CERITA JANDA PERSELINGKUHAN IBU DAN ANAK

2139 views

CERITA JANDA PERSELINGKUHAN IBU DAN ANAK

CERITA JANDA PERSELINGKUHAN IBU DAN ANAK Nama saya Rio. Merry nama mama saya. Tapi saya tidak percaya dia adalah ibu saya. Bagaimana bisa. Dirinya Cina, saya tidak ada figur Cina. putih kulitnya, matanya sedikit miring, saya tidak, kulit saya berwarna coklat, mata saya yang sempit tentu saja tidak. Hanya saja orang bilang aku alias hitam tampan manis. Gadis-gadis kecil bukti ndak suka saya. Mungkin dengan itu karena ayah saya bercerai mama, karena kecurangan.

81

Hal ini ditemukan setelah aku lahir. Dan karena itulah mama saya berpisah dengan papa. Yang benar-benar ayah saya, sampai sekarang mama tidak pernah diberitahu. Bahkan setelah aku sudah dewasa mama tidak pernah mengatakan kepada saya. Tapi satu hal yang pasti, aku selalu manja mama.

Kami tinggal di sebuah apartemen. Kita sering berbagi. Berbagi makanan, kadang-kadang juga berbagi pakaian, ketika pakaian mama pergi ia meminjam pakaian saya. Mamaku termasuk pekerja yang ulet. Kami memiliki toko yang menjual alat-alat kosmetik, buka dari 8 sampai 17. Kadang-kadang saya harus membantu ibu menjaga toko, meskipun ada pekerja benar-benar. Untuk beberapa alasan sampai sekarang mama tidak menikah lagi. Kata mama sejak berpisah dengan papa, mama jauh dari tempat kelahirannya dan menetap di kota ini.

Ketika saya 17 sekarang. Dan ini salah. Kita bebas di dalam rumah. Mama mungkin masih menganggap aku anak kecil, tapi sudah disunat kontol aja (ya meskipun kami orang Cina tapi saya seorang Muslim). Mama kadang-kadang juga hanya menggunakan baju tipis tanpa bra di rumah. Bahkan baju terbuka tanpa malu-malu di dalam ruangan. Dan bahkan kamar kami masih satu, tidak terpisah. Aku bahkan kadang-kadang ketika mereka tidur ngelonin mama, meskipun ndak bertindak jauh. Tapi tentu saja hal itu membuat saya sendiri ndak baik saja. Setelah saya tidur di ruang tamu, tapi malah mama marah-marah. Yah, akhirnya aku hanya mengikuti.

Selain itu, saya sekarang mengerti apa nama hubungan suami istri. Sudah mengerti juga bokep, sudah mengerti bagaimana bercinta. Ini mungkin karena pubertas itu terjadi.

Pada saat itu, seperti biasa, aku rumah sepanjang malam benar-benar sedang menonton tv. Alternatif channel alternatif ndak jelas. Kadang-kadang saya membalesi BBM dari teman. Mereka meminta saya nongkrong besok tapi aku menolak. laki-laki lebih di mana-mana. Pokoknya minggu depan adalah ujian akhir. Mengapa habisin waktu ndak jelas?

Saya terkejut ketika tiba-tiba mama membawa sebuah kotak dengan lilin di atasnya. Aku merasa senang.

"Mama?" Saya terkejut bahwa itu ulang tahun saya. Saya lupa.

"Selamat ulang tahun sayang," katanya. "Huh Sekarang, sudah berusia 17 tahun?"

"Silakan, mama ultahku ingat. Saya menulis ndak ingat," kataku.

"The 'ndak anak yang sama sendiri ingat?" kata mama.

Akhirnya aku meniup lilin dan kemudian kami merayakan pesta kecil. Kami juga memberi makan setiap kue ulang tahun.

"Nah, sekarang Anda ingin ada hadiah dari mama, mama cinta deh?" tanya ibu.

Entah bagaimana mama sekarang ini seperti yang paling indah bagi saya. Wajahnya masih cantik, bahkan aku yang sudah terbiasa untuk membentuk tubuh ibu saya setiap hari merasa dia adalah wanita yang sempurna.

