cerita sex bosku cantik

4371 views

Bos saya cantik

Sudah dua tahun aku bekerja di sebuah perusahaan swasta. Saya bersyukur, karena rekor saya, pada usia 25 saya punya posisi pengawas. Saya unggul wanita 42 tahun. Meskipun indah, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka dingin. Tapi sebagai bawahan langsung saya cukup mengerti beban yang harus menduduki posisi sebagai pemimpin perusahaan. Jika karyawan lain dari ketakutan yang sama dipanggil Ibu Melly, aku selalu berharap dipanggil. Bahkan, sering aku mencari alasan untuk menghadap kepribadian spasial.
Sebagai mantan pragawati tubuh Bu Melly sangat baik pada usia empat kepala ini. Wajah cantik tanpa garis penuaan membuatnya sama dengan anak-anak. Jadi saya menghadap frekuensi spasial, saya mulai menangkap ada nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerakan. Cukup sering jika saya memasuki ruangan segera memuji penampilan Nyonya Melly. Saya bangga juga mulai menarik perhatian. -mudahan Mudah bisa berpengaruh pada muka gaji nyari nih hahaha.
Sampai suatu hari, lagi ketika saya dipanggil mengahadap, aku melihat raut wajah Miss Melly tegang dan kusut. Aku memberanikan diri untuk peduli,
"Ibu mengapa hari ini tampak kusut? Ada masalah?", Kataku sambil menuju kursi di depan mejanya.
"Dia ya Ndy, aku lagi stres, sudah banyak urusan kantor, di rumah harus berjuang dengan suaminya kusut deh", yang ramah, sudut bibirnya terlihat senyum kecil.
"Itu saya menelepon Anda karena aku lagi kesel. Mengapa Anda melihat lagi kesel maka saya tenang," tambahnya menatapku dalam.
Saya terkejut diam, terpaku. Masak Miss Melly mengatakan bahwa? Aku pikir.
"Andy, bertanya mengapa bahkan tertegun", Ibu Melly menyenggol lenganku.
"Eeehh tidak, abisnya terkejut dengan pembicaraan Ibu kayak sebelumnya. Saya bisa dibilang mengejutkan nenangin wanita cantik", jawabku gagap.
"Temenin Ndy kemudian saya makan siang di Hotel (***) ya .. Kita bicarain tentang promosi Anda. Tapi kita tidak pergi bersama-sama, tidak baik sama teman kantor, Anda pertama kali menulis, kami melihat Anda di sana", kata Ny Melly.
Aku mulai tergagap, tidak mengharapkan untuk diajak seperti ini.

