit kuning langsat, tubuh seperti seorang ibu yang usianya seperti di atas, tidak gemuk, tidak kurus, sementara wajahnya manis dan tidak ada tanda-tanda keriput dengan usia, bahkan masih mulus, saya pikir mereka akan sangat rajin dalam tubuh ibu peduli, terutama wajah.

"Mas ingin potong rambut atau creambath nich," kata ibu.
"Ingin bu potongan rambut" jawab saya.

Panjang cerita potongan rambut pendek setelah selesainya ibu bernama Rini menawarkan pijat dengan posisi tetap dibangku salon. Setelah setuju, memijat kepala dan pundak saya, kami berkomunikasi melalui cermin di depan wajahku.

"Wach pijat begitu baik ibu" kataku.
"Yach biasa Mas, bila badan terasa cape benar, memang pijat lain pasti terasa enak" jawabnya.
"Saya juga sering dipijat kalau terlalu banyak tamu disalon menerima ini, karena ketika hari itu cape Mas juga memotong / rambut krim mandi tamu berdiri" jawabnya lagi.
"Sekarang ibu merasa cape bisbol" tanya memancing.
"Memang, Mas akan mijitin ibu" jawabnya.
"Wach senang bu, membebaskan Anda tahu .. jika saya tidak salah khan biasanya ketika berdiri terlalu lama, nyeri betis ibu, benar enggak ibu?" pancingku lagi.
"Hal ini sich benar, tetapi khan Mas keras di sini" jawab Ibu Rini, tersenyum.

Naluri langsung berjalan cepat, berarti Bu Rini langsung menerima ajakanku. Tanpa membuang-buang waktu aku berkata "Bu, Anda khan punya asisten disini, bagaimana jika saya panti pijat di luar ibu?" pancingku lagi.
"Mas di mana ibu akan membawa?" tanya Ibu Rini.
"Ayo bu .. bila Bu Rini setuju, ibu saya menunggu di mobil di depan salon, itu terserah kepada dech ibu ingin mengatakan / alasan di mana asisten ibu" Ibu Rini mengangguk dan tersenyum kembali.

Singkat cerita kami sudah di dekat kebun raya Bogor. Ibu Rini mengenakan celana panjang, dengan gaun seperti jubah. Saya mengundang Ibu Rini telungkup di tempat tidur untuk memijat betis, dia mengangguk setuju.

1 (130)

"Nah Mas nyusahin nich"
"Tenang bu, bu koq membayar bisbol, itu gratis lho." Saya membalas.

Lalu aku mulai memijat betis dengan tumit ke arah body lotion. Celana Ibu Rini aku mengungkap hingga betisnya, tapi karena Ibu Rini celana paha terlalu besar bawah akhir tidak dapat diangkat di atas. Di sini memang kesempatan yang saya harus menunggu.

"Bu maaf nich, celana enggak bisa dibuka hanya masalah kemudian celana ibu ibu kena body lotion, dan aku memijat kurang bebas, ibu kemudian mengeluh nich"

Aku melihat Ibu Rini agak malu-malu saat membuka celana panjangnya, ia langsung dibungkus handuk untuk menutupi celana dalamnya. Lalu aku mulai memijat kakinya dengan lotion sambil perlahan-lahan mengungkapkan handuk menuju paha. Dilihat dari belakang Bu Rini hanya mendesah, mungkin karena rasanya enak pijitanku ini. Ketika saya mulai memijat paha tubuhnya lotion saya menggunakan cukup banyak, dan handuk terkena punggungnya.

Aku mulai renggangkan kaki Ibu Rini, sambil memijat paha bagian dalam. Ibu Rini tampaknya menikmati. Tanpa membuang-buang waktu dalam keadaan wajah berbaring aku menarik celana Ny Rini bawah, mengatakan "Saya minta maaf Bu yach".

Dia hanya mengangguk sambil menutup matanya, mungkin karena Bu Rini sudah mulai terangsang saat aku memijat pahanya dengan lotion begitu banyak.

Wow aku melihat Ibu Rini menonjol pantat dengan belahan di tengah tanpa sehelai rambut yang mengelilingi vagina ibu. Aku mulai lagi memijat paha bagian atas turun ke pantatnya dengan menggunakan kedua ibu jari. Aku menekan gagang Ibu Rini untuk celah sedikit terbuka, dengan sesekali aku sapu dengan empat jari dari vagina ke atas untuk menyentuh anus.

"Och Och .. .."

Hanya itu yang keluar dari mulut Ibu Rini, rupanya dia mulai sangat sangat horny, tapi dia tipe pasif, hanya menerima apa yang akan dilakukan kepadanya. Aku mulai nakal, jari kelima kulumuri dengan lotion dan kemudian saya mulai sapu dari anus ke ibu vaginanya ke bawah menuju Rini dan diimbangi dengan semakin meningkatnya pantat Bu Rini.

"Och Och .. .. .. Och Mas Mas terus .."

Perlahan indeks kumasukan dan jari tengah ke dalam vagina, maka kukocok sampai kedinding terjebak di dalam vagina, sementara perlahan ibu jari menekan anus Bu Rini. Aku melihat Ibu Rini sedikit meringis sedikit, tapi masih ada sinyal menolak. Thumb telah masuk ke dalam anus Bu Rini, perlahan-lahan sambil kulumuri agak banyak body lotion kukocok juga dubur Ibu Rini, sampai satu tekan ibu jari saya ke dalam anus, sementara indeks dan jari tengah ke dalam vagina, dan kegiatan yang saya lakukan hingga 3 menit.

