cerita sex cewek seksi di perkosa part 1

3128 views

Namanya biasanya disebut Ami Nurrahmi. Wanita 29 tahun telah dikaruniai seorang anak berusia 3 tahun. Meskipun istri Ami masih muncul sebagai wanita lajang karena postur tetap gemuk dan tidak ada tanda-tanda kendor di bagian tubuhnya seperti kebanyakan wanita yang telah memiliki anak. Apa bibir lebih sensual dan tubuh sekal yang telah membuat daya tarik tersendiri (sex appeal) yang membuat banyak pria bermimpi bagaimana rasanya mencium atau memeluk seksi itu tubuh sintalnya.
Suaminya adalah seorang pengusaha sangat beruntung memiliki istri seperti Ami yang memiliki lebih memperhatikan penampilan. Hal ini memang terkait erat dengan pekerjaan Ami sebagai PR di sebuah bank swasta. Sejak bekerja di bank Ami memiliki jalur karir cukup cemerlang karena hanya dalam beberapa tahun yang singkat sejak diterima bekerja di bank ia telah menduduki posisi sebagai PR Senior. Supelnya alam yang menyebabkan dia banyak disukai oleh pelanggan dari orang termasuk bank tempat dia bekerja. Posisi sebagai PR senior yang menyebabkan Ami mentransfer ditugaskan untuk cabang-cabang untuk memberikan pelatihan untuk junior PR.

Hari ini Ami melompat. Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi. Senin pukul 9 ia telah mengadakan pertemuan terjadwal dengan Managing Director bank serta beberapa rekannya yang tertarik untuk berinvestasi di bank tempat Ami bekerja. Ami merasa bahwa semua sudah siap untuk bahan dia seharusnya disajikan agar hati-hati pada hari Minggu. Dia bangkit dari tempat tidur dan kemudian segera mengambil handuk mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi dia menuju ke meja telepon terlebih dahulu. Setelah memutar nomor yang dia inginkan dan kemudian ada percakapan

1 (350)

"Mas di mana ... ..?"

"Masih di kota Banda" ... suara .Terdengar seseorang menjawab telepon speaker.

Ami adalah hari suaminya berada di kota lain untuk tujuan bisnis. Sebagai suami pengusaha pemula memang harus bepergian ke sana kemari dalam rangka membangun bisnisnya,

"Hari ini saya akan bertemu investor mas, doa? A ,? A"? Ain berhasil yach .... "kata Ami.

"Ok. Good luck sayang. Mas akan kembali tiga hari. Kemudian kami mengambil anak-anak jalanan Yasmin kami setelah saya pulang ... .." kata suaminya.

"Ok dech. Aku bathe'll lihat ya sayang mmmuuuaahhhh ... .."

Ami berkata lagi dan setelah percakapan singkat dia mematikan speaker telepon dan bergegas ke kamar mandi.

Waktu telah menunjukkan pukul 7 pagi dan Ami siap untuk pergi. Dari rumah ke kantor membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Seperti faktor biasa macet Jakarta adalah kendala utama dalam bepergian di dalam kota. Ami harus berangkat agak pagian harus menitipkan anaknya Yasmin sebelum hukum. Semua perlu Yasmin telah dia siapkan sehingga dengan nyaman dia dapat meninggalkan anaknya ke kantor. Tiba di kantor sekitar 8:30 Ami segera bertemu untuk membahas CEO bank pendek pada poin-poin penting yang akan dibahas pada pertemuan kerja berikutnya. Pak Johan, demikian nama CEO Bank yang sekitar 45 tahun, mengundang Ami ke kantornya.

Sejak Ami duduk di ruang tamu di mana pandangannya dari Mr. Johan tanpa henti menatap Ami. Rupanya Pak Johan terkesiap dengan Ami kecantikan pada hari itu mengenakan stempel resmi merah bank. Kulit zaitun yang konsisten dengan Ami memakai warna seragam. Rok sedikit di atas lutut itu semakin menunjukkan sebagian Ami paha mulus ketika duduk. Pak Johan sesekali melirik ke arah paha mulus saat berbicara.

"Lihatlah Ami ... konsorsium Asia Afrika akan datang. Mereka adalah calon investor bank kami. Seperti yang Anda ketahui bank kami telah mengalami shock karena isu kenaikan dolar. Banyak pelanggan yang terburu-buru. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan untuk menstabilkan kondisi bank kami "

"Yah Pak Saya akan menjelaskan nanti bank kami serta peluang yang ada ...." jawab Ami.