"Saya masih ingin pahala ndak apa-apa pula ma," jawab saya.

"Di sini, mama ingin membeli untuk Anda," Mom mengeluarkan jam tangan.

"Wow!" Aku terkejut. Tentunya jam tangan sangat mahal. Merek Seiko, sangat elegan. "Terima kasih ya ma,"

Aku memeluk dan mencium mama. Mama menciumku kembali, tapi entah bagaimana bahkan nyasar ke bibirku. Tapi aku masih dingin. Mungkin salah arah ingin mencium pipi.

"Baik, Ibu akan memasak dulu," katanya. "Ini sudah sore ya, mandi sana!"

Hari itu kami makan malam di rumah. Mama memasak kalkun, hari itu menjadi perayaanku hari. Pukul 23.00. Aku hendak pergi tidur. Mama sendiri membuat semuanya mematikan lampu ruang tamu dan masuk ke kamar tidur. Dan seperti biasa kami tidur di ranjang yang sama.

Aku segera melemparkan diri. Mama juga. Saat itulah kami berbicara sebentar.

"Anda tidak punya pacar, Rio?" tanya ibu.

"Tidak mam," kataku.

"Mengapa? Anda jarang gaul ya?" tanya ibu.

"Tidak kepikiran mam, sampai Pinter ingin belajar dulu, kemudian bekerja bener pemikiran baru deh tentang pacar. Mama miskin yang bekerja secara eksklusif," kataku.

"Kau, O Udahlah," kata ibuku.

Aku memeluk mama saya. Awalnya tidak ada perasaan aneh. Bahkan biasa-biasa saja, karena setiap hari saya memeluk mama saya ketika tidur. Malam itu aku bermimpi. Mungkin ini adalah apa yang disebut mimpi basah. Aku bermimpi bercinta ama mama. Entah bagaimana pula setelah mimpi yang saya bangun. Kamar yang masih gelap. Aku melihat jam masih 3 jam.

Mimpiin mama gila mengapa aku bahkan sudah? Posisi saya telah berubah. Memang saya memeluk mama mama tapi sekarang di depan saya. Kami berpelukan. Mendengkur terdengar mama baik-baik saja. Mengapa, mama perasaan mengenakan deh, koq sekarang tidak? Aku bisa merasakan kulit dan eh mama benar, mama ndak pakai baju. Saya lebih terkejut setelah merasakan bahwa mama bra kemeja pake dan CD. Dan sebagai hasilnya saya bermimpi horni penis saya ngaceng berat sekarang. Dan menekan mama perut. Duh, bagaimana ini?

Saya juga memberanikan diri untuk memegang payudaranya. Dari bra T-shirt, aku bisa merasakan putingnya. Aku memijat dan meremas payudaranya. puting sesekali aku menyentuh dan lap. Mama membentang. Ketika saya menggeliat diam. Tapi setelah dia tenang aku pergi lagi. Aku tidak bisa melihat wajah mama untuk pencahayaan ruangan dimatikan. Tapi aku kemudian mendengar suara rendah, "Anda membuat kepengen mama."

DEG saya terkejut.

"Um ... maaf ma," kataku. Aku menarik tanganku, tapi malah mama menarik tangan saya untuk tetap berada di dadanya.

"Shh ... tidak apa-apa, lanjutin aja!" dia berkata.

Saya kemudian melanjutkan kegiatan saya lagi. Kali ini keluar dari mama mulut napas. Akhirnya ibu itu membelai penisku dari luar kolorku.

"Ini sudah bagus," kata mama. "Mama kepengen dan hanya Anda berada di sana. Jika Anda tidak keberatan untuk mama memberi ya keperjakaanmu Rio?"

Aku terdiam. Bingung tentang tanggung jawab apa. Lalu aku berkata, "Tapi ... akukan anak ma?"

"Sudah kepalang," kata mama. Dia tiba-tiba mencium bibir. Dia memanggutku, dan tiba-tiba suasana menjadi terlalu panas. Mama memangutku dengan ganas.

