cerita sex dengan bu dokter

3985 views

Shinta adalah seorang dokter muda yang baru saja menyelesaikan studi kedokterannya di sebuah universitas bergengsi di Sumatera. Sebagai dokter baru ia harus menjalani masa PTT di sebuah desa di daerah. Orang tua dan tunangannya keberatan jika Shinta melaksanakan PTT di daerah itu, selain banyak kota dan daerah masih terbelakang dan terisolasi. Shinta orang tua sangat keberatan dan ia berusaha untuk Shinta ditempatkan di daerah dekat dan terisolasi itu. Upaya ini gagal karena orang tua mereka telah menjadi keputusan lembaga pusat dan tidak dapat dibatalkan.

Kekhawatiran orang tua dan tunangannya adalah sangat wajar, karena Shinta masih muda dan tidak tahu seluk beluk masyarakat desa, ditambah kerasnya kehidupan di desa yang terkenal dengan kebiasaan masyarakat primitif. Selain Shinta Rudi akan menikahi tunangannya beberapa bulan. Memang Shinta dan Rudi memiliki pacaran yang lama dan orang tua mereka menyetujui hubungan mereka.

Shinta adalah seorang gadis yang berusia 24 tahun adalah seorang mahasiswa kedokteran yang memiliki kemampuan yang bisa dibanggakan, sehingga tdk heran dalam waktu singkat telah menyelesaikan kuliah. Selain itu ia berparas cantik, sosok yang membuat lawan jenis ingin mendapatkannya, namun hatinya telah jatuh ke Rudi yang merupakan pria yang gigih mendapatkannya, bahwa ia ingin di pertunangkan dengan nya.Rudi adalah seorang pria yang telah memiliki didirikan kehidupan di sebuah perusahaan milik negara kota, selain itu ia adalah anak dari ayah seorang teman Shinta. Selama pacaran mereka hanya diisi dengan makan malam dan kadang-kadang menonton. Mereka berdua tidak pernah melakukan itu bertentanggan dengan adat dan agama, karena masing-masing menyadari sesaat kemudian akan mendapatkannya juga.

Setelah perjalanan melelahkan dikawal Shinta dengan ayahnya dan desa Rudi. Perjalanan dari kota memakan waktu selama 1 perjalanan mhari ditambah jalan dan jalan setapak yang sangat rusak. Desa shinta disambut oleh desa dan kepala dusun. Dengan sedikit pertunjukan, maka tugas resmi Shinta. Kemudian ayah dan Rudi nya kembali ke kota hari berikutnya setelah Shinta memperingatkan untuk berhati-hati.

1 (134)
Hari pertama ia menjabat Shinta dibantu oleh petugas kesehatan yang bertugas penunjuk arah. Shinta menempati salah satu rumah milik kepala dusun paket disebut Tanba. Pak Tanba yang sangat dihormati dan itu termasuk desa orang kaya. Dia berusia sekitar 67 tahun dan memiliki tiga istri. Pak inipun sering meminjamkan sepeda untuk Shinta untuk tugas-tugasnya, kadang-kadang ia sendiri yang memberi tumpangan ketika Shinta Shinta ingin ke desa berikutnya. Untuk Shinta mana Mr Tanba sangat membantu ketika ia hampir putus asa melihat lingkungan desa hanya terdiri dari hutan dan jalan yang hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor.

Karena sering disampaikan kedesa desa lainnya, seringkali tanpa disadari oleh Shinta telah membuat paka Tanba menaruh rasa diri ingin memiliki paka Taba, apalagi jika bersama-sama sering Shinta dada montok itu bersentuhan dengan paka kembali Tanba. Sebagai pria normal ia mulai merasa ingin lebih jauh. Shinta merasa dia tidak dapat dilayani jika paket tanpa bantuan Tanba.