Setelah briefing selama 15 menit Ami keluar dari kamar Mr. Johan. Dalam hati Ami mengatakan bosnya ternyata casanova sedikit, juga.

Tepat pukul 9 tamu dari konsorsium, asia afrika datang. Mereka memiliki 4 orang. Dua orang jelas dari kulit hitam Afrika karena legamnya sementara dua lainnya berasal dari Timur Tengah dan India. Mereka diterima langsung oleh Bapak Johan dan diundang ke ruang pertemuan. Sekitar 5 menit kemudian Ami masuk ke dalam ruangan dan pak Johan memperkenalkan Merakan dia.

"Yah ini adalah rekan-rekan saya Ami PR cantik saya perusahaan ini" ...... jadi pak Johan mengatakan bahwa langsung disambut dengan senyum oleh para tamu.

"Asamoah ... senang melihat Anda" kata seorang pria dari Afrika.

"Senang melihat Anda terlalu Mr. Asamoh" kata Ami.

1 (349)

Demikian pula, orang lain 3 yang masing-masing memperkenalkan diri Ami. Mereka adalah Geremi Afrika pula, Jabeer dari Timur Tengah, serta Maher dari India. Asmoah dan Geremi pada usia 40 tahun, sementara Jabeer dan Maher masing-masing 37 dan 35 tahun. Keempat memiliki postur tinggi, tidak kurang dari 170 cm.

Selanjutnya, presentasi dimulai. Ami sedikit canggung memberikan presentasi dalam bahasa Inggris karena pertama kali ia membawanya. Tapi kecanggungan yang lebih meningkatkan wajahnya memerah ketika dia agak sulit untuk menemukan kata yang tampaknya cocok baginya untuk mengatakan dan mudah dimengerti oleh para tamu. Untungnya Pak Johan yang fasih berbahasa Inggris jauh membantu untuk menjelaskan hal-hal yang dipandang perlu untuk dibuat rinci sehingga tamu benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan Ami. Setelah presentasi 30 menit diikuti dengan diskusi makan siang di bank. Setelah makan siang, pertemuan direncanakan akan dilanjutkan pada sore hari setelah konsorsium itu mengadakan pembicaraan terpisah.

Waktu telah menunjukkan 4:00. Hari ini Ami bersama dengan Mr Johan dan kehendak-Nya ke atas untuk mendapatkan keputusan para investor. Pada puncak mereka akan mengadakan pertemuan di sebuah vila milik perkebunan pengusaha Hendarso. Hendarso 42 tahun adalah teman dekat Johan. Meskipun ia sudah menuju setengah abad tetapi penampilannya masih mengikuti trend anak muda, termasuk menggunakan pejantan di telinganya. Badannyapun masih terlihat gempal. Ketinggian sekitar 168 cm satu inci di bawah Mr Johan. Johan mengatakan kepadanya jika ia akan vilanya bersama-sama.

06:30 mereka tiba di Villa dan disambut oleh Hendarso. Ami mengatakan mertua bahwa ia akan pulang malam itu karena urusan kantor. Setelah istirahat singkat percakapan segera menyebabkan masalah asli. Konsorsium sepakat untuk berinvestasi di bank tempat Ami bekerja. Pak Johan benar-benar senang mendengarnya. Kemudian dia berkata pelan kepada Ami jika posisi akan dipromosikan menjadi Asisten Manager. Ami tentu saja sangat senang mendengar ini. Selanjutnya Asamoah mendekati Pak Johan membisikkan sesuatu. Pak Johan berkerut alis terlihat tapi kemudian, setelah memberikan mengedipkan mata ke Hendarso, dengan senyum dia mendekati Ami.

"Um .... Berikut Ami untuk merayakan kesuksesan ini kita akan mengadakan pesta"

"Partai apa pak" tanya Ami ... ..

Ami belum menjawab pertanyaan, Mr. Hendarso bangkit dari tempat duduknya dan segera mendekati Ami berdiri di dekat Pak Johan. Pak Hendarso tentu merangkul Ami dari belakang yang langsung membuat kaget.

"Aaadd ...... apa itu, Pak?"

