CERITA SEX BINALNYA ISTRI TEMANKU

2128 views

CERITA SEX BINALNYA ISTRI TEMANKU

CERITA SEX BINALNYA ISTRI TEMANKU Domingo (Jeje, 27 tahun) dan ma temenku pakta disebut Novan (27 tahun) ingin berjalan pulang ke rumah teman saya di hari universitas saya. Novan adalah salah satu teman kuliah lama, dan sekarang menikah saat ia masih lajang. Tapi hampir setahun yang lalu dengan Shanti pernikahaannya (23 tahun) dia tidak punya bayi. Shanti adalah tingkat perguruan tinggi saudari kita yang pertama.

4s (9)

Novan saat ini tinggal di hukum rumah (keluarga Shanti) di ibukota provinsi. Jadi saya mengambil kemudian di rumah Shanti. Tapi setelah kedatangan ada, Shanti mengatakan bahwa jika Novan hanya pergi ibu nganter dan ayah mertua ke rumah seorang kerabat dengan tujuan. Shanti sendiri tidak ikut karena malam itu ngedadak sedikit demam.
"Tunggu saja deh, Je," kata Shanti saya. Karena sudah digunakan ke rumahnya, saya menulis langsung masuk ke ruang TV. "Anda adalah satu-satunya aja nich Shan di rumah. Ketika pembokat lu?" Aku bertanya, melihat langsung berbaring di atas karpet biru di depan televisi. "Aha nich, yang telah berpartisipasi mo tu mama. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba gini demam. Jika Ani (pembokatnya) lagi untuk kembali ke rumah tuh," kata Shanti saya bisa membawa minuman panas.
"Lu Shan pilek eh?" Aku bertanya dengan segelas teh panas sip disediain Shanti. "Mengambil obat Shan Dong," kataku lagi, melihat ke segala arah Shanti duduk bersila di kursi sementara aku masih berbaring di karpet. "O dikerokin tuh, membiarkan angin di mabur," aku bercanda.
"Saya ingin neraka, tapi sekali lagi nich Ani siapa pun," kata Shanti. "Suami Lu Dong ngerokin mengatakan" kataku lagi. "Huu-Boro Boro keinginan ngerokin, memberitahu mijatin ajapun-Malesan malas" katanya. "Cuevas ngerokin benar?" Aku bercanda. "Apakah Anda suka sih, tapi ini adalah rasa malu ah," tertawa Shanti. "Kenapa malu gua cinta, gua lu apartemen suami." Saya katakan, saya tidak yakin apakah itu benar-benar Shanti kukerokin. "Tidak, aku tidak mau dikerokin. Pijitin aja lu Je jika diinginkan. Myspace Novan ditanya siapa yang ngerokin gua bingung." Shanti berkata sambil tersenyum.
Nyandar segera nyuruh dia duduk di lantai untuk kursi. Sementara dia duduk di kursi tepat di belakang punggungnya. Shanti dan tidak ada perasaan apa-apa, jadi saya ingin mijatin. Selama percakapan di sana-sini mijatin terus kembali leher bahu ma Shanti. "Turun sedikit dong Je. Pergi ke belakang." tanyanya saat ngegeser tempat duduknya sedikit ke depan. aja saya ingat, sementara mijatin kepadanya bahwa saat menonton TV.
"Lu lepasin tali bra dong, ngehalangin sudah," katanya. Shanti ngelepas langsung BHnya dan ngeletakin pernah menulis di sisinya. Aku mulai berpikir bahwa ngeres-ngeres ngeliat BH Shanti segede baik. Maksudku besar juga dinominasikan untuk isi BH. "Aku sudah di tempat tidur Je". tanyanya saat mulut tetap di atas karpet di depan televisi. Aku datang dan duduk di sampingnya. Aku mulai Gempol mandangian pantat, kemudian menuruni paha yang terlihat putih karena hanya dalam waktu singkat Shanti Doang pakai.
Tanganku mulai kupermainkan sedikit nakal, berharap untuk melihat reaksi Shanti. Tepat di belakang punggung toketnya bagian, saya mulai bermain sedikit nakal jari-jari saya. Saya dapat membawa beberapa jari saya jadi sedikit nuansa payudaranya. "Je Geli ih" katanya, tapi diam saja. "Anda sudah? Maaf Shan deh" Aku pura-pura terkejut. Shanti diem aja mendengar jawabannya.
"Shan, deh aja buka bajunya," kataku. "Dateng ada, ntar Novan bagaimana?" tanyanya ragu-ragu. "Ya cepet-cepet digunakan lagi ntar dong." Saya menjawab dengan singkat. Sedikit malu melihat wajah Shanti ketika dia duduk dan membuka kemejanya dan cepat terbalik lagi. pikiran saya seperti itu benar-benar sangat ngeres. Shanti ingin memeluk dan merasakan tubuh hangat dari istri teman saya. Tapi saya malu.