Suatu hari saat pulang dari desa tetangga, mereka hujan dan hari ketika hujan dengan derasnya.Lalu buru-buru pak Tanba mempercepat kendaraan, secara otomatis Shinta memegang pinggang pak Taba erat dan dalam suasana yang pak Tanba dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Shinta nyata. Kemudian mereka mencapai Shinta tinggal yang juga rumah milik Tanba pack. Sekali di dalam rumah, Shinta datang ke ruangan dan berubah menjadi handuk kimono, menjadi paket Tanba ia meminjamkan handuk untuk menggantikan pakainan yang basah.

Shinta ketika mengubah pakaian sebelum Tanba mengintip pak celah di pintu kamar. Adam nya apple atas dan ke bawah karena ia melihat kehalusan kulit tubuh dan kemulusan Shinta seluruhnya. Dengan langkah pasti ia duduk di ruang tamu rumah untuk hari hujan di luar.
"Yah, hujan berat sekali pak." kata Shinta,
"Bagaimana jika nginap disini, Pak."
"Ooooo .. terima kasih Bu. Jika hujan reda saya akan pulang ..." jelas Mr Tanba.
"Nah Pak ..." kata Shinta.
Kemudian Shinta kedapur dan membuat kopi untuk Tanba pack.
"Sir, kopi ini ..".
"Wah ... bisa tetap up kopi malam gedebuk ini."
"Oh .. ya .. pak .. apa yang harus saya menggantinya dengan teh hanagat?" Tanggung jawab Shinta.
"Ohh ... tidak perlu berdebar .. ini juga tidak apa itu." Taba paket lonceng, menatap ke arah Shinta.

Sampai saat itu hujan belum reda dan paka Tanba terpaksa nginap di rumah. Shinta terus menemani paka Tanba ngobrol tentang pekerjaan hingga ia berencana untuk menikah. Pak Tanba mendengar dengan penuh perhatian dan kadang-kadang mencuri pandang Shinta dada. Shinta adalah suasana ketika ia meninggalkan pak Tanba sendirian malam itu karena pak Taba telah membantu. Mata menengah mulai mengantuk. Media hiburan rumah yang tidak ada dalam ketiadaan jaringan televisi. Lihat Shinta mulai mengantuk paket terakhir dari Tanba mengirim Shinta tidur pertama.
"Mom, tidur aja pertama biarkan aku di sini."
"Yah saya tidak baik ni pak pak Tanba periode saya tinggal." Shinta memaksa dirinya untuk terus berbicara sampai jam pertunjukan di 9 12:00 desa jika sudah dibubarkan ditambah hujan deras.

Tanba pak dari tadi terus memperhatikan dia karena suasana malam itu membuat dia ingin mengambil kesempatan untuk Shinta dengan tidak mengungkapkan keinginannya.
Namun ketika sadar Shinta pak Tanba telah duduk di samping Shinta.
"Bu ... Shinta .., slam dingin ya .." Pak Tanba.
"Ya, Sir ...," kata Shinta .. pasti pak Tanba, meraih tangan
Shinta ...
"Ini berdebar, saya memegang tangan ibu ya .., biarkan dingin hilang ...." bisik Pak Tanba.

Shintapun membiarkan pak Tanba meraih tangannya, ada udara hangat yang ia rasakan. Tanba pack kemudian menempatkan lengannya di bahu dan membelai Shinta Shinta belakang telinga, tapi itu daerah sensitif Shinta. Shinta kepala dan kemudian jatuh di pundak paket dan sebagai pecinta Tanba Tanba pack terus merangsang saraf di leher dan bahu Shinta.

Shintapun meresapi belaian belaian lembut dan laki-laki usia yang sama seperti ayahnya, matanya hanya merem melek. Mungkin karena suasana dan cuaca dingin membuat Shinta membiarkan tindakan Tanba. Pak Tanba berdiri dan menarik tangannya Shinta untuk berdiri. Shinta oleh, dan kemudian ia membimbing kekamar itu dan menyilahkan Shinta berbaring.