Aku hanya bisa mengikuti dan menerima apa pun yang dilakukan mama. Dia melepaskan bra dan CD. Ia menarik kolorku. Kemudian di gulat ketelanjangan kami, saling mencium, mengisap. Dia menciumi anak saya sendiri. Mama mengocok penisku, diurutkan-urutan, dan kemudian dia pergi dan tiba-tiba mengisap penisku.

"Oh ... ma ... mengerikan," kata saya.

Dia menghisap kepala penisku, dipermainkannya dengan lidahnya. Kemudian, dalam satu gerakan dia dimasukkan ke dalam mulutnya sampai setengah tenggelam penisku di mulutnya. kepala atas dan ke bawah di bagian bawah sana. Dia juga aktif buah memijat pelerku. Aku ... aku sudah cukup ... rasanya seperti nyembur.

"Maa ... aku keluar Maaa .... aduh ... aaaahhhhhh," aku berteriak saat sperma saya keluar dari penisku. Tapi mama tidak menghindar. Dia dibuang seluruh sperma. Ditelan utuh. Aku mendengar suara glup! dia menelan semuanya. Dijilatinya ayam sampai bersih.

Tapi penisku tidak lamban, masih tegang.

"Dasar perawan penis, tidak hanya sekali," katanya. Sekarang, mama menaikiku. Diposisikan penisku di mulut vaginanya. Kemudian memberkati .... penisku sudah ditelan oleh liang senggamanya. "Rio ... puasin mama Rio, ohhh ... mama belum beginian."

Mama naik dan turun. Mamaku termasuk wanita yang merawat tubuhnya. Toketnya masih montok, padat dan sekal. Setiap puting menunjuk ke atas. Ah, aku gini begitu buruk. batas-batas kita sebagai ibu dan anak itu sudah kabur. Mamaku menaik menurunkan pantatnya sampai dia sendiri. Sebuah ass suara beradunya dengan selakanganku.

"Mam mam .... ahhh ... bagus," kataku.

"Rio, mama ingin nyampe," kata mama. Dia lebih cepat ayam mengocok-geseknya dan menggesek bolak-balik. Aku meremas dada ibunya dan ia pingsan di dadaku. Kami berpanggut setiap saat sampai rasa orgasme mama hilang. Setelah itu mama bergeser. Saya beralih ke itu.

"Mam, Rio menandatanganinya?" Saya bertanya.

"Ya sayang, pergi!" dia berkata.

Akhirnya saya menaruh penisku. Aku sudah benar-benar bersemangat. Ayam tegang. Memberkati rasa hangat. Aku menggenjot mama saya, saya memeluk ibu saya dan pantat saya naik dan turun. Ayam menggosok alat kelamin mama cepat dinding lebih cepat. Ohhh ... Gilak mengerikan. Kepala kontol saya gatal untuk percepatan besar.

"Ma, ma keluar, Rio keluar !!" Saya bilang.

"Tentu saja keluarin sayang, mama juga nyampe lagi .... aahhh ... saya .... mama nyampeee !!" dia berkata.

Kami pergi bersama-sama. Lega benar-benar terasa lega .... Tapi, setelah itu saya menyesal. Mengapa mama ama memiliki? Perlahan aku menarik saya dan berbaring di samping mama. Mama menutupi matanya dengan lengan kanannya. Ketiak terlihat halus putih.

"Ma, mengapa kita bahkan melakukan hal ini? Maafin Rio ya. Rio mama sayang, tapi ..." bibirku ditutup oleh telunjuk Mama.

"Sudah Rio, mama juga sebenarnya salah. Sudah deh. Ndak tidak berpikir tentang," katanya. "Peluk Rio mama Anda!"

Aku memeluknya. Kami kemudian tidur sampai pagi.

***

Di pagi hari semuanya aneh. Merasa aneh karena aku bangun lebih dulu. Hal ini juga terjadi untuk menjadi hari Minggu. toko ditutup. Mama masih dalam pelukanku tanpa busana lagi. Ngaceng penis jelas, saya sedang mencari lubang. Jadi bisa saya mengusap palkonku untuk mama vagina belahan. Uhhh ... lezat. Mama terbangun.