1 (169)
"Yah Bu," jawab saya, melihat keluar dari kantornya.
Setelah membersihkan file, pas jam makan siang aku langsung pergi ke hotel tempat makan siang janji. Di mobil saya saya mencoba untuk menyimpulkan apa yang akan promosi Nyonya Melly memberikan. Senang sih, tapi juga penuh tanda tanya. Mengapa harus makan siang di hotel? Terpikir pikiran saya, Miss Melly mungkin perlu teman untuk makan, lawan bicara atau teman mudah-mudaha tidur .. upss mana Ibu Melly mungkin ingin tidur dengan saya. Dia adalah kelas atas sementara aku seorang karyawan biasa. Saya kesampingkan pikiran kotor.
Sekitar setengah jam aku menunggu di lobi hotel tiba-tiba bellboy mendekati. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, kata Bu Melly menunggu di ruang. Saya pikir hanya melangkah ke lift yang membawa saya ke kamar. Ketika menekan bel dengan mengamuk merasa penasaran menunggu sampai pintu berdebar dibukain dan Bu Melly tersenyum manis dari balik pintu.
"Maaf Ndy aku berubah pikiran dengan mengambil Anda makan di ruang. Mari .. kita ngobrolngobrol makanan pesen apa yang Anda inginkan?", Kata Bu Melly menarik tangan membawaku ke kursi. Aku masih gugup.
"Mari kita tidak gugup begitu dong," kata Ibu Melly melihat tingkahku.
"Aku benar-benar tidak percaya pada semua ini, saya tidak pernah berpikir ada bisa makan siang ibu seperti ini. Siapa yang tidak bangga diundang untuk makan dengan seorang wanita secantik Anda?", Tengah gugup aku masih punya bergerak menyempilkan rayuan. Aku tahu pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggaan.
"Ahh Anda bisa Ndy menulis, emangnya aku masih cantik," kata Ibu Melly memerah. Ihh persis ABG anak yang lagi dipuji.
"Ya Bu, saya jujur ??kali ini memipikan untuk menjadi yang berdekatan dan berduan dengan Ibu, jadi saya sering nyari alasan untuk tata ruang Ibu", kataku polos.
"Saya pikir semua itu karena saya melihat Anda sering alasan nyari-nyari menghadap saya. Saya tahu itu. Bahkan, Anda sering mengintip aku, kan?", Ditembak seperti itu aku merasa malu juga.
Memang, saya sering melihat Ibu Melly setiap kesempatan, terutama jika Anda seorang pertemuan kantor. Rupanya perilaku saya melihat.
Kami saling memandang lama. Wajah panjang kami, aku di kursi sementara Mrs Melly dibibir tidur. Dari wajahnya bahwa wanita ini kesepian, ekspresi wajahnya menunjukkan kegembiraan. Perlahan ia berdiri dan datang. Masih memegang, wajahnya semakin dekat .. dekat .. aku diam-diam menulis dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Gugup Kutepis dan segera mencium. Nona Melly sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dengan tisu. Kemudian tanpa perintah lagi kami sudah berpagutan.
"Pesan Entri makan kemudian menulisnya Ndy", ia menyela ciuman semakin panas. 165 betinggi wanita cantik duduk dipangkuanku. Aku terbangun sedikit dan bangga karena wanita ini salah satu bos saya, duduk dipangkuanku. Tangan kirinya sementara tangan yang tepat leherku memegang kepala saya. Ciuman memperdalam, saya kemudian mengeluarkan ciuman kutau jurusjurus jauh. Kupilin dan kuhisap lidah dengan lidah saya. Meraba-raba sesekali mencium leher dan belakang telinganya. Nona Melly Howling menggelitik. "Ndy besar Anda benar-benar mencium, aku tidak pernah mencium seperti ini pada suami saya, bahkan akhir-akhir ini dia acuh tak acuh dan tidak ingin menyentuh saya," Bu melly cerocos curhat. Saya pikir, tolol suami tidak menyentuh wanita secantik Nona Melly. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yang lelah setelah waktu yang lama, saya pikir.
Nona Melly tangaku menarik. Kutau isyarat diundang untuk pindah ke tempat tidur. Tapi saya berhenti untuk memeluknya sambil berdiri. Aku mencium lagi dan lagi, tangaku mulai aktif menyentuh payudaranya. Bu melly menggelinjang panas. Blasernya melemparkan ke kursi, kemeja putih dan celana perlahan membuka kuloloskan. Nona Melly diam mengikuti sensasi yang saya berikan. Wow, aku tersedak melihat di depan saya. Kulit putih bersih, pantat berisi, tubuhnya kencang dan ramping. Celana merah muda warna sepadan dengan BH menutupi payudaranya menangkup yang, meskipun tidak besar tapi sangat menarik.
"Ibu benar-benar wanita paling cantik yang pernah kulihat," gumamku.
Bu melly kemudian ikuti aksiku harus mulai menghapus pakaian saya. Tapi dia lebih ganas karena pakaian tanpa jejak, polos. Mr. Happy yang telah tegang sekarang seolah-olah menunjukkan kehebatannya dengan berdiri melawan Nona Melly.
"Kau tampan Ndy", katanya sambil meraup pangkal paha tangannya dan ahh sudah mengisap bibir mungilnya.
Oh sukacita. Sentuhan bibir dan lidah ujung sapuan saya Mr.Happy bener -bener membuat sensasi dan membuat nafsu naik.
Aku tidak tahan untuk diam menerima sensasi itu. Aku mendorong gerobak nya, celana kuloloskan dan bra-nya. Sementara masih menikmati menjilati Nona Melly, aku meraih dua kembar bukit-meremas miliknya dan diperas. Tanganku merayap keselangkangannya. Itilnya sentuhan jari tengah dan mulai membelai, basah. Nona Melly terhentak. Sesekali aku meletakkan jari ke dalam vagina. Mencoba untuk menciptakan sensasi menyentuh G-spot.
Inisiatifku pada posisi swap kita, gaya menjilati lidahnya 69. semakin sensasional dengan menulur hingga ke dasar pangkal paha. Dua bijiku menghirup Bener benar-benar lezat. Aku berbelok merangkai kesenangan untuk Miss Melly, aku melempar rambut kecil rapi dan labia mayoranya disentuh dengan ujung lidah. Dia menggeliat. Saya tidak memberikan kesempatan untuk berpikir, kujilati semua susdut vaginanya, itilnya aku menggigit-gigit. Bu melly menggelinjang tajam, "Ndy aku keluar lo .. tidak bisa berdiri", ia menyela erangan. Tubuhnya menegang dan tiba-tiba terhemmpas lemas, Miss Melly orgasme.