"Mom, ibu tampaknya capai." kata pak Taba.
"Ya Pak .." kata Shinta.
Pak Tanba keluar dari ruangan dan mengunci pintu rumah dan memeriksa jendela, kemudian ia kembali ke ruang Shinta kembali sementara terkunci dari dalam. Dia tidak sabar untuk melakukan hubungan intim dengan Shinta yang telah menjadi obsesinya pada malam hari.

Pak Tanba berjalan menuju Shinta, yang duduk ditepian tempat tidur.
"Mr .. bekas luka di kunci?" tanya Shinta.
"Kau tahu ibu, jika malam hujan ini membiarkan udara dingin tidak masuk ..." kata pak Taba.
"Bagaimana bu apa masih dingin?" Dia bertanya.
"Ya, Sir ..." angguk Shinta.

1 (133)

"Nah mabuk bagaimana jika kepala ibuku pijitin membiarkan segar." kata pak Tanba
"Silakan Pak ..." kata Shinta.
Shinta kemudian duduk kembali untuk berkemas dan pak Tanbapun Tanba naik ke tempat tidur dengan kepala dan leher pijat Shinta. Meskipun hal ini adalah merangsang Shinta kembali menjadi mengusainya. Sebagai pria mengalami hal ini tidak sulit bagi Pak Taba untuk menaklukkan Shinta, yang diketahuinya memiliki tidak benar-benar tahu tentang dunia seks dan laki-laki.

Dengan gerakan lembut dan pasti menyapu dia dari belakang telinga ke tengkuk Shinta.
Shinta ... memejamkan mata menikmati setiap gerakan tangan pak Tanba. Dari dekat Tanba pack dapat merasakan dan menikmati kelancaran Shinta. Tanba pijitan beberapa waktu itu telah turun ke belakang dan keluar dari kesadaran Shinta kimono telah jatuh dari bahunya dan yang tinggal hanya Bh yang menutup payudaranya. Bh naik dengan tangan kelincahan Tanba paket jatuh dan telah melihat taba paket nomor 34b. Masih dari belakang gerakan tangan taba pack dan meremas payudara Shinta. Shinta sadar dan memegang gerakan tangan Pak Tanba ..

"Ini pak ..., tidak lagi Pak ..." sambil mengenakan kembali kimono itu bhnya telah dijatuhkan.

Pak Tanba kejutan dan ia tampak mata Shinta, ada nafsu tertahan, namun ia harus mulai memasang strategi untuk Shinta, kembali ke tuannya.

"Maaf bu .. jika saya lancang." kata pak Tanba.
Shinta diam. Kemudian pak Tanba're tinggal selangkah lagi bisa mengusai Shinta. Kemudian pak Taba berjalan keluar dan ia meninggalkan Shinta. Kemudian ia kembali lagi menuju kekamar itu, dan duduk di samping pakaian Shinta Shinta saat itu acak-acakan.

"Ibu ... ibu apa marah?" tanaynya.
"Tidak, Sir, tapi aku salah. Bahkan, selama pacaran dan keterlibatan saya tidak pernah seperti ini." Shinta cahaya.
Pak Tanba mengangguk mendengar Shinta.

Cuaca malam itu masih hujan deras dan udara dingin menusuk tulang terus, pak Tanba mengerti jika Shinta khawatir karena dia masih perawan, tapi tekadnya dibuat malam itu Shinta ia harus mampu Persetan.

Sikap kebiusan Shinta saat itu, Pak Tanba kembali meraih tangan Shinta dan menciumnya, Shinta diam, kemudian pak Tanba memeluk Shinta dan tidak ada penolakan dari Shinta, ternyata Shinta saat sebelumnya telah naik nafsu tapi mengingat statusnya maka ia menolak pak Tanba. Dijari Shinta cincin pertunangan memang melingkar dan pak Tanba mengabaikannya.

Dengan kelihaian, kembali Shinta di akhir lengan dan suara terpancar nafsu pada pria dari desa. Setelah bentak kemudian membuka kimono Shinta, untuk membuka seluruh kulit tubuh yang halus, dapat ditolak tanpa Shinta.Dengan pack penuh nafsu Tanba sentuhan dada putih dan membelai itu memerah dan dengan mulutnya ia menggigit putingnya. Keringat membasahi tubuh Shinta dan membuatnya menyerah untuk berkemas Tanba.