Suara ami bergetar, menunjukkan ada ketegangan dalam dirinya. Secara naluriah ia merilis pelukannya Mr. Hendarso. Pak Johan membalas

"Tidak ada yang Ami ...." Sambil tersenyum, Mr. Johan melanjutkan kata-katanya

"Kami hanya ingin pesta dengan Anda"

"Ya kita ingin menikmatimu" kata Mr Hendarso cepat

"AAPP ... Apa maksudmu?" Ami diminta dengan suara bergetar

"Ehmm ... berarti ... Mari kita melakukan apa yang Anda inginkan guys .." Sorak Mr. Hendarso

"Mari kita bermain teman, mari kita menikmati baik tubuhnya" Geremi menjawab segera.

Pria besar keempat berjalan menuju Ami yang tampak ketakutan.

"Silakan Pak, ... apa gunanya semua ini?" Suara Ami semakin bergetar.

"Mari kita bermain madu Aku ingin bercinta vagina Anda" kata Geremi sambil memegang dagunya Ami.

Tiba-tiba suara "Plak". Ami rupanya menampar Geremi sedang kurang ajar kepadanya. Geremi sejenak terkejut dengan tamparan Ami. Tapi hanya beberapa detik kemudian dia langsung mendekap ami dan mendorongnya ke sofa. Ami yang tidak siap jatuh di sofa dan Geremi langsung di atas tubuhnya.

"Aaaa ...... tttooollooong" teriak Ami.

Geremi berusaha untuk mencium Ami. Ami tangan kirinyanya menarik rambut dari belakang sehingga tidak bisa berbelok ke kanan dan kiri berusaha menghindari berciuman. Tangan kanan pun tak kalah sengit Geremi meremas payudara ukuran 34B Ami adalah kasar.

"Ttooollong ...... membantu saya pak Johan" Ami menjerit.

1 (348)

Pak Johan hanya terlihat menyeringai. Matanyapun tatapan mulai memerah menunjukkan unsur nafsu mulai menyelimuti dirinya. Terutama melihat Ami menggeliat dalam pelukan Geremi sehingga terkena rok merah dan menunjukkan paha mulus nya. Ungu celana dan bahkan kemudian kadang-kadang terlihat di rontaannya dalam upaya untuk melarikan diri dari bawah Geremi. Meskipun Geremi tubuh besar tapi ia merasa sulit untuk menjinakkan Ami.

"Pegang tangannya guys ..." teriaknya.

Asamoah cepat sofa dendekati dan memegang tangan Ami dan diadakan atas kepalanya sehingga Ami tidak bisa lagi untuk berusaha mendorong menggumulinya Geremi tubuh. Tanpa disuruh Jabeer dan Maher membantu memegang kaki jadi sekarang Ami Ami tidak mungkin untuk mencoba untuk menendang. Ami membuat posisi terlentang di sofa, hanya sedikit bergeser ke kanan dan kiri adalah salah satu yang bisa ia lakukan. Geremi dengan kedua tangan memegang kepala Ami dan ciuman kasar sensual.

"MMMmmhhhhhhhh .........."

Ami tidak bisa berteriak. Suaranya seperti gumaman. Geremi rilis saat ciuman. Kesempatan ini digunakan untuk berteriak Ami

"Baaaanggggssaaatttttthhhmmmmmm" ....

Suaranya teredam saat Geremi kembali miliknya. Lidah Geremi bermain-main di dalam mulut ronga Ami. Ami mulai terlihat menangis karena merasa tidak berdaya. Nya air mata membasahi pipinya meleleh mulus. Geremi tiba-tiba naik dari tubuh Ami, sedangkan tiga orang lainnya masih memegang kaki dan tangan tegas Ami. Pak Hendarso yang telah menonton berjalan menuju sofa. Tangan tertenteng handycam. Rupanya ia ingin merekam adegan pemerkosaan. Setelah mengklik "pada" handycam-nya dia mulai merekam keadaan terlentang Ami sambil ditekan lengan dan kakinya.

"Pak Hendar ... .ttoolong menghapus saya" Ami menjerit.

Pak Hendarso tidak menjawab. Dia masih asik terus merekam gambar Ami mulai meng closeup wajahnya, dada, kaki dan bahkan berusaha untuk merekam bagian dalam rok Ami terkena ke atas. Di layar itu adalah celana dalam ungu jelas Ami.

"Pak Johan ... membantu saya Pak, jangan lakukan ini padaku" Ami terus memohon.

Pak Johan hanya terus menyeringai menonton adegan Ami yang sedang direkam

author