cerita sex cewek seksi di perkosa Part 3

1742 views

Kini giliran Pak Hendarso dan Johan mengambil jatah. Keduanya sepakat untuk melakukan permainan 3P.

"Ayo Ami memberi kami kesenangan tubuh indah Anda" Pak Hendarso tersenyum.

"Ya saya ingin merasakan kehangatan kasih sayang lubang mataharimu ..." jawab Pak Johan.

Kini giliran Geremi yang akan mengabadikan pemerkosaan akan dilakukan oleh Bapak Johan dan Hendarso.

"Tidaakkk ... ..jangan lagi ... ..kasihani saya Pak ...." Air mata Ami semakin sulit lagi, melintasi tangannya untuk menutupi payudaranya terekspos.

Namun kedua kambing tua tidak peduli dengan ketakutan Ami. Semakin takut semakin tinggi hasrat seksual kedua.

Pak Hendarso segera meraih tangan Ami dan berbalik dia ke perutnya. Resmi topi merah Ami bersama blus putih dia Lucuti jadi sekarang Ami sebenarnya sudah telanjang. Kedua tangan Ami dipotong sehingga tubuhnya tidak bisa lagi bergerak bebas. Pak Johan Ami terlihat mulus kembali dan bokong potongan menarik. Dia mengambil posisi di atas paha Ami belakang. Kemudian buka sisi lubang yang ditinggalkan sementara anus tangan kanannya Ami mengarahkan penisnya ke dalam lubang matahari.

"Ttiiiiddaakkkkkk ... ..janganaan laaaggiii dii situuuuuuuuu"

"Silakan pak Johan ... ..sakit semua ......"

"Ami Rektum sakit dan panas pak Johan ... .Don't sana lagi"

"Saya mohon pak Johan" ... .Ami terus memohon.

Tetapi orang yang namanya Johan tidak ingin repot-repot dengan rengekan memelas Ami. Dia masih mengarahkan batang penisnya ke dalam anus Ami dan ...

"Aaggghhhhhhhh ... jjaaangggaaaaaannnnnnnnnnn ......" Ami kembali melolong.

Sekarang Pak Johan telah memompa anus cepat dan kasar. Ternyata orang ini adalah maniak seks terlihat luar orangtua. Pak Hendarso sekarang melepaskan pegangan dan membiarkan Mr. Johan sendiri karya Ami adalah tubuh rentan. Tangan kanan Mr Johan meremas payudara ambil bagian Ami. Ami merintih kesakitan saat anus keras disodomi oleh atasannya. Sekitar 7 menit Mr Johan telah mencapai klimaks dan tidak lama setelah dia bangkit dari tubuh perut Ami lemas. Pak Hendarso menggantikannya sodomi siap juga.

"Agggahhhhhhh ... ..banggssaaaaatttttttttt" Ami menjerit lagi.

1 (244)

Sudah tiga orang menyodominya tapi rasa sakit itu tidak berkurang juga. Bahkan diintensifkan sehingga meskipun ukuran penis kedua orang terakhir yang memperkosa lebih kecil dari milik Asamoah. Sekitar 10 menit Pak Hendarso memperkosa anus Ami. Tanda-tanda sudah ejakulasi terlihat ketika Mr. Hendarso lebih cepat memompa anal Ami. Ami semakin merasa sakit di anus. Pak Hendarso melenguh keras ketika nistanya keluar rongga dubur basah cairan Ami. Ami merasa sperma sakit anus berkembang bahwa membasahi luka robek di anus mereka.

Waktu telah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Saat ini sedang mempersiapkan untuk menyampaikan lima pemerkosa Ami Ami pulang. Saat ini kenaikan Ami tidak kuat. Nyeri dan terbakar di vagina dan anus yang dirasakannnya membuatnya tidak bisa berdiri. Geremi Ami membawa ke dalam van yang mereka gunakan. Robekpun Ami pakaian yang mereka harus menggantinya dengan ukuran besar baju XXL sehingga tepi bawah sampai pertengahan paha Ami. Jadi sementara tidak memakai celana dalam tidak akan ada yang tahu. Dalam perjalanan pulang Ami duduk di belakang diapit oleh Jabeer dan Maheer sementara Asamoah berada di kursi depan dengan Mr Johan mengemudi. Geremi duduk di tengah. Selama perjalanan Geremi mengisengi Ami dengan memasukkan dildo zhucini (buah mentimum serupa yang ukurannya cukup besar) yang dia ambil dari kulkas saat masih di villa milik Hendarso. Ami tidak bisa berteriak, matanya tampak bengkak dan mengantuk. Hanya erangan lembut terdengar keystrokes dua zhucini dimasukkan ke dalam vagina dan anus. Meskipun tidak ada lagi menetes darah dari dua lubang yang kesenangan dan rasa sakit masih dirasakan oleh Ami panas karena abrasi pemerkosaan di villa sebelumnya.

1 (244)

Setelah mencapai Mr Johan masuk mobilnya ke halaman rumah agar tidak dicurigai orang Ami. Dengan mengambil kunci rumah dari paket tas Ami Johan membuka pintu dan meminta Geremi membawa Ami masuk ke dalam. Geremi Ami berbaring di sofa dan segera pergi ke dalam van. Pak Johan berjalan dan berkata Ami

"Pastikan saja kita tahu atau gambar yang direkam akan diedarkan ke mana-mana"

Ami hanya diam tidak bisa mengatakan. Setelah Pak Johan menutup pintu dan suara mobil meninggalkan pengadilan Ami hanya bisa meratapi nasibnya sebagai korban pemerkosaan ternyata. Air mata terus jatuh di pipinya yang halus. Mata setengah kosong. Pikirannya kepada suami dan anak-anak. Tentunya yang tidak kurang dari seminggu setelah pemerkosaan tersebut belum tentu ternyata dia akan dapat memberikan kehangatan kepada suaminya. Luka pada penisnya akan memakan waktu lama untuk pulih lebih trauma yang mereka alami. Ami terus menatap ke langit-langit. Membayangkan masa depannya. Bayangkan noda di tubuhnya. Bayangkan ...

author