Tanba tangan ke bawah dan merongoh cd Shinta dan masuk lubang yang telah basah. Lalu ia terbuka dan dia berbaring Shinta tubuh. Dia sangat bersemangat untuk melihat bagian dari vagina Shinta tertutup oleh sedikit bulu.

Pak Tanbapun kemudian menanggalkan pakaian dan CD, sampai mereka berdua telanjang di tempat tidur. Penis Tanba sangat panjang dan besar. Shinta saat itu tidak tahu apa-apa lagi.

Pak Tanbapun kemudian membuka leg kedua dan mengarahkan penisnya Shinta Shinta pergi ke bagian vagina.

Beberapa kali terjawab, hati-hati mengangkat kedua kaki dia Shinta lama kebahunya, dan sebelum ia bisa masuk kepala penisnya.

"Pak Aduhhhhhh .. aughhhhghhhhh ... ghhh ... Pak sakit ..." teriak Shinta. Pak Tanba kemudian menarik penisnya kembali. Lalu ia membiarkan mulutnya ludahnya ke pinggiran lubang vaginanya biarkan lancar. Kemudian ia mengulangi memasukkan penisnya. Dengan hati2 ia dorong masuk dan kepala penis untuk masuk ...

1 (132)

"Auuuuuggggkkkk ..." teriak Shinta.
"Segera bu ..." kata Pak Tanba.
"Ini juga akan menghilang gedebuk sakit ..." katanya lagi.

Setelah berdebar seluruh kontol masuk dan ia mengembangkan dukungan. Namun ketika Shinta merasa dilolosi tulang. ia menggigit bibir bawahnya dan nyilu membantu perasaan sakit saat penetrasi tadi.Pak Tanba telah berhasil merobek selaput dara Shinta, hingga tetes darah di paha terlihat lebih halus saat Shinta dan membasahi sprey kusut.

Tanbapun pack terus meremas tangan payudara Shinta Shinta pinggul dan kembali menolak. Sekitar 20 menit ia mengembangkan dukungan penisnya ke dalam vagina menjadi Shinta Shinta memiliki dua orgasme, maka ia meludah spermanya di dalam rahim Shinta. maka ia tetap diam pada tubuh Shinta. Terlihat ketika tubuh berada di bawah Shinta mulus pak putih tubuh Tanba masih membelai dadanya dan menjilat bibirnya dan lidah Shinta. Kedua tubuh manusia penuh dengan keringat. Shinta di sudut-sudut mata tidak ada air mata karena keperawanannya telah hilang bukan karena tunangannya tapi orang tua itu.

Dia tidak punya pilihan lain karena itu sudah di Persetan Mr. Tanba. Tanba pack sampai akhir kembali pagi untuk mengulangi permainan seks dengan Shinta, sampai Shinta merasa senang dan jamban dalam permainan atau orang dewasa. Rudi dia tidak inagt lagi dan saat itu ia terbelenggu oleh gairah dan nafsu yang diberikan Tanba pack.

Sejak itu, hub dua makhluk dari berbagai usia sejauh ini terus di rumah itu, kadang-kadang di gubuk milik pak Tanba di kawasan hutan. Shinta terkejut karena pria untuk sisa paket Tanba masih memiliki stamina berhubungan. Tidak heran jika pak Tanba memiliki tiga istri dan memiliki 3 anak yang telah dewasa.

Tanbapun berniat untuk membuat istrinya Shinta 4 karena dia sangat bangga memerawani Dokter kota dan indah. Untuk itu ia terus berusaha untuk bercinta Shinta menjadi hamil dengan biji. Shintapun sulit melepaskan diri dari pak Tanba. Dia berpikir untuk membatalkan pertunangan dengan Rudi, karena bagaimanapun ia sudah tidak perawan lagi.

author