Dengan sedikit ragu-ragu, saya memberanikan diri saya mulai meremas tepi bagian Shanti payudara dari belakang. Shanti terlihat sedikit terkejut melihat kenekatanku, tapi diam saja. Bahkan Shanti sedikit membiarkan jari-jari saya nyelusup semakin terjepit payudaranya. "Geli Jee ,,," Shanti erangan kecil. "Saat ini di Shan, aku benar-benar tidak megangin payudara yang ingin menonjol," kataku melambaikan AGA. "Shan Oke, aku minta maaf," kataku mendapatkan gemeteran. Shanti begitu mendengar pertanyaan saya, saya pikir menggeleng pelan.
Birahiku tumbuh, ia tidak bisa lagi tahan. Aku mengambil tubuh Shanti merasa sama dan kubalikan tubuh untuk berurusan dengan saya. Cepat-cepat aku tetap bibirku ke bibir Shanti. Shanti masih keliahatan terkejut melihat kenekatanku, diam dan mulai bereaksi dengan ciuman.
Seperti kesurupan, kami sama-sama nafsu makan moderat dengan cepat menjilat bibir kita masing-masing. Tanganku diperketat dengan cepat payudara sebagai Shanti Shanti tangan terus menggosok punggung saya yang sekarang telanjang dada. Aku meraih tubuh Shanti berdiri. Dan dengan satu tangan, tarik celana pendek saya yang SAG ke Shanti celana rendah. Shanti diam ketika tangan saya telah menarik celana pendek, termasuk CD Anda. Celana membuka kancing jeanku saraf dan celana membuka ritsleting. Aku membantunya dengan pakaian sendiri dan turun jeanku sampai keduanya memeluk telanjang satu sama lain pada posisi parkir masing-masing.
"Masukkan ya Shan," kataku sambil Shanti keganasan jabat tangan penis saya sudah sangat tegang. Shanti hanya mengangguk pelan saat penis saya selangkangan kuarahkan Shanti sudah sangat basah.
"Shhhh ,,,, ahhh .." mengerang Shanti. "Ahhhh ,,, Je terburu-buru, ntar Novan dateng pemicu ,,," katanya sambil terus meregangkan selangkangan. "Ahhhhh Shannnn ,,, ...." Aku tidak tahan gagasan jubah Shanti tangan di penis saya. Jika posisi berdiri tetap, penis saya sekarang tepat di depan Shanti vagina basah. Perlahan-lahan kumasukan dengan bimbingan tangan Shanti. "Secara bertahap ,,,, ahhhhh ahhhh ,, Je jeeee ,,, ......." Shanti mengerang sambil memelukku sekali ketika penis saya mulai menggali ke dalam vagina.
"Ahhhh ahhhh Shaaaan ,,,,, ,,,, ,,,,," keluh dia merasakan sukacita hubungan seksual dengan istri teman. "Cepat jeeee cepetin ,,, kembali keluar masukinnya jeeee ,,,,,," Shanti mengeluh seperti bayi yang meminta cepat dirawat oleh ibunya. "Ya ,,, ,,, segini Shaaaan lezat Shaann" Saya tanya kuisapi julur lidah Shanti keluar dari mulutnya. Shanti setuju hanya masalah beruang.
"Jeeee ,,,, ingin keluar lebih cepat Jeee jeeee baru ,,,, ,,,," kata Shanti menggelinjang sementara kiri-kanannya. Saya juga ingin benar-benar keluar, mempercepat kebingungan dalam dan di luar penis vagina saya Shanti yang tubuhnya seluruh telah mengeras penampilan mengesankan.
"Aaauuuu jeeee ,,,,, ,,,,, ,,,, aku keluar Jeee" stretch Shanti, menggigit bahu saya. "Kami juga Shaaaann ,,,," kataku hampir bersamaan. Aku memeluk tubuh yang terlihat sangat lelah Shanti, Shanti tersenyum ketika ia mencium keningnya. "Makacih dan Je ,,," bisik dia sambil tersenyum. "Ya, terima kasih Shan ,,," kataku sambil terus memeluknya.
panjang kami mereka memeluk masih telanjang, duduk di depan kanal dan di atas karpet. Shanti tiba-tiba bra dan meraih kemejanya. Bad negara, saya bertanya dipakaikannya. "Jee Pakein dong ,, ntar dateng suami bergegas gua, Anda tahu." tanyanya. Aku segera meletakkan bra dan baju saya dalam mencari peluang untuk memeras payudaranya telah santai sedikit lagi. "Ah itu ,,, besok, besok mungkin lebih Je ..."
Kita sekarang telah menempatkan setiap pakaiannya, tapi masih tidak ingin tampak tak terpisahkan. Masih saling berpelukan di kursi ketika suara mobil yang dikemudikan rusa Novan terdengar memasuki halaman. Shanti buru-buru bangkit dari pelukanku. "Dateng Novan," bisikku. Ketika ia muncul, ia bisa menciumku sekali saja. "Besok lagi Jee ya ,,," pecah. Aku hanya mengangguk merhatiin Shanti berlari ke pintu depan.
Aku masih duduk sambil menonton televisi ketika Novan halo. "Yuk, segera cabut Je. Anak-anak menunggu ya. Lu've lama eh? Maaf brur aku nganter mertua digunakan untuk itu," katanya, tanpa diminta. Shanti yang mendengarnya berkata "Ya tuh, yang Jeje dan telah berharap Lu Van. Cepatlah tidak akan, peristiwa pemicu deh dispersi ntar," kata shanti, memegang tangan suaminya lembut Pinti ke depan rumahnya.

author