1 (168)
Saya bangga juga bisa membuat wanita cantik ini puas hanya dalam lima menit menjilati.
"Lezat Ndy, aku bener nafsu -bener dengan Anda. Dan ternyata kamu pintar muasin aku, makasih ya Ndy", katanya.
"Jangan berterima kasih padaku belum Bu, karena sudah ada apa-apa, maka Andy kasi lebih kuat", kataku.
Aku melihat matanya -binar sparkle.
"Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun saya tidak merasa orgasme, suami saya lelah saat yang sama saya", bisiknya erangan sedikit lembut.
Hanya satu menit liam kugiring Bu melly tubuh duduk di pinggul saya. Mr.Happy menyelipkannya ke dalam vagina dan memberkati, lancar karena basah. Tanpa perintah Ibu Melly telah bergerak naik-turun. Posisi ini membuat saya cemas karena aku bisa menatap tubuh indah dengan wajah putih mulus cukup banyak. Kami lama untuk mengeksplorasi saling merangsang. Kadang-kadang saya mengambil posisi duduk sementara Bu melly dipangkuanku. Aku memeluk mencium bibirnya.
"Ahh lezat Ndy", ntah berapa kali kata-kata ini diucapkan.
Mr.Happyku disasarannya puas semakin stabil. Saya kemudian mengubah posisi berbaring Ibu Melly dan aku berada di tubuh mulus. Saat berciuman indah, Mr.Happy saya dimasukkan ke dalam vaginanya. Kuenjot pinggul atas dan ke bawah.
Aku melihat Ibu Melly merem-melek terus kenikmatan. Pinggul juga mulai bereaksi terhadap bergoyang irama memberikan. Lama kami dalam posisi dengan berbagai variasi, kadang-kadang aku mengangkat kakinya tinggi, kadang-kadang hanya satu angkat kaki. Kaki kusampirkan sesekali ke bahu. Nona Melly hanya dengan dan menikmati apa yang saya berikan.
Mendesir mulutnya menahan nikmat.
Tiba-tiba Bu melly mengerang panjang dan "Ndy, aku ingin pergi keluar lagi, aku benar-benar tidak tahan", katanya jeritan kecil.
"Saya juga ingin pergi keluar dengan ya .. yuk", ajakku.
Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang "Ahh ..".
Aku merasa sperma saya di penyemprotan sekali dan Miss Melly tersentak menerima muntahan lahar panas Mr. Happyku. Kami sama-sama terkulai.
"Kau hebat Ndy, bisa membuat saya orgasme dua kali dalam waktu dekat", ia menyela nafas.
Aku hanya bisa tersenyum bangga.
"Miss Melly memilih orang tidak salah, aku besar, kan?" Aku berkata, bangga bahwa ia menjawab dengan ciuman.
Setelah beristirahat sejenak Nona Melly kemudian ke kamar mandi dan mandi dengan shower. Dari luar pintu kamar mandi tidak menutup saya menadang Bu tubuh melly ramping. Tubuh indah seperti Ibu Melly memang saya inginkan. Saya memiliki kecenderungan seksual Udipus Comp-lex benar-benar menemukan jawaban oleh Nyonya Melly. Bos ini benar-benar indah, mengetahui mantan model. Tubuhnya tanpa cela dipertahankan. Saya sangat beruntung untuk dapat menikmatinya, saya pikir.
Mr.Happyku tanpa perintah kembali menegang melihat pemandangan indah. Perlahan aku bangkit dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi. Bu melly rem lagi menikmati semprotan air dari kamar mandi shock ketika memeluk. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Aku mengangkat pantatnya dan kududukkan di toalet meja. Aku mengangkat kaki dan kembali setengah jongkok vaginanya kujilati nya. Bu melly kembali melolong. Ada sekitar lima menit keberi dia kenikmatan maka saya berubah saya lidah menyapu jilatanku dengan memasukkan Mr. Happyku. Posisi tegak sementara Nona Melly masih setengah berjongkok di atas meja. Kugenjot ass dengan irama yang pasti. Dengan posisi ini kita dapat melihat dengan jelas kedua aktivitas Mr.Happy keluarmasuknya di vagina, baik nikmat tanda memerah.
Setelah puas dengan posisi Nyonya Melly membawa mereka turun dan tubuh kubalikkan. Tangannya beristirahat di atas meja sementara tubuhnya membungkuk. Posisi doggie style ini aku benar-benar suka posisi ini karena saya merasa bahwa vagina bisa menjepit saya terus. Ketika kujebloskan yang Mr.Happy, uupps Nona Melly terkesiap. Saya pikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak.