"Hush, bangun koq kepengen!" kata mama.

"Yah, tahu ma, Rio masih muda," kata saya. "Bisa mainan baru."

Kami tertawa cekikan. Dan akhirnya aku kembali di atas tubuhnya. Segera, batang penis saya memasuki liang surgawinya. Mama mendongak. Perlahan kugenjot mama. Drag karena tidak banyak pelumas. Semakin lama saya perlahan menggenjot mama, mama terlalu berlumpur. Mama mengusap dada saya, memberi saya kesenangan, ia bahkan menggosok puting dada saya. Kami berpanggutan lagi, bermesraan di tempat tidur.

"Ma, mungkin nungging?" Saya bertanya.

Mama mengerti. Aku menarik tambang memberikan kesempatan bagi menungging mama. Ohh ... ass putih. Bekas luka dari celana dalamnya membekas di sana. Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk menjadi saksi bisu keindahan tubuh. Saya langsung diarahkan penisku dan memberkati, sukacita. Saya gerakin pantat saya bolak-balik. Sementara mama melirik saya. Saya mendorong perlahan sambil sesekali meremas payudaranya menggantung itu. Ohh ... kesenangan.

"Mom, benar-benar luar biasa," kata saya. "Mama tidak pernah beginiin ndak sejak papa pergi?"

"Tidak tidak pernah Rio, mama ndak gituan sekali lagi sejak itu," katanya.

"Jujur?" Saya bertanya. Saya juga berhenti goyang.

Mamaku terkejut ketika saya berhenti. Dia berbalik ke saya. Dimaju menelusuri pantat Anda sendiri. "Ya nyata."

"Liar ah," kataku.

"Aduuh..jangan siksaan mama dong, goyangin!" dia berkata.

"Jika mama jujur ​​saya akan goyangin koq," kataku.

"Ya, ya, mama tidak pernah kadang-kadang dengan orang lain. Hanya Koh Chow Luan," jawab Mom. Luan Chow Mama adalah salah satu seorang kenalan yang juga memiliki toko. Saya pernah bertemu dia sekali. Tapi mama tidak berpikir orang ini pernah ama gay. Meskipun gemuk, ndak menarik.

"Mengapa, pria ama? Jelek seperti itu?" Aku tidak bisa percaya.

"Mau bagaimana lagi. Mama sedang membutuhkan uang pada saat itu. Jika Anda tidak ndak pergi ke sekolah," kata mama. "Sudah ... ya mama beruang, ayolah!"

Saya tersenyum. Aku pindah pantatku ke depan dan belakang. Mama diberikan kepuasan lebih. Dia menjerit ketika penis saya masuk lebih dalam. Saya mendapatkan dorongan cepat dan akhirnya saya ingin nyampe mama saya. Aku mengerang besar, mama juga tampak baik keluar, meremas-remas vaginanya adalah milikku. Aku memejamkan mata untuk menikmati setiap semprotan penis yang membasahi rahimnya. Setelah itu saya menariknya keluar. Mama runtuh di tempat tidur, tapi pantatnya masih menungging sedikit. Lava putih mengalir dari vagina lubang.

Setelah mama bekerja pagi itu aku mandi. Beberapa hari berikutnya kami benar-benar seperti suami dan istri. Ingin mana saja kapan saja pasti bercinta tepi. Ibu juga mengatakan kepada saya bahwa saya bukan ayah, tapi pembalap pertama anak. Tapi ndak tahu ayah biologis saya sekarang ada di mana. Hubungan saya dengan mama saya lebih bersemangat dari waktu ke waktu dan akhirnya dia hamil anak saya. Saya terkejut, tapi mama menghibur anak itu akan dirawat dan kami menjadi keluarga yang bahagia bahkan jika semua orang tidak tahu bahwa kami ibu dan anak.

Recent search terms:

  • cerita dewasa tempek ibu
author