Dan aku melihat Ibu Rini tidak lagi meringis dalam tanda sakit di sekitar lubang anusnya, tetapi telah melihat wajahnya rasa senang, meskipun matanya tetap tertutup hanya kali tersengah beberapa.

"Och Och .. .."

Lalu aku menjilat Bu Rini telinga dengan berbisik lidahku.

"Saya masukkan yach penis saya Bu"

Ibu Rini hanya mengangguk setuju tanpa membuka matanya. Lalu aku membuka pakaian utuh, maka saya ganjel perut Bu Rini dengan bantal yang dilipat, sehingga bokong dan lubang vaginanya sedikit mengungkapkan ke atas. Kemudian saya masukkan penis saya ke dalam vagina Bu Rini dan kukocok hingga 15 menit, dan kemudian saya melihat lendir putih sudah mulai keluar dari lubang vagina, Ibu Rini.

Rupanya Ibu Rini telah mencapai klimaks sampai pejunya dikeluarkan pertama, maka saya lap dengan handuk dan kuayun kembali penis sampai 15 menit, sampai Ibu Rini mencapai klimaks untuk kedua kalinya. Sementara penis semakin tegang tanpa isyarat akan menyemprotkan cum. Karena pinggang terlalu sakit, aku mengambil body lotion kulumuri Ibu Rini anus sementara aku membuka lubang anus untuk masuk ke dalam, dan kemudian saya perlahan-lahan ditekan hingga akhir penis ke dalam anus Bu Rini.

"Och .. Perlahan Mas .." Bu Rini mengeluh.

Terus membawa penis ke dalam anus sampai Ibu Rini, lalu perlahan-lahan aku menarik penis saya. Memang, penis saya merasa sangat terjepit oleh lubang anus Bu Rini, itu membuat saya mulai terangsang. Aku menekan lagi penis ke dalam anus Bu Rini, dan perlahan-lahan mulai kukocok anus Bu Rini dengan penis ini saat mengolesi body lotion sehingga lubang anus Bu Rini tidak melepuh, terus melakukan kegiatan ini sampai 5menit dan tiba-tiba cum dikontol mulai reaksi ingin bersaing keluar. Lalu aku menarik penis saya, dan melepaskan seluruh pejuku berserakan di atas sprei.

1 (131)

Setelah itu Bu Rini langsung membersihkan tubuhnya ke kamar mandi, lalu kususul Bu Rini di kamar mandi yang tidak memiliki benang sehelaipun dalam tubuh, cukup bodynya cukup montok, tetenya sudah agak longgar tapi masih menantang seperti buah pepaya masih tergantung dipohon, perut juga sudah mulai ada lipatan lemak, tapi masih enak dipandang, karena warna kulit sepenuhnya adil. Kemudian saya membantu Ibu Rini ketika mereka ingin menggunakan sabun di tubuhnya, jadi saya dibantu juga oleh Ibu Rini.

Setelah mandi penis saya mulai lagi, maka saya meminta Ibu Rini untuk bermain kembali, Bu Rini mengisyaratkan ok. Dan saya mengatakan kepada Ibu Rini duduk di kursi tanpa mengenakan selembarpun, aku mengangkat kakinya dengan posisi mengangkang lalu saya mengatakan kepada Ibu Rini memeluk kakinya kuat, dan kemudian aku berjongkok dan mulai menyapu vagina Bu Rini dengan lidahku , sementara jari telunjuk saya masuk ke dalam vagina bawah sambil menyeret. Berikut Ibu Rini tampaknya mendesah sedikit keras.

"Och Och .. .. .. Masukan saja Och Mas .. Saya enggak kuat"

Tanpa membuang waktu lagi karena penis saya mulai keras kembali, menekan penis saya ke dalam lubang vaginanya Ibu Rini kembali, setengah berdiri, sedangkan kedua kaki Bu Rini sudah bersandar di depan bahuku, terus kusodok Vagina Ibu Rini dengan saya penis, hingga 30 menit lebih aku belum bisa juga mengeluarkan pejuku. Lalu aku bertanya Bu Rini untuk menghisap penis saya agar cepat keluar dari pejuku ini.

Saya membawa kedua kaki dan kemudian aku meraih kedua pipi ke arah penis, dan kemudian saya memasukkan penis saya kembali ke dalam mulut Bu Rini, di sini saya melihat Ibu Rini diimbangi dengan isap dan air liur menetes mulai dari mulutnya untuk membuat saya cepat mencapai atas. Ini benar-benar cerdik Ibu Rini, sebelum mencapai lima menit aku tidak tahan lagi menahan pejuku muncrat di mulutnya.

Setelah itu kami berdua membersihkan diri kembali ke kamar mandi, dan kemudian kami kembali ke salon Bu Rini. Sebelum keluar dari mobil, saya berbisik kepada Ibu Rini. Ini adalah lebih tua, sangat akrab dalam pengalaman dalam hal ini dibanding muda. Bu Rini hanya tersenyum manis, sambil keluar dari mobil saya dan kembali ke salon.

Recent search terms:

  • Cerita seks ibu muda
  • cerita ngentot ibu muda
  • cerita ngentot mamah muda
  • cerita dewasa ibu muda
  • cerita dewasa mama muda
  • Cerita seks mama muda
  • cerita ngentot mama muda
  • cerita bokep ibu muda
  • cerita mamah muda
  • cerita dewasa mamah muda
author