1 (167)
"Lanjutin Ndy, mengerikan .. ohh .. Anda luar biasa," bisiknya lirih.
Ada sekitar 20 menit dalam posisi favorit saya dan saya tidak ingin pergi keluar lagi.
"Ibu .. aku keluar ya", kataku.
"Ayo bersama-sama saya ingin", dia menjawab terganggu oleh erangan ekstasi.
Dan .. ohh aku lagi menyemprotkan sperma ke dalam vagina, diikuti mengerang puas dari Ibu Melly. Aku memeluk erat dari belakang, kami menikmati tua sensasi orgasme berulang ini. Sangat indah karena kita memeluk juga mendukung posisi. Aku melihat Nona Melly dicermin pelukan dari belakang dengan kedua tangan memegang dua bukit kembar sementara tangannya merangkul leher saya dan lebih indajh, aku belum melepas Mr. Happy .. ohh indah.
Selesai mandi bersama-sama kami juga memesan makan. Selesai makan kami kembali ke kantor dengan mobil mereka sendiri. Sore di kantor karena tidak ada insiden apapun. Sebelum jam kembali
Nona Melly menelepon saya melalui sekretarisnya. Duduk berlawanan merasa bahwa suasana berubah, tidak seperti hari lainnya. Sekarang beraroma cinta.
"Ndy, jika Anda ingin di kantor kami tetep alami seperti atasan sama bawahan ya. Tapi kalau di luar saya ingin Anda untuk bertindak seperti suami saya ya", katanya tersenyum manja.
"Kedua Ibu cantik", kataku bercanda.
Sebelum pergi keluar dari ruangan kami masih punya waktu untuk berciuman.
Sejak itu saya resmi menjadi suami dan tabungan bos saya. Tapi aku menikmatinya karena saya juga jatuh cinta dengan mimpi wanita cantik dari hati ini. Ini telah menjadi tahun hubungan kami berjalan tanpa dicurigai siapapun karena kami bisa menjaga jarak saat di kantor.

author